USAHA DAN DOA YANG PALING UTAMA, HASILNYA SERAHKAN PADA SANG MAHA PENCIPTA

0
80
Spread the love

Oleh Eva Helviana Hafsah, S.Pd.
Guru SMKN 1 Cikalongkulon

Mengapa tes P3K tahap 1 menuai banyak protes?

Saat ini para peserta P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) yang telah mengikuti ujian pada 13–18 September 2021 sedang tidak sabar menunggu pengumuman hasil tes P3K tahap 1. Pengumuman tersebut akan dilaksanakan pada Jumat, 08 Oktober 2021. Acara pengumuman ini telah mengalami pengunduran dari waktu yang ditetapkan sebelumnya yaitu pada 24 September 2021. Penundaan pengumuman terjadi karena kebijakan P3K dinilai tidak memihak para guru honorer yang telah lama mengabdi. Afirmasi yang diberikan dinilai tidak adil karena tidak melihat pengalaman kerja dan honorer yang berada di daerah terpencil. Selain itu juga banyak petisi yang meminta supaya Passing Grade diturunkan. Soal tes P3K dinilai sangat sulit dan tidak sesuai dengan kisi-kisi yang diberikan oleh kemdikbud.

Mengapa tidak ada formasi guru honorer Bahasa Inggris SMK?

Saya merupakan salah satu peserta P3K yang mengikuti ujian dengan melamar di sekolah lain karena di sekolah induk saya tidak ada formasi untuk guru Bahasa Inggris. Formasi P3K tahun ini dinilai tidak memihak para guru honorer Bahasa Inggris yang mengajar di SMK. Mengapa dinilai tidak memihak? Jawabannya karena tidak ada satu pun formasi untuk guru Bahasa Inggris SMK se-Jawa Barat. Padahal jika pemerintah mengadakan survei ke beberapa SMK terutama sekolah negeri masih banyak honorer guru Bahasa Inggris dan sangat dibutuhkan karena kekurangan guru PNS Bahasa Inggris. Di sekolah induk saya saja, SMKN 1 Cikalongkulon, hanya ada satu orang guru PNS Bahasa Inggris dan satu guru ASN P3K Bahasa Inggris sedangkan jam mengajar masih banyak. Guru honorer Bahasa Inggris di sekolah saya berjumlah tiga orang. Formasi yang dibuka pemerintah hanya ada untuk guru Bahasa Inggris SMA.

Para guru honorer Bahasa Inggris SMK di Cianjur hanya bisa mengeluh dan ‘curhat’ di grup MGMP Kabupaten Cianjur. Akhirnya para guru honorer memilih formasi untuk SMA yang tersebar di beberapa wilayah di Jawa Barat. Tentu saja saingan akan semakin berat karena bersaing dengan guru honorer SMA dan SMK se-Jawa Barat. Jika ada formasi di sekolah induk itu sangat diuntungkan karena akan diutamakan hanya dengan lulus passing grade saja mereka bisa langsung diterima di sekolahnya masing-masing. Bagi para peserta yang melamar di sekolah lain seperti saya hanya bisa berdoa semoga keberuntungan memihak kepada kami. Selain harus bersaing dengan pelamar induk, kami juga harus bersaing dengan peserta yang telah memiliki sertifikat PPG yang mendapat afirmasi 100% dari pemerintah.

Sudahkah berusaha dan berdoa dengan maksimal?

Saya hampir menyerah untuk mengikuti tes P3K karena melihat kebijakan-kebijakan tersebut. Namun, seorang sahabat berkata, “Kalau sudah takdir Allah tidak akan kemana, minta yang terbaik saja dari Allah, tidak mungkin semua peserta menjadi ASN harus ikhlas akan ketentuan Allah, Allah Maha Tahu mana yang terbaik untuk kita tapi kita harus berusaha dulu jangan menyerah”. Kata-kata tersebut begitu mengena, yang terpenting usaha yang terbaik hasilnya serahkan kepada Sang Maha Mengetahui segalanya. Akhirnya saya melamar ke salah satu SMA di Bandung Barat. Hanya ada satu formasi di sekolah tersebut sudah terbayang saingan yang sangat banyak. Kompetisi P3K ini adalah blind competition, artinya kita tidak mengetahui berapa jumlah pelamar di sekolah yang kita lamar tersebut.

Bentuk usaha yang dilakukan saya adalah dengan belajar semampunya soal-soal latihan yang diberikan pemerintah. Kisi-kisi tersebut bisa kita akses di Sim PKB masing-masing guru. Ada beberapa modul yang bisa kita pelajari. Selain berusaha dengan belajar, berdoa juga merupakan salah satu kunci supaya usaha kita diridai oleh Allah S.W.T.

Mengapa soal bidang keahlian tidak sesuai kisi-kisi?

Waktu yang dinantikan telah tiba, yaitu waktu ujian P3K. Saya mengikuti tes ini pada 13 September 2021 di salah satu sekolah di Bandung Barat. Ujian P3K ini terdiri dari 100 soal Teknis, 45 soal Manajerial dan Sosiokultural dan 10 soal Wawancara. Soal Teknis terdiri dari 70 soal sesuai bidang masing-masing dan 30 soal Pedagogik. Soal Bahasa Inggris sangat memerlukan cara berpikir tingkat tinggi. Sebanyak 70 soal dalam bentuk teks yang cukup panjang semuanya adalah soal Reading. Tidak ada satu pun soal Structure. Peserta harus menguasai teknik Scanning, Skimming, dan Intensive Reading. Penguasaan Vocabulary juga sangat dibutuhkan. Hampir semua vocabulary tersebut terasa begitu asing bagi saya. Semua jawabannya tidak ada satu pun yang sama dengan teks kosa katanya, artinya benar-benar harus menguasai kata lain dari kosa kata tersebut. Waktu yang terlalu singkat bagi saya untuk mengerjakan soal-soal tersebut dengan cepat, dalam waktu satu menit harus bisa menjawab soal tersebut sedangkan teks yang panjang dan kosa kata yang baru itu membuat kesulitan bagi saya. Soal-soal tersebut tidak ada satu pun yang mirip dengan kisi-kisi yang dipelajari. Soal Manajerial-Sosiokultural dan Wawancara sangat membantu saya karena dinilai lebih mudah dan sesuai kisi-kisi. Dalam mengisi soal bentuk ini diperlukan integritas yang tinggi dan hati bagai malaikat.

Apa yang bisa kita pelajari setelah melaksanakan tes?

Saya merenung setelah menyelesaikan tes ini. Banyak hal yang memberikan pelajaran bagi kita. Salah satunya adalah guru harus upgrade skill masing-masing ilmunya. Guru harus terus belajar lagi jangan merasa cukup. Perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat begitu pun dalam Bahasa asing. Guru harus memperkaya ilmunya dan memberikan yang terbaik untuk siswanya, bukan teori yang dihapal tapi bagaimana menerapkannya dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.

Alhamdulillah nilai saya lulus passing grade, tetapi jika harus dirangking dengan peserta yang lain, saya tidak yakin apalagi dibandingkan dengan peserta yang memiliki sertifikat PPG yang mendapat afirmasi nilai Teknis sebesar 100%. Saya pasrah kepada Allah S.W.T. Saya hanya memohon diberikan keputusan yang terbaik dari-Nya dan diberikan keikhlasan menerimanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here