PESONA CEU ROMLAH, TONTONAN JAGA IMUN

0
48
Spread the love

Yayah Rokyah, S.Pd ( pengajar SMKN 1 C ikalongkulon )

Kali pertama mengenal sosoknya, saat kali pertama pula menemukan chanelnya di youtube tanpa penulis sengaja. Tak terasa seiring berjalannya waktu dibanyak jeda wfh, penulis mulai mengikuti setiap kisahnya yang dikemas dengan sederhana namun memesona, sarat makna, penuh manfaat disaat kita dituntut untuk jaga imun demi memerangi keberadaan Covid -19.

Memiliki sistem kekebalan tubuh kuat merupakan keinginan semua orang. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, kita harus mampu menjaga serta meningkatkan imun agar tidak terinfeksi virus Corona -19 yang kini masih menjadi hal yang sangat menakutkan. Menurut National Sleep Foundation, seorang manusia dewasa setidaknya membutuhkan waktu untuk tidur selama kurang lebih 7-9 jam dalam sehari. Oleh karena itu, istirahat yang cukup merupakan cara simple saat proses meningkatkan imun tubuh.

Cara meningkatkan imun tubuh yang paling penting untuk dilakukan adalah mengelola stres dengan baik. Karena, jika tidak hal itu dapat memicu adanya produksi hormon kortisol dalam jumlah besar. Ketika hormon kortisol tinggi, maka sistem imun dapat melemah. Dalam mengelola stres, kita bisa melakukan berbagai hal, seperti olahraga ringan, aktif bersosialisasi bersama sanak saudara dan rekan kerja walaupun hanya melalui telepon genggam atau beraktifitas dengan hobi kita seperti bertanam dan menonton di rumah saja.

Menonton di rumah saja, itu yang akhir – akhir ini penulis lakukan. Penelusuran tontonan inilah hingga penulis mengenal sosok Ceu Romlah. Bahagia itu sederhana dan sangat murah kedua hal itulah yang ditemukan pada karakter Ceu Romlah yang terkonsep dalam film pendek berbahasa sunda penuh guyonan dengan durasi singkat namun selalu berkesan di setiap akhir kisahnya. Hati mulai terpaut.

Ceu Romlah tampil sebagai salah satu tokoh dengan perwatakan khasnya dalam sebuah cerita. Menurut Jones dalam Nurgiyantoro ( 1995 : 165 ) penokohan adalah pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita. Menurut Sudjiman ( 1988 : 22 ) watak adalah kualitas nalar dan jiwa tokoh yang membedakannya dengan tokoh lain.

Satu kata untuk sosoknya, sosok humoris. Karakter humoris yang melekat mampu membuat suasana hati siapapun yang mengikuti tampilan sikap dan ucapnya terbawa suasana tanpa bisa menahan senyum dan tawa serta terhibur sekaligus terdidik. Dengan karakter humorisnya sosok Ceu Romlah tampil sebagai pribadi yang menyenangkan dan ngangenin orang lain. Penuh kesederhanaan, tampilan penuh kepolosan dengan tutur sapa bahasa dan dialek sunda yang kental nenambah rasa tak terbatas dan seakan penulis ada dalam setiap tema kisahnya.

Mengembangkan karakterisasi tokoh yang ada dalam sebuah cerita, menjadi seorang individu yang menarik dan believable merupakan hal yang jauh lebih penting daripada alur atau plot. Sebab seklise apapun cerita yang dibuat, jika karakternya menarik, penonton akan terus mengikuti jalan ceritanya.

Hati yang gembira dan perasaan yang terbahagiakan, disebut salah satu yang bisa meningkatkan imunitas tubuh. Imunitas tubuh sangat diperlukan saat pendemi virus corona saat ini. Imunitas tubuh yang kuat diyakini bisa melawan virus yang masuk dalam tubuh. Dilansir dari Psych Central, para peneliti telah menemukan banyak bukti bahwa emosi yang positif meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sedangkan sebaliknya, emosi yang negatif dapat menurunkannya.

Contohnya , kelompok orang yang merasakan kesepian, kemarahan, trauma, dan masalah hubungan, tampaknya memerlukan waktu lebih lama untuk sembuh dari penyakit. Sementara kelompok orang yang bersenang – senang dengan teman dan keluarga terlihat memiliki imunitas lebih baik.

Pada dasarnya, daya tahan tubuh atau imun memiliki peran yang sangat penting, yaitu menjaga kesehatan tubuh dan mencegah infeksi penyebab penyakit. Maka dari itu, penting untuk selalu menjaga daya tahan tubuh dengan baik. Sepenggal kisah di atas hanyalah merupakan pengalaman yang penulis alami dan rasakan. Tentunya Andapun memiliki banyak kisah atas banyak pengalaman selama kita dituntut untuk cenderung lebih sering di rumah saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here