SUDAHKAH SAYA MENJADI KEPALA SEKOLAH
DENGAN ETOS FASTABIQUL KHAIRAT ?

0
61
Spread the love

Oleh UNDANG IMAN SANTOSA
Pendidik & Penggerak Literasi Kabupaten Cianjur

Pendidikan merupakan sarana strategis untuk meningkatkan kualitas suatu bangsa. Oleh karenanya, kemajuan suatu bangsa dan kemajuan pendidikan adalah suatu determinasi. Kemajuan beberapa negara di dunia ini merupakan akibat perhatian mereka yang besar dalam mengelola sektor pendidikan. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan inilah maka di Indonesia muncul wacana barn, yaitu pengelolaan pendidikan secara otonom diberikan kepada sekolah.

Tujuan pendidikan yang dilaksanakan oleh seorang muslim adalah untuk membentuk akhlaq mulia, persiapan kehidupan dunia akherat, persiapan untuk menghadapi hidup berserta tantangannva dan memberikan bekal keterampilan kepada siswa. Tujuan yang amat mulia mi nampaknya perlu mendapatklan perhatian serius untuk mewujudkannya. Hal mi membutuhkan sebuah lembaga pendidikan yang kuat yang bisa mengatur rumah tangganya sendiri, yang diawali dan sebuah team work yang kuat dan memiliki visi dan misi yang jelas untuk mencerdaskan anak bangsa.

Kepemimpinan Kepala Sekolah

Kepemimpinan dapat diartikan sebagai kegiatan untuk mempengaruhi orang-orang yang diarahkan terhadap pencapaian tujuan organisasi. Kepemimpinan juga merupakan proses mempengaruhi kegiatan seseorang atau kelompok dalam usaha ke arah pencapaian tujuan dalam situasi tertentu.

Kepala sekolah adalah sebenamya seorang guru biasa, yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah, dimana diselenggarakan proses belajar mengajar. Kepala sekolah memiliki tanggungjawab yang berat, tetapi mulia. Sebagai pejabat, kepala sekolah harus tunduk kepada aturan yang ada. Dalam hal tertentu kepala sekolah harus juga memiliki kepribadian yang baik, penganut ajaran agama yang baik, berakhlaq mulia dan terbebas dan perbuatan tercela. Kepala sekolah dalam tugasnya harus memahami tentang manajemen. Sekurang-kurangnya dia bisa menyusun perencanaan, mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan anggota, memberdayakan berbagai sum’ber organisasi dan melakukan evaluasi dalam mencapai tujuan sekolah yang telah ditetapkan.

Dalam konteks keberagamaan, bahwa kepala sekolah adalah seorang pemimpin. Dan dan setiap apa yang dilakukan maka akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Tanggungjawab manusia bersifat individual. Setiap orang bertanggung jawab atas semua yang dilakukannya. Sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an dalam surah At Thur, ayat 21:

Terjemahnya:

“dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya”.

Orang hanya akan memetik apa yang dilakukannya sendiri, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an surah An Najm, ayat 39:

Terjemahnya:

“dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya’’.

Prinsip ini juga ditemukan dalam sebuah hadits sebagai berikut: “Sesungguhnya Abdullah Bin Umar Berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda: Setiap dan kalian adalah pemimpin. Setiap dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban tentang orang yang dipimpinnya. Imam adalah pemimpin dan dia dimintai pertanggungjawaban tentang orang-orang yang dipimpinnya. Seorang laiki-laki (suami) adalah pemimpin dalam keluarganya dan dia dimintai pertanggungjawaban tenatang orang-orang yang dipimpinnya. Seorang perempuan (istri) adalah pemimpin dalam ruamah tanggasuaminya dan dia dimintai pertanggungjawaban tentang orang-orang yang dipimpinnya. Seorang pelayan (pembantu) adalah pemimpin dalam harta milik tuanya dan dia dimintai pertanggungjawaban tentang barang-barang yang diurusinya” (HR: Bukhari)

Hadits tersebut betapa menekankan tanggungjawab seorang pemimpin. Pemimpin merupakan inti dari sebuah peijalanan organisasi atau lembaga.

Urgensi Visi dan Misi Sekolah Bagi Kepala Sekolah

Untuk mewujudkan suatu lembaga yang berkualitas, kepala sekolah harus memahami visi dan misi sekolah. Visi dan misi dikembangkan dan sebuah cita- cita dan angan-angan yang mejadi impian target pencapaian. Secara rinci visi adalah pandangan jauh ke depan yang merupakan elaborasi rasional dan nilai-nilai yang diyakini. Visi pendidikan adalah pandangan jauh ke depan tentang profil lulusan lembaga pendidikan yang kita harapkan berdasarkan nilai-nilai keyakinan. Visi yang baik adalah visi yang berlandaskan nilai-nilai agama yang diyakini oleh orang-orang dalam organisasi dan masyarakat lingkungannya.

