Perkawinan pada Pasangan Usia Dini

0
81
Spread the love

Oleh Karisma Yunita
Siswi Kelas XI OTKP 1 SMKN 1 Cikalongkulon

Umumnya pernikahan itu pada usia 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki. Namun, yang terjadi saat ini meski usia mereka dibilang masih dini, mereka sudah berkeluarga dan memiliki anak.  Semua itu berawal dari pacaran, karena ketika kita sudah pacaran pasti ada saja yang selalu mengikuti dan mengiakan permintaan sang kekasih, tanpa disadari kita melakukan hal yang seharusnya tidak terjadi.

              Saat ini  banyak sekali remaja yang menikah diusia dini, ada dua alasan dari pasangan itu sendiri, sebagian mereka menikah karena kesalahan dalam hubungan mereka yang terlalu bebas, tanpa ada aturan dan yang lainnya, bahkan ada juga alasan yang lebih memilih menikah dibandingkan melanjutkan study dan karena faktor yang lainnya makanya lebih memilih menikah.

              Diusia mereka yang seharusnya belajar di sekolah namun, karena keinginan mereka yang tidak memikirkan bagaimana ke depannya malah memilih hal yang seharusnya belum waktunya untuk diwujudkan. Apa yang mereka pikir sekarang adalah menikmati apa yang ingin dilakukan, padahal jika dipikir kedepannya semua itu akan menjadi penyesalan yang sangat abadi. Kenapa begitu, karena ketika semua sudah terjadi penyesalan terbesar itu hadir dan disitu kita pasti sadar dengan apa yang dilakukan sebelumnya bahkan bisa saja menghantui kita.

              Tetapi itu semua tidak akan terjadi jika kita berpikir apa yang akan terjadi ke depannya dan tidak terlalu tergoda dengan nikmat yang sesaat. Semua kenikmatan yang sesaat itu bisa dihindari jika kita memiliki iman yang sangat kuat, ketika iman kita kuat maka kita akan berpikir kalau kita melakukannya selain karena dosa ya karena kita ingat masa depan kita dan impian kita.

               Bahkan ketika kita ingat dengan kedua orang tua kita, mungkin itu tidak akan pernah terjadi karena kita pasti ingat bagaimana perjuangan kedua orang tua kita dan bagaimana nantinya jika orang tua tahu kalau kita melakukan kesalahan yang membuat nama baik mereka tercoreng karena hal yang sangat melanggar larangan dalam agama Islam.

              Semua itu juga bisa dihindari jika kita bisa memilih teman pergaulan kita dengan baik, memilih bukan berarti menjauhi teman yang gak baik, ada yang bilang jika kita bergaul dengan orang yang pintar dan rajin maka kita juga akan sama dengan teman sepergaulan kita namun, sebaliknya ketika kita bergaul dengan orang yang tidak baik maka kita juga akan memiliki sifat dari teman sepergaulan tersebut. Kecuali kita bisa membenah diri dengan baik agar tidak terbawa pergaulan yang tidak naik tersebut.

              Hidup itu bukan tentang sekarang saja namun, tentang bagaimana kedepannya kita akan seperti apa dan ingin menjadi seperti apa, jangan tergiur sedikit pun dengan kenikmatan sesaat yang dapat menghancurkan semuanya terutama impian terbesar kita dan orang tua kita yang akan kecewa atas kelakuan kita sendiri. tentunya semua itu juga kembali pada orang tua itu sendiri yang harus mendidik putra dan menjaga purinya dengan baik, terutama putrimu karena jika sudah terjadi maka semua akan menjadi penyesalan terbesar. Dan merasa sebagai orang tua kita kurang tegas dalam mendidik seorang anak.

              Kita sebagai orang tua jangan terlalu membebaskan putra maupun putrinya dalam bermain dan bergaul, pandai ah dalam memilih teman sepergaulan, karena terkadang ada saja yang ingin menjurumuskan kita pada lubang yang akan menghancurkan segalanya. jika memang memiliki pasangan kita juga harus bisa untuk tidak melakukan apa yang seharusnya tidak dilakuakan, sewajarnya saja kita bersikap saat di depan pasangan karena jika iman kita yang lemah bisa saja kita tergoda oleh rayuan dan bujukan setan yang seharusnya tidak terjadi malah terjadi.

              Pikirkan masa depanmu, kedua orang tuamu sendiri dan perkuat iman mu agar kita tidak goyah, terkadang orang yang menurut kita baik ternyata malah sebaliknya. gaya berpacaran pun jangan menuruti orang luar negeri karena agama mereka berbeda dengan agama kita yang jelas-jelas melarang pacaran karena mendekatkan diri pada zina.

              Pandailah menjaga mahkotamu jangan sampai semuanya direnggut karena terhasut oleh pasanganmu, kita kan gak tahu ketika kita sudah memberikan mahkota kita dan terjadi hal yang tidak diinginkan bahkan menghasilkan pembuahan, apa dia(laki-laki) akan bertanggung jawab atas apa yang dia perbuat? namun, ketika dia(laki-laki) bertanggung jawab pun belum tentu akan berjalan mulus seperti yang diharapkan, bisa saja berakhir di tengah jalan.

              Kenapa aku bilang begitu, karena itu terjadi pada temanku sendiri beberapa teman yang melakukan kesalahan dan menikah tidak berjalan mulus seperti yang mereka inginkan. Bahkan ada juga yang bercerai karena memang di usia seperti itu pasti belum ada kedewasaan dalam dirinya.

              Untuk kalian yang memiliki kekasih jangan sampai terjerumus seperti yang sudah terjadi kepada orang lain, kita harus pandai menjada kehormatan kita, nama baik keluarga bahkan yang terpenting demi masa depan kita yang sudah kita impikan. Untuk yang jomblo jangan bersedih tapi kalian aman dalam urusan untuk tidak berpacaran, tidak ada namanya pacaran yang sehat karena semuanya mendekatkan kita pada zina.

              Tahun yang berat harus dilalui dengan semangat yang kuat. Jalan yang panjang harus dilalui dengan mental pejuang. Jaga ambisi, teguhkan hati. Hal yang belum bisa didapat hari ini masih mungkin dikejar esok hari. Janngan cepat layu dan sia-sia. mewujudkan impian iitu memang sulit namun, jika kita terus berusaha dan ikhtiar maka kita akan bisa menggapainya walau ribuan kali gagal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here