Spread the love

Oleh : Hendra Sumantara,S,Pd
( Kasubag Tata Usaha SMKN 13 Kota Bekasi)

Desember 2019 dunia dikejutkan oleh wabah penyakit kerusakan saluran pernafasan yang berasal dari Provinsi Wuhan Tiongkok,korban yang tidak terselamatkan berjatuhan,yang memerlukan perawatan tidak tertampung lagi oleh rumah sakit yang ada di provinsi itu.Tenaga medis yang tersedia tidak dapat menangani karena jumlahnya kurang,sehingga banyak pasien yang tidak tertangani.Untuk mengatasi hal tersebut sehingga Negara Tiongkok membangun rumah sakit yang dibangun dalam waktu 10 hari.Tenaga medis didatangkan dari provinsi lainnya.

Wabah tersebut disebabkan oleh organisme  ultra mikroscopis  yang disebut dengan Virus Corrona ( Covid-19 ) yang awal media penyebarannya (katanya) adalah daging kelalawar yang disantap oleh penduduk Provinsi Wuhan tersebut yang selanjutnya ditularkan oleh manusia itu sendiri lewat pernapasan,air liur,ingus dsb.

Untuk menghindari penyebaran penyebaran COVID-19,beberapa Negara melakukan lockdown atau PSBB (Pembatasan Sosial Berskla Besar). Indonesia adalah Negara yang melakukan kebijakan PSBB pada bulan Maret 2020.Pemberlakuan PSBB oleh pemerintah Indonesia berdampak pada beberapa aspek diantaranya dunia pendidikan.

Akibat pemberlakuan PSBB pada bulan Maret 2020,kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara online atau daring.termasuk kegiatan pembelajaran di SMKN 13 Kota Bekasi.Siswa belajar di rumah dengan membuka bahan pembelajaran yang di share oleh guru mata pelajaran dengan diatur waktunya.Begitu juga pelayanan aqdministrasi dan pembuatan dokumen oleh tata usaha SMKN 13 Kota Bekasi dilaksanakan secara WFH ( Work From Home).

Setelah beberapa bulan kemudian kebijakan PSBB dari pemerintah diganti dengan kebijakan New Normal,boleh melakukan aktifitas di luar rumah asal menerapkan protocol kesehatan yaitu 5 M ;

  1. Menggunakan Masker
  2. Mencuci Tangan
  3. Menjaga Jarak
  4. Menghindari Kerumunan
  5. Mengurangi mobilitas

Oleh karena itu SMKN 13 Kota bekasi mulai melaksanakan kegiatan yang sifatnya tatap muka,kecuali pembelajaran yang masih menggunakan system Daring ( belajar di rumah).

Kegiatan tatap muka yang dilaksanakan pada masa new normal diantaranya,rapat dengan orang tua,kegiatan PPDB,kegiatan rapat dinas, pengambilan ijazah dan transkrip nilai dsb.Untuk menjaga kegiatan tatap muka sesuai dengan protocol kesehatan maka SMKN 13 Kota Bekasi membentuk Satuan Tugas ( SatGas) COVID-19. Tugas SatGas Covid-19 SMKN 13 Kota Bekasi bertugas untuk mengatur dan mengawas kegiatan tatap muka yang akan dilaksanakn sesuai dengan protocol kesehatan serta melaksanakan program vaksinasi bagi tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan SMKN 13 Kota Bekasi.Oleh Karena itu alur pelaksanaan kegiatan tatap muka yang akan dilakukan oleh sekolah harus mendapat persetujuan dari satgas.

Adapun susunan pengurus Satgas Covid-19 terdiri dari :
Penanggung Jawab : Kurniawan,S.Pd ( Kepala Sekolah )
Pengarah : Hendra Sumantara,S.Pd ( Kasubag Tata Usaha)
Ketua : Edy Sugianto
Anggota :

  1. Lyanthynova Gloria Blesca Putri
  2. Nurul Atikah
  3. Shelly
  4. Ahmad Faisal Amin
  5. Ahmad Faisal

Demikian sekilas tentang SatGas Covid-19 SMKN 13 Kota Bekasi semoga tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan.Terimakasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here