Spread the love

Oleh NINA ANIATI
(Alumni SMKN 1 Cikalongkulon)

Keraguan sering terjadi terhadap diri sendiri ataupun kepada orang lain. Banyak faktor terjadi keraguan terhadap diri sendiri dan kepada orang lain. Kurang percaya diri merupakan awal dari timbulnya ragu akan sesuatu, mengapa dikatakan demikian? Karena faktor utama adalah pikiran dan hati kita sendiri, padahal hal tersebut sangat berpengaruh besar.

Ragu terhadap apa yang kita ingin capai, ketakutan akan kegagalan dan tak sesuai ekspetasi? Sebenarnya hal tersebut selalu ada dalam pikiran dan hati kita. Namun, apa yang terjadi ke depannya, kita harus siap menerima, berlapang dada meskipun kecewa dengan hasil yang tidak sesuai. Tetap tekuni dan merangcang kembali rencana baru.

Berduka wajar saja, tapi jangan sampai berputus asa. Sesungguhnya dalam firman Allah SWT sudah dijelaskan. Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. … “Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya?” (QS. At-Taubah {9} : 104).

Apakah akan terus meragu? Bukankah semuanya sudah digariskan Allah SWT, untuk hamba-Nya. Tak mudah mungkin, namun belajar sedikit demi sedikit untuk tetap optimis dan menerima segala hal. Maka, keraguan tak menjadi acuan untuk tidak melangkah kedepan. Sebagai manusia kita tahu bahwa di dunia tak kekal, hanya sementara dan semuanya titipan.

Melangkah memulai hal baru dan menghapus rasa ragu. Untukku, untukmu, untuk kita yang terus meragu. Perhatikan kembali, pikirkan dan rancang kembali hal yang ingin kita capai dan menjadi impian di masa depan. Apakah kita akan berhenti karna keraguan itu? Atau mengubah pola pikir kita? Tentu saja banyak hal dan banyak cara selain itu yang kita pikirkan tidak bisa.

Cara agar pikiran kita tidak memikirkan hal yang buruk atau negatif yaitu dengan melakukan sesuatu, memulainya dengan hal kecil. Jadi, pikiran kita sedikit-sedikit tidak fokus dengan hal yang seharusnya tidak dipikirkan. Dengan terus menerus konsisten dengan ikhlas dan penuh semangat. Tak kita sadari lama kelamaan itu adalah pencapaian kita, merintis dan terus berusaha bangkit. Jangan pikirkan hal yang membuat kita tak bisa melangkah maju, hapus rasa keraguan yang terus mengahantui pikiran dan hati kita. Berbaik sangkalah, maka yang terjadi pun pasti terbaik untuk kita. Menerima hal yang sudah menjadi jalan takdir kita, mensyukuri semuanya, maka kebahagian terus membersamai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here