SURPRISE JELANG RAMADHAN

0
181
Spread the love

Oleh Olis Aisah , S.Pd.
Guru SMKN 1 Cikalongkulon

Sabtu pagi ini  ada yang berbeda,  tak seperti biasanya aku bersama istri dan anakku  tidak keluar rumah karena hujan yang menyirami bumi dari tadi malam belum juga reda. Setelah pulang dari musola untuk berjamaah sholat subuh aku malah kembali ke tempat tidur, rasa dingin yang terasa menggigit seluruh bagian tubuhku memaksaku untuk melawannya.  Kurebahkan tubuhku kemudian kututup dengan selimut tebal, alhamdulilah dingin yang terasa sangat hebat mulai berkurang dan badanku terasa lebih hangat.

Anakku yang bisanya gowes bersama temannya malah terdengar mendengkur dari kamar sebelah sedangkan Istriku terlihat bangun untuk memasak di dapur.

Aku masih tetap di tempat tidur, rasanya malas untuk melakukan aktivitas pagi selain tetap rebahan di kasur. Seperti kebiasaaku sebelumnya kuambil gawai untuk mengecek informasi penting, kali ini sengaja aku bawa gawai  ke tempat tidur. Kubuku layar gawai dan aku begitu kaget, dadaku bergetar  karena ada  laporan transaksi pengambilan tunai di ATM-ku padahal ATM ada di dompetku dan ternyata sudah terjadi 6 kali transaksi di pukul 05:15 dengan jumlah rupiah yang lumayan. Kupanggil istriku untuk memastikan kalau penglihatkanku tidak salah.

“Benar Yah, ini baru saja ada yang mengambil uang di ATM Ayah.” istriku meyakinkan.

“Loh kok bisa? ATM kan ada di Ayah.” ucapku.

“Bisa saja Yah,  itu kejahatan yang dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan dibidang itu.” ucap anakku.

“Ayo Nak! Kita pergi ke ATM untuk mengecek langsung karena M-banking Ayah juga  tidak bisa mengecek saldo.”

Aku pergi ke ATM terdekat diantar anakku, benar saja uangku telah raib. Setelah bertanya kepada satpam yang ada disana, aku disarankan untuk pergi ke  kantor cabang, bank tempatku membuka rekening.

Aku diterima dengan baik oleh petugas yang ada di kantor cabang itu dan aku baru tahu bahwa sudah banyak nasabah lain yang melapor lebih dulu dengan kasus yang sama seperti yang aku alami.  Untuk keamanan selanjutnya  ATM-ku diblokir detik itu juga karena masih ada saldo walaupun tidak sebanyak yang sudah berpindah tangan.  Petugas bank mengatakan kalau laporanku sudah diterima dan akan dipelajari, ” Kalau ini kejahatan skimming, maka dalam 20 hari bank akan mengganti uang Bapak yang hilang.” Jelas petugas itu.

Aku pulang dengan membawa secercah harapan uangku yang hilang akan kembali. Sampai di rumah aku diberondong pertanyaan istriku. Aku hanya berkata, ” Kalau ini kejahatan  skimming maka bank akan ganti uang Ayah yang hilangitu  Bu.” ucapku.

 “Aamiin. Mudah-mudahan ya Allah, bank bener ganti uang  Ayah.”

Aku hanya mengangguk dan ikut berucap “Aamiin.”

Aku merenung memikirkan kejadian yang aku alami yang yang sangat mengejutkan apalagi terjadi dua hari menjelang Ramadhan, kejadian itu  biasanya hanya aku dengar dan kubaca di media sosial tetapi sekarang benar-benar menimpa aku. Ada sedikit rasa tidak nyaman di hati tak kala uang yang sengaja disimpan biar aman malah hilang tapi  biarlah mungkin memang harus begini agar aku lebih berhati-hati.  Tapi  jauh dilubuk hati,  aku  memiliki satu keyakinan kalau masih rejeki pasti Allah punya seribu macam cara untuk mengembalikan uangku.

Hari- hari berikutnya ketika  aku menunggu uangku kembali. Aku jadi sering  mengikuti informasi dan pemberitaan di medsos,  ternyata yang kehilangan uang di ATM semakin banyak.  Ada juga yang memberitakan bahwa bank sudah mengganti uang sejumlah nasabah yang lumayan jumlahnya.

Berdasarkan pemberitaan tersebut rasa penasaranku menggelitik siapa tahu uangku juga sudah kembali seperti yang diberitakan, sehingga pulang kerja  aku mampir ke sebuah Anjungan Tunai Mandiri untuk mengecek saldo di ATM yang sudah kuaktifkan lagi seminggu yang lalu. Hasilnya masih tetap sama uangku belum juga kembali.

Aku kembali ke rumah dengan sedikit rasa kecewa karena uang yang kuharap sudah kembali untuk keperluan Ramadan ternyata belum ada. Mungkin aku harus bersabar dan iklaskan serta  menyerahkan semuanya kepada Allah karena hanya Allah yang menentukan uang itu rejekiku atau bukan.

Aku berusaha tidak mengingat-ngingat uang itu lagi. Setelah dua Minggu sejak uangku berpindah tangan. Waktu itu Ramadhan hari ke-10  berarti uangku yang hilang sudah 12 hari. Aku mendapat informasi kalau uangku yang hilang sudah masuk di ATM.  Alhamdulilah ya Allah rasanya senang sekali bahkan lebih senang dibandingkan dulu ketika aku mendapat uang itu.

Aku sampaikan berita bahagia ini kepada istriku…dan istriku berucap Alhamdulilah.   

 “Kalau rejeki ga kemana dan akhirnya kembali lagi, ya Ayah.,” Aku melihat perubahan dirona wajah istriku  sangat bahagia.

“Jadi dong Yah, kita lebaran.” Istriku menggodaku.

” Iya, nanti uangnya Ayah kasihkan ke Ibu. Atur aja dan harus cukup.”

” Insyaallah Yah, ibu cukupkan.

Aku bersyukur dan berterima kasih pada  bank yang telah peduli dan bertanggung jawab dengan nasib nasabah.  Alhamdulilah ya Allah,  apa yang kutakutkan tidak kejadian karena Engkau  telah mengatur semuanya. Kami masih bisa merayakan lebaran nanti  bersama keluarga dengan rejeki yang telah Kau berikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here