RINDU TAK BERUJUNG
Oleh Eli Herliawati, SH, MM.
Guru SMKN 1 Cikalongkulon

0
119
Spread the love

Dalam setiap kehidupan manusia sudah tidak bisa kita pungkiri, bahwa dalam kehidupan itu ada beberapa kenyataan yang harus kita hadapi. Ada kesedihan, tentu ada pula kegembiraan. Ada pertemuan ada pula perpisahan.  Ada siang ada juga malam. Dan ada kelahiran ada pula kematian. Inilah yang penulis rasakan, karena merasa kehilangan seseorang yang sangat kita cintai karena kematian.

Ya Allah, bukan berarti hamba tidak bisa menerima takdir ini Ya Rabb, tapi mungkin wajar   juga bila seorang anak merasa kehilangan sosok ibu yang telah meninggalkan  dunia ini kurang lebih satu tahun setengah. Beliau adalah sosok ibu yang penuh kasih sayang. Setiap menit, setiap detik, wajahmu, kasih sayang yang pernah beliau berikan kepada penulis,semakin melekat dalam ingatan ini. Sosok mu tidak akan pernah tergantikan. Kadang penulis ,merasa Almarhumah masih ada, karena kebetulan tempat tinggal kami berbeda daerah. Kadang tanpa penulis sadari, penulis sering membuka telepon selular dan menelepon no yang disitu tertulis no ibu. Dan  seketika hati tersentak dan sadar bahwa ibu sudah tidak ada di dunia ini.

Kepergianmu yang sungguh tidak diduga, membuat hati ini ingin menjerit, dan tumpahlah air mata ini. Air mata penyesalan, yang mengingatkan pada dosa-dosa yang telah penulis perbuat pada Almarhumah ibu. Maafkan anakmu Ibu, bila telah dan sering membuat hatimu sakit hati. Maafkan anakmu Ibu, bila karena  perkataanku membuatmu bersedih dan mengeluarkan air mata. Maafkan anakmu Ibu, yang belum bisa membuatmu bahagia. Ingin rasanya mengulang kembali saat itu, ketika sosok Ibu masih ada di dunia ini. Tapi itu tidak akan mungkin terjadi, karena sosok itu telah ada di pangkuan Ilahi Rabbi. Ya Allah, maafkan dosa-dosa hamba Mu ini, yang telah menyakiti hati kedua orang tua hamba. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kedua orangtua hamba, dan tempatkanlah mereka di tempat terindah Mu. Hanya Engkau lah yang Maha Pengampun dan hanya Engkaulah Yang Maha mengabulkan segala doa-doa.

Untukmu Ibu, kebaikan dan kasih sayangmu selalu terbayang dalam ingatan. Kasih sayang yang tidak menginginkan balas jasa telah engkau berikan kepada anak-anakmu. Tidak ada kasih sayang setulus seorang ibu kepada anaknya, karena seorang ibu tidak akan menjual kasih sayang kepada anakny dan menuntut anaknya untuk membayar kasih sayang bdan pengorbanannya dengan sejumlah uang.Karena seorang ibu itu memberikan kasih sayang yang tulus agar anak-anaknya bahagia selalu. Mungkin, secara tidak disadari, seorang ibu yang renta karena usia semakin senja akan selalu memberikan kasih sayang yang tulus kepada anak-anaknya, walaupun anak-anaknya juga sudah beranjak dewasa. Karena seorang ibu akan selalu memperlakukan anak-anaknya seperti anak kecil yang tidak bisa berbuat apa-apa. Itulah yang penulis rasakan, karena walaupun penulis mungkin sudah tidak muda lagi, tapi perhatian dan kasih sayang dari sosok ibu pernah penulis rasakan ketika Almarhumah ibu masih ada. Penulis sering ditanyakan kabar lewat telepon seluler, penulis sering diingatkan untuk selalu makan teratur, dan bahkan apabila almarhumah ibu datang  ke tempat tinggal penulis, beliau sering memasak dan menyediakan makanan yang penulis sukai, padahal itu tidak diminta oleh penulis, mengingat almarhumah ibu sudah usia senja, yang membutuhkan banyak istirahat, tapi almarhumah ibu tidak mengindahkannya, beliau tetap memasak makanan apa yang disukai oleh anak-anak dan cucu-cucunya. Kehangatan dan perhatiannya yang tulus itulah yang selalu dirindukan

Ibu, semoga engkau tenang di alam sana. Ya Allah Ya Rabb, hapuskanlah segala dosa-dosa ibu hamba, tempatkanlah di tempat terindah Mu. Maafkan segala kesalahan anak-anakmu Ibu, kami merindukanmu Ibu…..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here