Sedangkan misi dapat diartikan sebagai apa yang harus diupayakan dalam mengubah kondisi masa kini menjadi kondisi yang diharapkan di masa depan sesuai dengan rumusan visi. Kalau visi dirumuskan sebagai bentuk pemyataan sebagai suatu penjelasan rasional dan nilai-nilai yang diyakini, maka misi dirumuskan dengan kata kerja, karena merupakan usaha yang harus dilakukan dalam mencapai visi.

Sebagai seorang pendidik islami, kepala sekolah dalam hal ini diharapkan bisa merumuskan visi dan misi yang islamu juga. Visi dimaksud paling tidak bisa mencerminkan sosok output lembaga yang memiliki ciri Insan Ulil albab, yaitu gambaran sosok lususan yang memilki kekokohan aqidah, kedalaman spiritual, keluhuran akhlaq, keluasan ilmu, dan kematangan professional, dan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan seni yang bercirikan Islam serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat. Puncak dari cita cita ini adalah mampu menjadikan sebagai generasi Islam rahmatan lil’alamiin. Cerminan visi misi sudah menggambarkan profil lulusan ideal yang harus dijadikan sebagai landasan perumusan visi sekolah.

Untuk melaksanakan dan mewujudkan visi dan misi yang ditetapkan, maka diperlukan suatu etos untuk mendorong adanya perubahan. Etos mi akan memberi rahmat bagi setiap manusia apabila didasarkan pada kecintaan dan kerendahan hati, etos yang membangun keijasama dan tolong menolong. Etos inilah yang kemudian dalam Islam dinamakan dengan Fastabiqul Khairat.

Etos Fastabiqul Khairat akan membawa kepada semangat yang membawa kepada jiwa untuk melakukan apa yang baik. Dalam hal ini maka semangat ini akan membawa kepada setiap orang untuk aktif di dalam kebaikan, karena etos Fastabiqul Khairat bukan berlumba-lomba mengalahkan yang lain demi keuntungan din sendiri. Sebaliknya etos ini mengajarkan berlumba berbuat baik terhadap sesama orang dan berbuat baik terhadap dirinya sendiri.

Dengan visi dan misi yang jelas dan dilatarbelakangi oleh etos Fastabiqul Khairat, diharapkan kepala sekolah akan bisa membawa lembaga yang dipimpinnya menjadi center excellence, tanpa membuat dirinya merasa sombong.

Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Konteks Pendidikan Islam

Disadari oleh setiap elemen yang bergelut di dunia pendidikan, bahwa Kepala sekolah merupakan motor penggerak, penentu arah kebijakan sekolah yang akan menentukan dan mengarankan bagaimana tujuan lembaga bisa tercapai. Oleh karena itu dibutuhkan sosok manusia unggul. Selanjutnya dijelaskan bahwa manajer lembaga pendidikan dituntut memilki sifat-sifat seperti di bawah ini :

1. Ikhlas (Q.S.Al-A’raf: 29):

Terjemahnya :

Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri)mu di Setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepadaNya)”.

segala tindakan dan perbuatan yang dilakukan dengan ikhlas akan dijadikan sebagai bagian dan Ibadah kepada Allah SWT. Pengabdian yang benilai tinggi adalah yang disertai dengan keikhlasan hati karena Allah swt.

2. Kejujuran (Q.S.Az-Zumar: 33) :

Terjemahnya :

dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.

Prinsip kejujuran yang ditegaskan dalam ayat ini memberikan tuntunan bahwa seorang manajer hendaknya selalu menjunjung kebenaran dan kejujuran. Kejujuran dan kebenaran akan membawa manusia benar-benar mampu mencapai pada derajat ketaqwaan.. Sedangkan ketaqwaan adalah taraf tertinggi bagi orang yang beriman.

3. Amanah (Q.S. An-Nisa’: 58):

Terjemahnya:

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat.

Prisip ini akan mendasari bagi manajer untuk melaksanakan tugas tanpa ragu-ragu, dan justru akan menimbulkan perasaan penuh tanggungjawab dan dedikasi serta mengerahkan seluruh potensi yang ada pada diri mereka demi kemajuan lembaga yang dipimpinnya.

4. Adil (Q.S Al-Maidah :8):

Terjemahnya :

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu Jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Sifat ini akan mendasari pada pengambilan keputusan akan selalu mencerminkan sikap adil, baik adil dalam menimbang, menyampaikan mahupun melaksanakan.

5. Tanggungjawab (Q.S al-Baqarah :286):

Terjemahnya:

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): “Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulab penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir.”

Sifat tanggungjawab akan melahirkan prinsip bahwa seorang manajer alam setiap sepak-terjangnya akan dimintai pertanggung-jawaban. Pertanggung- jawapan ini bukan hanya dihadapan manusia, tetapi dihadapan Allah swt.

