STOP BULLIYING

0
25
Spread the love

Oleh : Safa’atun
(Guru SMKN 1 Cikalongkulon)

Pembaca mungkin pernah mendengar entang kasus bulliying, atau mungkin diantarakita pernah memiliki sebuah pengalaman yang berkenaan dengan istilah bulliying? Bulliying dapat terjadi disekitar kita baik disadari atau tidak. Mengkhawatirkannya masalah sosial ini jika diabaikan dapat memiliki dampak yang sangat fatal pada mental seseorang. Kemudian bagaimana jika kasus bulliying ini terjadi di lingkungan sekolah?

Pengertian Bulliying

Bullying dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai “penindasan/risak” merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus. Bulliying dapat terjadi di rumah, tempat kerja, masyarakat,  komunitas virtual juga di sekolah, dalam konteks school bullying atau bullying di sekolah. Riauskina, Djuwita, dan Soesetio (2005) mendefinisikan school bullying sebagai perilaku agresif yang dilakukan berulang-ulang oleh seorang atau sekelompok siswa yang memiliki kekuasaan, terhadap siswa atau siswi lain yang lebih lemah, dengan tujuan menyakiti orang tersebut. Bullying dapat dikelompokkan ke dalam 6 kategori yaitu pertama kontak fisik langsung seperti tindakan memukul, mendorong, menggigit, menjambak, menendang, mengunci seseorang dalam ruangan, mencubit, mencakar, juga termasuk memeras dan merusak barang yang dimiliki orang lain. Kedua, kontak verbal langsung yaitu tindakan mengancam, mempermalukan, merendahkan, mengganggu, memberi panggilan nama (name-calling),sarkasme, merendahkan (put-downs), mencela/mengejek, mengintimidasi, memaki, menyebarkan gosip. Ketiga, perilaku non-verbal langsung yaitu tindakan melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, mengejek, atau mengancam; biasanya disertai oleh bullying fisik atau verbal. Keempat, Perilaku non-verbal tidak langsung seperti tindakan mendiamkan seseorang, memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak, sengaja mengucilkan atau mengabaikan, mengirimkan surat kaleng. Kelima, Cyber Bullying yaitu tindakan menyakiti orang lain dengan sarana media elektronik (rekaman video intimidasi, pencemaran nama baik lewat media social) . Keenam, pelecehan seksual , yang kadang tindakan pelecehan dikategorikan perilaku agresi fisik atau verbal.

Dampak Bulliying

Dampak bullying dapat mengancam setiap pihak yang terlibat, baik anak- anak yang di-bully, anak-anak yang mem-bully, anak-anak yang menyaksikan bullying, bahkan sekolah dengan isu bullying secara keseluruhan. Bullying dapat membawa pengaruh buruk terhadap kesehatan fisik maupun mental anak. Pada kasus yang berat, bullying dapat menjadi pemicu tindakan yang fatal, seperti bunuh diri dan sebagainya. Dampak dari bullying adalah:

  1. Dampak bagi korban.

Depresi dan marah, rendahnya tingkat kehadiran dan rendahnya prestasi akademik siswa. Menurunnya skor tes kecerdasan (IQ) dan kemampuan analisis siswa.

  • Dampak bagi pelaku.

Pelaku memiliki rasa percaya diri yang tinggi dengan harga diri yang tinggi pula, cenderung bersifat agresif dengan perilaku yang pro terhadap kekerasan, tipikal orang berwatak keras, mudah marah dan impulsif, toleransi yang rendah terhadap frustasi. Memiliki kebutuhan kuat untuk mendominasi orang lain dan kurang berempati terhadap targetnya. Dengan melakukan bullying, pelaku akan beranggapan bahwa mereka memiliki kekuasaan terhadap keadaan. Jika dibiarkan terus menerus tanpa intervensi, perilaku bullying ini dapat menyebabkan terbentuknya perilaku lain berupa kekerasan terhadap anak dan perilaku kriminal lainnya.

  • Dampak bagi siswa lain yang menyaksikan bullying (bystanders).

Jika bullying dibiarkan tanpa tindak lanjut, maka para siswa lain yang menjadi penonton dapat berasumsi bahwa bullying adalah perilaku yang diterima secara sosial. Dalam kondisi ini, beberapa siswa mungkin akan bergabung dengan penindas karena takut menjadi sasaran berikutnya dan beberapa lainnya mungkin hanya akan diam saja tanpa melakukan apapun dan yang paling parah mereka merasa tidak perlu menghentikannya

Roots Indonesia dan Program anti perundungan dan kekerasan di sekolah

Berdasarkan kepriharinan masih banyaknya kasus bulliying khususnya di sekolah, maka Pemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Ristek dan Teknologi (Kemendikbud) bekerjasama dengan UNICEF Indonesia mengadakan program ROOTS Indonesia, yaitu suatu program anti perundungan dan kekerasan yang berbasis sekolah. Program ini merupakan replikasi dari program roots sebelumnya yang telah diselenggarakan oleh UNICEF. Program ROOTS mengedepankan perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif dan membangun iklim sekolah yang aman dan bersahabat. Realisasi dari program ini adalah diaali adanya Pendekatan Diskusi Terpumpun (DKT) kepala sekolah  yang kemudian menunjuk calon fasilitator guru untuk mengikuti diklat Roots. Pada tahun ini sekolah penggerak dan SMK PK (Pusat Keunggulan) mendapat prioritas awal mengikuti program ini, termasuk diantaranya SMKN 1 Cikalongkulon. Kegiatan diklat untuk fasilitator guru SMK ini telah dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus sampai dengan 28 September 2021 lalu. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan pemilihan agen-agen perubahan yang terdiri dari siswa siswi yang sebelumnya telah diranking melalui sistem.  Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak agen-agen perubahan yang nantinya dapat menjadi subyek untuk menjalankan program dan kampanye anti bulliying di lingkungan sekolah dan di media sosial.

Masih tingginya kasus bulliying ini sehingga isu perundungan masih menjadi  prioritas dan melibatkan berbagai pihak utuk bersama-sama mencegah dan menanggulanginya. Bahkan, tercatat selama pandemi COVID-19 aksi perundungan juga masih terjadi di ruang-ruang digital. Semoga melalui program ROOTS ini dapat membantu percepatan penanganan bullying untuk menciptakan iklim sekolah yang aman, nyaman dan bersahabat.

https://www.kemenpppa.go.id/lib/uploads/list/8e022-januari-ratas-bullying-kpp-pa.pdf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here