Spread the love

Oleh : Nipa Awaliyah XI OTKP 1
(SISWA SMKN 1 CIKALONGKULON)

VIRUS CORONA BENCANA NON-ALAM

Apakah kalian tahu, bahwa Indonesia adalah salah satu negara di mana segala sesuatunya selalu menggunakan asas gotong royong/kebersamaan?. Ketika menghadapi musibah, semua kalangan di Indonesia mulai dari individu, kelompok, masyarakat tersendiri, para pejabat, tenaga pendidik, relawan dan semua unsur masyarakat lainnya berbondong-bondong serta bahu membahu menumbuhkan rasa solidaritas bagi timnya.

Solidaritas itu dalam hal apa saja? Tentu dalam hal apa saja yang positif, terlebih ketika dilanda musibah ataupun bencana. Sangat wajar, pancasila tepatnya sila ketiga berbunyi “Persatuan Indonesia”. Merdekanya Indonesia pun dahulu itu karena dengan adanya kebersamaan, semangat juang yang tinggi, para pembela negeri ini. Walaupun nyawa sebagai taruhan nya. Tetapi, semangat kebersamaan dan kekeluargaan selalu mengalahkan segalanya.

Dalam hal wilayah geografis, negara Indonesia ada yang termasuk daerah rawan bencana dan tidak rawan bencana. Hal ini dapat menjadi dampak sosial bagi wilayah yang terdampak bencana tersebut.

Bencana yang ada di Indonesia terbagi menjadi 2 macam, yakni bencana alam dan bencana non-alam. Namun, baik bencana alam ataupun non-alam, keduanya sering terjadi di Indonesia. Bencana alam, baik itu perbuatan manusia ataupun bukan perbuatan manusia bisa terjadi di Indonesia setiap bulan dengan berbeda-beda wilayah yang terkenanya.

Contoh bencana alam yaitu, gempa bumi, gunung meletus, tsunami, banjir, kebakaran hutan, dll. Sedangakan contoh bencana non-alam seperti, serangan militer, penyakit menular (flu babi, flu burung, HIV/ AIDS, TBC, Influenza, dll), dan banyak bencana non-alam lainnya.

Terkait dengan bencana yang terjadi di Indonesia, semua instansi pun turut membantu dengan menjadi donatur (bantuan dana). Semuanya tidak ada yang tidak turut serta. Tim sosial yang hanya bermodal tenaga, beberapa dari mereka mengajukan proposal dalam menyalurkan dana sosialnya.

Malam terus berganti, hari demi hari turut berganti, bencana juga tiada henti. Dunia di kejutkan dengan adanya wabah penyakit yang menulae atau kita sabut virus Corona dan lebih populer disebut Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang asal mulanya dari Kota Wuhan, China.

Sebelumnya virus corona ini masih endemi, yang hanya terjadi di Negara China saja. Dengan cepat, virus ini menyebar dan menular ke berbagai negara hingga menjadi pandemi (penularan penyakit secara global). Dan pada akhirnya, tidak terkecuali Indonesia juga harus menghadapi musibah non-alam penyakit menular Covid-19.

Sangat berbeda dengan bencana lainnya, yang membolehkan hampir seluruh tim sosial turun langsung ke daerah yang terdampak bencana, menyalurkan bantuan, membuka donasi, dan mengevakusi pada bencana non-alam Covid-19 ini. Para tim medis atau unsur kesehatan menjadi garda terdepan dalam menanggulanginya. Lalu, bagaiman para guru dan saya sendiri dalam kontribusi terhadap virus corona ini?.

Tentu, dalam bencana Covid-19 ini, banyak hal yang tidak pernah dilakukan orang-orang sebelumnya. Kita harus memakai masker, menjaga jarak, tidak boleh beraktivitas keluar rumah kecuali darurat, lebih sering mencuci tangan, memakai hand sanitizer, menyemprotkan cairan disinfektan ke berbagai area yang kita lewati dan pada benda, makan dan minum yang dapat meningkatkan imunitas, serta berbagai hal lainnya.

Kontribusi saya sebagai seorang murid tentu harus mengikuti aturan pemerintah, dalam hal ini pembelajaran dilakukan secara online di rumah saja. Dan selama belajar di rumah ini saya sangat merindukan suasana belajar tatap muka seperti biasa. Semoga semua ini cepat berlalu dan bisa normal kembali.

~SELAMAT TINGGAL CORONA~

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here