6. Dinamis (Q.S. Ar~Ra’du: 10) :

Terjemahnya:

“sama saja (bagi Tuhan), siapa diantaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan Ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari;.

Ayat ini mengandung prinsip bahwa sistem manajemen merupakan sistem yang dinamis bukan statis. Dinamika tersebut selalu diarahkan kepada pencapaian tujuan.

7. Praktis (Q.S. A1 ‘Ashr : 1-3):

Terjemahnya:

demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengeijakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Bahwa dalam pelaksanaannya, management yang diterapkan dalam lembaga harus aplikatif. Aplikasi ini pada dasamya merupakan implementasi keimanan seorang muslim dalam bentuk amal sholeh.

Kinerja kepala sekolah dalam hal ini harus ditunjukkan dengan membuat langkah-langkah agar tujuan bisa tercapai dengan efektif dan eflsien. Sehubungan dengan hal ini kepala sekolah yang efektif dalam pelaksanaan otonomi sekolah dapat dilihat dengan kriteria sebagai berikut :  

  1. Mampu memberdayakan guru-guru untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan baik, lancar dan produktif.
  2. Dapat menyelesaikan tugas dan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
  3. Mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sehingga dapat melibatkan mereka secara aktif dalam rangka mewujudkan sekolah dan pendidikan.
  4. Berhasil menerapkan prinsip kepemimpinan yang sesuai dengan tingkat kedewasaan guru dan pegawai lain di sekolah.
  5. Bekerja dengan tim manajemen.
  6. Berhasil mewujudkan tujuan sekolah secara produktif sesuai dengan ketentuan sekolah yang telah ditetapkan.

Faktor Penentu Suksesnya Kepemimpinan Kepala Sekolah

Stoner (Qomari: 102) menekankan ada bebeberapa hal yang harus difungsikan oleh setiap manajer, tenu saja termasuk kepala sekolah, bila ingin sukses dalam melakukan tugasnya walaupun kesemuanya itu sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik SDM mahupun yang non SDM.

Kepala sekolah diharapkan dapat bekerja melalui orang lain. Dalam hal ini kepala sekolah harus memahami berbagai unsur yang dengannya harus dijalin hubungan baik, seperti atasan, baik langsung mahupun tidaklangsung dan dengan berbagai pihak diluar sekolah yang terkait. Tentu saja yang dimaksud adalah berkenaan dengan sumber daya manusia yang dalam hal ini termasuk para guru, siswa, staff, orang tua siswa, dan lain-lain.

Hal yang tidak kalah penting bahwa Kepala sekolah bertanggungjawab atas segala yang teijadi di lingkungan sekolahnya, maksudnya bahwa keberhasilan dan kegagaian yang teijadi di sekolah baik yang disebabkan oleh dirinya maupun yang dilakukan oleh staff atau bawahan harus dipertanggungjawabkan oleh kepala sekolah. Atau sekurang-kurangnya, setiap kejadian oleh siapapun yang ada kaitannya dengan sekolah, maka kepala sekolah turut mempertanggung- jawabkannya. Jadi kepala sekolah memang harus jeli dan cermat, tidak boleh bersikap “easy going”.

Kepala sekolah dengan fasilitas yang ada harus mampu mengatur dan mengarahkannya sehingga dapat mendorong tercapainya tujuan. Bila dirasa perlu, kepala sekolah hams melakukan kajian secara cermat untuk membuat skala prioritas dan berbagai rencana yang telah disusun untuk disesuaikan dengan kemampuan yang ada saat itu.

Kepala sekolah hendaknya mampu berfikir analitik dan konseptual. Dalam memecahkan berbagai persoalan yang muncul, kepala sekolah tidak tepat bila sekedar melakukan langkah sporadic dan secara spontan saja. Dalam hal-hal tertentu berbagai persoalan yang muncul harus dianalisis secara mendalam untuk kemudian diberikan langkah penyelesaian yang komprehensif berdasarkan suatu konsep atau teori. Kendatipun begitu, kebijakan ini hendaknya realistis dan juga operasional.

Demikian uraian singkat tentang karakteristik kepala sekolah yang bisa diharapkan, yaitu kepala sekolah yang tangguh, cerdas dan berkepribadian, visioner dan memiliki etos Fastabiqul Khairat. Yaitu seorang manajer lembaga pendidikan yang mampu memobilisasi, mengkoordinasi dan memberdayakan seluruh sumberdaya yang ada atau yang harus diadakan untuk mencapai tujuan sekolah atau untuk memenuhi kebutuhan sekolah.

Referensi :

Azhar S. 2016. Kepemimpinan Kepala Sekolah Efektif (Perspektif Pendidikan Islam) di http://journal.uin-alauddin.ac.id (diakses 26 Desember 2020).

 “Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain” (HR. Bukhori)

Kunjungi Youtube #UIS_Channelhttps://www.youtube.com/c/UndangImanSantosa/


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here