Yuks, Intip Sekelumit tentang Jahe “Si Pedas, Menghangatkan”

0
57
Spread the love

Oleh Siti Marfuah
(Guru SMK Negeri Pagelaran Utara)

Negara  kita  sejak  dulu  terkenal memiliki kekayaan alam berupa rempah-rempah maupun  bahan  penyegar.  Kekayaan alam berupa  rempah-rempah tersebutlah  yang menyebabkan  Indonesia menjadi negara  tujuan  dari  negara-negara  barat  yang kemudian  menyebabkan  terjadinya  penjajahan

Dalam keseharian, rempah digunakan untuk memasak dan bahan pembuat jamu. Rempah-rempah juga berperan sebagai bahan pada  pembuatan obat dan kosmetik. Rempah-rempah bersifat sangat  aromatik karena mengandung minyak atsiri yang cukup tinggi sebagai  komponen cita rasa yang  spesifik

Rempah pedas

Rempah yang termasuk dalam kelompok rempah pedas ini antara lain cabai, merica dan jahe. Kepedasan merica berbeda dengan kepedasan cabai. Kepedasan merica disebabkan oleh kandungan piperine yang berbentuk kristal. Kepedasan cabai  disebabkan oleh  senyawa capsaicin yang kadarnya berbeda dan tergantung  varietasnya.  Sedangkan   jahe,  kepedasan  dipengaruhi oleh senyawa yang  tidak  teruap  yaitu  zingeronegingerol  dan  shogaol.

Jahe merupakan rempah yang berasal dari umbi/rimpang  dan nama ilmiah Zingiber officinale Rosc.  Jahe merupakan tanaman semusim  dan memiliki  tinggi  tanaman antara 40-50 cm. Tanaman jahe merupakan batang semu, beralur, berwarna hijau dan daun berbentuk lanset. Rimpang  jahe  bercabang-cabang, berwarna putih kekuningan dan berserat.  Bentuk rimpang  umumnya gemuk  agak  pipih  dan kulitnya mudah mengelupas.

Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya. Umumnya dikenal 3 varietas jahe, yaitu :

  • Jahe putih/kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak.

Jahe jenis ini memiliki rimpang yang besar dan gemuk. Jenis jahe ini banyak dikonsumsi baik saat masih muda maupun berumur tua.

  • Jahe putih/kuning kecil atau jahe sunti atau jahe emprit.

Jahe jenis ini memiliki rimpang yang kecil dan memiliki bentuk agak rata hingga sedikit menggembung. Jahe ini harus dipanen setelah tua. Jahe emprit memiliki rasa yang lebih pedas karena kandungan minyak atsiri yang lebih besar dibanding dengan jahe gajah. Pengolahan jahe emprit ini banyak dimanfaatkan untuk mendapatkan ekstrak oleoresin dan minyak atsiri.

  • Jahe merah

Rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil daripada jahe putih kecil. sama seperti jahe kecil, jahe merah selalu dipanen setelah tua, dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil, sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan.

Komposisi rimpang memengaruhi tingkat aroma dan tingkat kepedasan rimpang jahe tersebut. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi komposisi komia jahe antara lain jenis, kondisi tanah, umur panen, cara budidaya, penanganan pasca panen, cara pengolahan dan ekosistem tempat tanam.  Rimpang jahe pada umumnya mengandung minyak atsiri, lemak, protein, karbohidrat, vitamin khususnya niacin dan vitamin A, mineral dan asam amino. Lemak pada rimpang jahe tersusun dari asam phosphatidat, lesitin dan asam lemak bebas. Rimpang  jahe juga mengandung gingerols dan shogaols yang menimbulkan rasa pedas.

Rimpang jahe segar mengandung enzim protease yang dapat dimanfaatkan untuk melunakkan daging sebelum dimasak.

Berbagai manfaat konsumsi jahe secara rutin

Salah satu olahan jahe yaitu bubuk jahe, instan, untuk proses nya kita bisa lihat di link https://youtu.be/owtZvuVaCS0

Sumber pendukung lain :https://www.academia.edu/3508533/EKSTRAKSIOLEORESINDARIJAHE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here