PERBANYAKAN TANAMAN KOPI ROBUSTA SMK N 1 TEMANGGUNG MENGGUNAKAN STEK BATANG

0
280
Spread the love

OLEH INDI SUSIYAN, SP
GURU SMK N 1 TEMANGGUNG

Perbanyakan tanaman diperoleh dengan dua macam yaitu perbanyakan generatif dan perbanyakan secara vegetatif. Perbanyakan tanaman generatif akan memiliki sifat yang tidak sama dengan induknya sedangkan perbanyakan vegetatif akan memiliki sifat yang sama dengan induknya. Pada tanaman kopi diperbanyak melalui perabnyakan vegetatif untuk batang atas dan geberatif untuk batang bawah. Batang bawah diperoleh dari seedling kopi excelsa dan batang atas menggunakan robusta maupun arabika. Yang menjadi pusat artikel ini adalah kopi robusta yang mayoritas menjadi tanaman perkebunan masyarakat Temanggung. Stek batang pada kopi ini masyarakat Temanggung menyebutnya nyambung.

Batang bawah diperoleh dari perbanyakan generatif dari benih kopi excelsa yang yami gunakan adalah semaian benih yang diletakkan  di polybag. Pemilihan batang bawah kopi excelsa dikarenakan memiliki perakaran yang kuat, tahan hama dan penyakit dan  tahan kekurangan air. Namaun biji dari kopi excelsa ini dinilai memiliki aroma dan cita rasa yang kurang menarik dibanding jenis kopi lainnya. Batang atas yang digunakan adalah kopi robusta dengan klon mayoritas Tugu sari (TS) yang dinilai memberikan hasil panen yang banyak dan bebrapa klon BP. Namun bila bibit kopi yang ditanam hanya satu jenis klon saja  misalkan Tugu sari maka akan menghasilkan produksi yang fluktuatif oleh karena itu harus multi klonal sebab bunga pada kopi berumah satu namun memiliki kemasakan bunga jantan dan bunga betina yang tidak sama. Sehingga bila satu jenis saja akan menjadikan panen sedikit. Pemilihan batang atas harus jelas klonnya sehingga dalam pemeliharannya lebih mudah bila memiliki karakteristik tertentu, memudahkan dalam taksai dan jelas hasil panennya dari klon jenis apa.

Tinggi bibit yang akan disambung minimal 40 – 50 cm dengan besar diameter sama besarnya dengan  diameter pencil. Percobaan yang pernah kami lakukan adalah mencoba dengan menggunakan batang atas dan batang bawah dengan diameter yag sama, btang bawah lebih kecil dibanding batang atas dan batang atas lebih kecil dari batang bawah. Dari ketida sambungan stek batang yang ditempel ketiganya dapat hidup semua. Adapun persyaratan stek batang pada tanaman kopi adalah waktu stek/ sambung kopi awal musim penghujan. Dengan menggunakan alat pisau yang steril, kemudian dibalut dengan plastik es lilin dan diberi sungkup. Batang bawah dan batang atas tanaman kopi yang disambung ini harus menempel baik kedua belah sisi maupun salah satu sisi saja. Dengan sayatan tidak boleh melengkong atau nyendok dinama menyebabkan tidak menempel kedua kambium kopi excelsa dan robusta ini.

Saya diawal pembelajaran perbanyakan ini melakukan percobaan dari 22 tanaman kopi yang saya sambung ada 18 tanaman kopi yang dapat hidup dan 4 kopi mati. Hal pertama yang saya lakukan agar berhasil adalah teknik menyayat saya harus lurus dan bila dipegang tidak terasa ada lubang dengan demikian luas penampang kambium yang akan menempel semakin besar.

Batang bawah tadi di potong dengan ketinggian 30 cm kemudian dibelah ujung atasnya dan dipempel dengan sayatan batang atas di salah satu sisi bila ukurannya tidak sama namun bisa sama diameternya bisa ditempelkan kedua sisinya. Kemudian diikat dengan plastik es lilin, memangkas batang atas dengan menyisakan yang ada ketiak daunnya dan menyungkupnya. Itu adalah perbanyakan tanaman kopi secara stek yang kami lakukan di SMK N 1 Temanggung dipembibitan kopi SMK Negeri 1 Temanggung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here