TIPS MERAMU MEDIA TANAMAN HIAS

0
77
Spread the love

Oleh Parida (Guru Produktif ATPH SMKN 1 Cikalongkulon)

Media tanam merupakan unsur penting yang harus diperhatikan oleh para pehobi tanaman hias. Sebab, setiap jenis tanaman membutuhkan komposisi media yang berbeda-beda, bergantung pada kriteria tanaman. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup tanaman. Jika salah komposisi media, tanaman akan tidak berkembang dan mati.

Ada tanaman yang membutuhkan media porous, gembur, atau bisa menahan air. Namun, setiap bahan media memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Oleh karena itu, langkah pertama sebelum meracik media adalah mengetahui karakteristik tanaman dan bahan-bahan media tanam. Selanjutnya,  kita harus mempertimbangkan komposisi masing-masing bahan. Beberapa jenis media tanaman hias yang biasa digunakan untuk media tanaman hias adalah:

1. Tanah

Dikenal sebagai media tanam paling umum, tanah mudah ditemui dan didapatkan hampir di seluruh daratan. Sebagai media tanam, tanah telah mengandung unsur-unsur yang dibutuhkan oleh pertumbuhan tanaman, selain itu jug tanah mengandung air dan oksigen. Tanah memiliki jenis keasaman yang berbeda sehingga sebelum digunakan untuk media tanam pH nya harus disesuaikan dengan jenis tanaman.

2. Humus

Salah satu media tanam yang cukup mudah ditemui di Indonesia, humus merupakan jenis tanah yang dikenal subur bagi pertumbuhan tanaman. Humus terbentuk dari pelapukkan bahan organik seperti daun-daun kering dan bahan pohon. Humus biasanya berwarna lebih gelap dari tanah, memiliki tekstur yang lembut, dan cocok untuk dicampurkan dengan pupuk yang berasal dari kotoran hewan.

3. Pupuk Kandang

Berasal 100% dari bahan organik, pupuk kandang sesuai namanya terbentuk dari kotoran hewan kandang. Beragam jenis pupuk kandang tersebar di Indonesia, namun yang tak awam adalah pupuk kandang yang berasal dari kotoran kambing, sapi, dan kelinci.

4. Sekam Padi

Sekam padi berasal dari bagian kulit padi yang terbelah dan terlepas ketika proses penggilingan beras. Sekam padi biasanya berwarna kering, tekstur yang kasar dan ringan. Sekam padi mengandung berbagai unsur yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman, seperti kadar air, karbohidrat, hidrogen, protein, serat kasar, dan lain-lain. Kandungan unsur yang dimiliki oleh sekam padi sangat cocok digunakan sebagai media tanam dan dapat dicampur dengan media tanam lain seperti tanah atau humus.

5. Sekam Hitam

Sekam hitam berasal dari sekam padi yang dibakar. Fungsinya sama dengan sekam padi, namun kandungan tambahan yang dimilikinya seperti tingkat asam, fosfor dan karbon hitam membuatnya lebih kuat dan bernutrisi sebagai media tanam. Sekam hitam biasanya digunakan sebagai media tanam untuk tanaman hias dan penggunaannya dicampur dengan tanah. Sifatnya dapat meningkatkan porositas tanah sehingga tanah dapat lebih gembur dan bernutrisi.

6. Sabut Kelapa

Penggunaan sabut kelapa biasanya dijumpai sebagai bahan alternatif untuk media tanam organik. Sabut kelapa berasal dari buah kelapa tua yang berubah menjadi sabut dengan serat yang kuat. Sabut kelapa unggul dalam penyerapan dan penyimpanan air, sehingga cocok untuk digunakan sebagai media tanam di daerah tropis yang cenderung panas. Namun, jika kandungan air terlalu banyak (misalnya terkena air hujan), sabut kelapa dapat mudah lapuk, sehingga baiknya sabut kelapa direndam dengan larutan fungisida sebagai pencegah pelapukan

7. Serbuk Kayu

Serbuk kayu mungkin masih awam dijumpai sebagai media tanam utama. Namun siapa sangka material yang biasanya dianggap limbah ini ternyata merupakan bahan organik yang cocok digunakan sebagai media tanam. Secara alami, serbuk kayu diuraikan oleh mikroorganisme menjadi senyawa-senyawa sederhana yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman. Ketika dicampur dengan media tanam lain seperti tanah atau humus, serbuk kayu tidak mengeras, melainkan dapat melunakkan media tanam lain sehingga penyerapan air dan udara meningkat dan membuat media tanam menjadi subur.

Pada dasarnya cara meramu media tanam untuk semua jenis tanaman sama saja, baik itu tanaman sayuran dan buah maupun untuk tanaman hias. Berikut ini langkah-langkah untuk membuat media untuk tanaman hias secara umum kecuali untuk media tanam anggrek. Siapkan bahan media tanam berupa sekam mentah, tanah, pupuk kandang, humus bambu dan arang sekam dengan perbandingan 3:1:0,5:1:0,5. Kemudian tuangkan bagian bahan yang paling banyak dibutuhkan terlebih dahulu  seperti sekam mentah. Setelah itu tambahkan tanah dan humus bambu  kemudian pupuk kandang dan arang sekam. Aduk rata semua bahan dari bawah hingga ke atas sampai media benar-benar tercampur dan homogen. Pergunakan sekop untuk mengaduk untuk memudahkan proses pengadukan. Jika terdapat media yang menggumpal lakukan pencacahan media sampai halus, atau kita ayak terlebih dahulu. Jika media tanam yang didapat terlalu asam, tambahkan kapur dolomit untuk menetralkan pH media. Jika ada tambahkan NPK dan fungisida seperti furadan untuk mempercepat kinerja unsur hara dalam media dan mencegah tumbuhnya jamur dan nematoda yang akan merugikan tanaman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here