PULIHKAN PENDIDIKAN SEBAGAI MOTIVASI DI HARI GURU NASIONAL (HGN)

0
18
Spread the love

Oleh Ai Ratnasari, M. Pd.
Guru SMKN 1 Cikalongkulon

Momentum peringatan Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh pada hari Kamis, 25 November 2021 merupakan hari ditetapkan HGN keputusan pemerintah nomor 78 tahun 1994 (dilansir dari kompas.com). Sejarah panjang hingga setiap tahunnya rakyat Indonesia memperingati HGN sebagai apresiasi untuk megenang  jasa-jasa perjuangan guru-guru terdahulu bagaimana perjuangan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dalam mengupayakan pendidikan untuk memberikan pendidikan yang layak bagi masyarakat Indonesia sejak zaman colonial Belanda. Saat ini rakyat Indonesia dapat menempuh pendidikan dengan rasa nyaman dan bebas dari tekanan penjajahan itu tidak lepas dari perjuangan guru-guru masa lampau yang berjuang memberikan akses pendidikan baik dalam maupun luar negeri.

Mengamati perjalanan hingga detik ini bagaimana bangsa ini sempat terpuruk dengan dunia pendidikan merebaknya wabah virus Corona yang menghambat lajunya pendidikan cukup membuat para pelaku pendidikan sejenak termenung bagaimana pendidikan dapat berjalan saat virus korona merajalela di negeri ini. Pembelajaran mengalami babak baru dengan dilakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang keefektifannya sangat jauh dari target pencapaian kurikulum. Namun, berbagai cara maupun strategi  ditempuh untuk dapat mengoptimalkan pendidikan itu sendiri. Munculnya desain-desain pembelajaran yang dapat dipakai dalam menyiasati berlangsungnya pembelajaran pun bermunculan. Terciptanya aplikasi-aplikasi serbag digital yang kini marak digunakan sebagai media penunjang terlaksananya suatu pembelajaran. Guru maupun siswa sebagai elemen yang melakukan pembelajaran dituntut harus mengikuti perkembangan yang ada. Keduanya harus bersinergi dan melakukan pembaharuan untuk dapat bergerak memajukan pendidikan sejatinya belajar merupakan hal yang mutlak adanya dan dilakukan secara kontinu bagi pembelajar baik siswa maupun guru.

Tema yang diusung tahun ini dalam peringatan Hari Guru Nasional (HGN) yakni “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”. Meskipun baying-bayang virus korona masih belum usai namun, pendidikan harus tetap berjalan saat ini pembelajaran di sekolah-sekolah secara bertahap mulai menjalani aktivitas pembelajaran meskipun belum 100% karena perkembangan virus korona masih menjadi perhatian dan belum sepenuhnya sirna. Atas pertimbangan itu Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) pun ditempuh sebagai alternatif dilaksanakannya tatap muka di masa pandemi. Saat ini para pendidik di seluruh pelosok negeri sedang berupaya membangkitkan semangat belajar siswa-siswinya yang sempat membuat mereka dininabobokan wabah virus Corona. Bagaimana para guru memberikan penguatan kepada siswa-siswinya perihal belajar yang menjadi kewajiban mereka (siswa) harus difokuskan meskipun pandemic sempat mengentikan proses pembelajaran secara tatap muka, hal inilah saat ini perjuangan para guru di seluruh negeri sedang memulihkan pendidikan agar keinginan belajar itu kembali sebagaimana mestinya.

Peringatan HGN ini diharapkan menjadi secercah harapan untuk kebangkitan dunia pendidikan sesuai temanya pada peringatan HGN ini para guru harus memiliki kepekaan dalam hati untuk mengajar dengan sepenuh hati. Program-program pendidikan yang tanpa henti diluncurkan untuk menopang laju pendidikan diujicobakan sebagai langkah yang harus ditempuh dalam memajukan dunia pendidikan. Menghadapi mental para siswa secara psikis saat ini menjadi tugas utama guru-guru yang seyogyanya menjadi elemen paling menentukan untuk mengenal lebih dalam karakteristik dari peserta didik lebih mengutamakan kepentingan para siswa agar mereka memiliki rasa nyaman dan termotivasi untuk belajar mengikuti petunjuk/arahan guru-guru.

Logo Hari Guru Nasional menggambarkan semangat belajar yang tetap menyala di tengah kondisi pandemi, yakni:

  1. Elemen-elemen desain yang terdiri dari figur pak guru, bu guru, serta siswa dan siswi digambarkan memakai masker, terlihat ceria dalam menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
  2. Pemanfaatan teknologi digambarkan dengan simbol laptop, telepon seluler, wifi, dan aplikasi telekonferensi.
  3. Bentuk hati menggambarkan seluruh komponen pendidikan bersinergi menciptakan semangat belajar yang merdeka dan penuh cinta untuk memberikan hasil yang terbaik untuk dunia pendidikan di Indonesia.

(kompas.com).

Sesuai tema yang telah ditetapkan diharapkan apabila semua dimulai dari hati yang tulus, bagaimana para guru mengajar. Mengayomi siswa dengan sepenuh hati. Memberikan pelayanan yang maksimal dengan dilandasi hati yang ikhlas senantiasa mengutamakan hak para siswa mendapatkan pengajaran yang terbaik. Dan memerhatikan kebutuhan siswa dan peka terhadap apa yang menjadi keinginan siswa sebagai bentuk kasih sayang guru terhadap siswanya. Sehingga apabila setiap hati para pendidik memberikan keutuhannya dalam memberikan perhatian secara penuh bukan hal yang mustahil pendidikan di negeri ini akan pulih secara cepat dan wajah pendidikan Indonesia akan cerah kembali dan siap menyongsong menuju Indonesia baru dengan pendidikan yang lebih baik lagi dengan semangat yang dimiliki guru-guru di seluruh Indonesia yang berupaya memberikan energinya secara menyeluruh, baik waktu, tenaga, dan pikiran mereka (guru) untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa yang mereka butuhkan adalah sentuhan-sentuhan para guru yang berhati emas yang akan mengantarkan mereka menempuh pendidikan menjadi lulusan terbaik di negeri ini dengan karakter yang mereka miliki sebagai generasi muda yang berakhlakul kariman lahir dan batin. Aamiin ya robbal alamin.

Cianjur, 24 November 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here