RUANG TEMU DAN PISAH

0
256
Spread the love

Oleh Diana Mahasti
(Siswi SMKN 1 Cikalongkulon)

Pagi ini hari begitu cerah, mentari seakan tersenyum kepada penghuni bumi.

Aku langkahkan kakiku dan mulai melangkah ke tempat di mana aku akan beraktivitas hari ini, dengan senyuman yang tak pernah luntur kuperlihatkan. rumput yang begitu segar menyambut pagiku dengan riangnya bergoyang mengikuti semilir angin yang bertiup kencang di udara, sesampainya aku di tempat itu aku bertemu dengan teman-temanku, segera saja menjalankan pekerjaanku seperti biasanya, dengan senyum yang mengembang dan hati yang riang, cape pasti saja aku rasakan, tetapi dengan tertawa bersama-teman seakan sudah menjadi obat penghilang penat.

Selain itu, banyak sekali hal yang tak kuduga hari ini, hari di mana bahagia dan sakit bersatu dalam satu hari, entahlah hati ini terlalu labil untuk mengerti tentang perasaan itu, apakah ini yang sering orang lain ceritakan tentang pahit manisnya kehidupan menuju pendewasaan, sungguh menjadi dewasa tidak seindah apa yang aku bayangkan.

Tak pernah kusangka ruang temuku dengannya akan menjadi perpisahan pula dengannya, sebelumnya hati ini tak pernah sebimbang hari ini, tapi entah mengapa hari ini terus saja gelisah dan merasa bimbang, tak pernah sebelumnya merasakan seresah ini, merasa stres dan bergelut dengan pikiran sendiri memang membuat emosi menjadi tidak stabil dan mudah emosi, prakerin yang sebentar lagi selesai, masalah hidup yang pasti ada, dan memikirkan laporan yang tak kunjung selesai dibuat.

Dan bodohnya mengapa hanya memikirkan nya saja sudah serumit itu, bahkan jika dilakukan dengan perasaan yang stabil tidak sekacau ini. Hanya membuat susah sendiri,  Sudahlah tempat itu dan ruang itu, akan menjadi bagian cerita dalam perjuanganku selama 3 bulan ini. Terima kasih sudah memberiku banyak sekali pelajaran tentang hidup hari ini, banyak sekali yang aku pelajari dan yang dapat aku perbaiki.

Kesimpulannya hanya janganlah mempersulit diri untuk meyusahkan diri sendiri, hanya dengan menjalani, syukuri dan nikmati. Itu akan menjadi lebih gampang untuk memeperbaiki kualitas diri. Terima kasih untuk hari ini, kau telah memberiku nikmat, cerita pendewasaan, hal hal yang tak pernah aku tahu  dan pelangi baru dihidupku,  untuk matahari tetaplah bersinar di pagi hingga siang hari teruslah tersenyum kepada para penghuni bumi, dan untuk hujan turunlah di malam hari agar pagi hariku selalu indah dan segar berkatmu. Langit tetaplah menjadi indah di siang dan malam hari, dan tanah tetaplah menjadi kuat agar aku bisa tetap berpijak dan melangkah sejauh apapun demi masa depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here