PERAN GURU DARI MASA KE MASA

0
54
Spread the love

Oleh Hj. RENI HERMAYATI, S.Pd., M.Si.
Kepala Sekolah SDN Cihurip Cikalongkulon- Cianjur & Pengurus PGRI Kab Cianjur
Bidang Pengembangan Profesi.

Peradaban manusia dibangun melalui pendidikan. Pendidikan membentuk manusia menjadi manusia seutuhnnya, sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila dalam Visi dan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024:

Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif, dengan  muaranya adalah Tujuan Pendidikan nasional

 Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional terdapat dalam pasal 3 Undang-undang No. 20 Tahun 2003 yang berbunyi:

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”.

Dalam mewujudkan hal tersebut di atas tidak lepas dari peran penting seorang Guru, sehebat apapun Teknologi saat ini peran guru tetap tidak bisa tergantikan. Guru berperan sebagai pendidik dan pengajar untuk memaksimalkan setiap potensi dari peserta didik.

  1. Peran Guru di masa dulu

       Guru di masa dulu sebelum adanya pendidikan formal di Indonesia , sosok seorang guru sudah dikenal dikalangan masyarakat. Guru dianggap sebagai seseorang yang memiliki kebijaksanaan, kearifan, dan berpengetahuan luas. Guru juga dikenal mempunyai dedikasi tinggi dalam pengajaran. Pada masa itu guru lebih diidentikkan sebagai pemuka-pemuka agama. Guru mendidik dan mengajarkan ajaran-ajaran moral dan kepribadian kepada murid-muridnya di pusat-pusat pendidikan non-formal pada masa itu. Seperti pesantren, mesjid, kuil, ataupun wihara-wihara yang biasanya dijadikan sebagai tempat beribadah. Pada intinya tugas seorang guru pada masa itu bertujuan untuk membentuk karakter pribadi.

Sekarang Siapa saja yang lebih dewasa dapat mengajarkan sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan . Ki Hajar Dewantara bapak Pendidikan Indonesia salah satu ajarannya  adalah “ Setiap orang menjadi guru setiap rumah menjadi sekolah.” Mengintegrasikan ajaran beliau dengan  tujuan kurikulum 2013, maka setidaknya kita dapat mengambil dua pelajaran. Guru adalah siapa saja yang lebih dewasa dapat mengajarkan sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Kedua bahwa rumah hendaknya menjadi tempat bagi setiap anggota keluarga, khususnya anak – anak, untuk bisa memperoleh nilai sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan untuk kehidupan yang penuh makna di masa depan.

  • Peran Guru di Masa Pasca Proklamasi dan Reformasi

Setelah proklamasi kemerdekaan Pendidikan dijadikan sebagai salah satu aspek untuk membentuk manusia Indonesia yang seutuhnya. Hal ini dalam artian melepaskan bangsa Ind       onesia dari belenggu penjajahan . Pada saat itu profesi guru manjadi primadona bagi masyarakat. Bahkan negara kita mampu mengekspor guru untuk menjadi tenaga pendidik di negara tetangga. Profesi guru lebih dituntut  idealisme dan dedikasi.

Hal tersebut berlangsung hinga pada masa orde baru. Bahkan dengan begitu tingginya idealisme dan dedikasi seorang guru maka munculah sebutan “pahlawan tanpa tanda jasa”. Hal ini dikarenakan apa yang diberikan oleh seorang guru tidak sebanding dengan apa yang diterimanya. Bahkan guru sepertinya bukan merupakan sebuah profesi melainkan hanya sebuah pekerjaan yang lebih rendah dibandingkan profesi maupun pekerjaan yang lain.

Setelah Era reformasi nasib guru mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Salah satunya adalah dengan program sertifikasi guru yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan profesionalitas seorang guru. Berbagai macam ujian kompetensi dilakukan untuk menjadi seorang guru yang profesional dan dihargai lebih secara materi. Dicermati lebih jauh perhatian pemerintah ini nampaknya lebih mementingkan penilaian fungsi pengajaran daripada fungsi pendidikan itu sendiri.

  • Peran Guru Saat ini

Peran Guru saat ini sangat berat karena memiliki peran ganda  yang tidak hanya bertanggungjawab terhadap perkembangan intelegensi juga perkembangan moral peserta didik . Ada lima peran guru yang harus dikuatkan dalam PPK, yakni sebagai pengajar, katalisator, penjaga gawang, fasilitator, dan penghubung.

Peran guru kini dituntut lebih dari sekedar sumber informasi. Pasalnya, di era digital sekarang ini para siswa telah memiliki akses informasi yang sangat luas. Peran pendidik seperti yang pernah disampaikan oleh Ki Hadjar Dewantara masih sangat relevan dalam menghadapi era industri 4.0

  1. Pengajar

Guru mampu menyampaikan mata pelajaran  (transfer knowledge) kepada peserta didik sehingga mengetahui dan memahami .

  • Katalisator

Guru sebagai katalisator adalah di mana pendidik membantu anak-anak didik dalam melakukan perubahan dan menemukan kekuatan, talenta dan kelebihan mereka. Peranan guru sebagai motivator ini penting artinya dalam rangka meningkatkan kegairahan dan pengembangan kegiatan belajar siswa.

  • Penjaga gawang

Guru membantu anak didik untuk mampu memfilter  pengaruh-pengaruh negatif yang ada di lingkungan, termasuk pengaruh media sosial.

  • Fasilitator

Wajib memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar mengajar misalnya dengan menciptakan susana kegiatan pembelajaran yang kondusif, seerasi dengan perkembangan peserta didik, sehingga interaksi belajar mengajar berlangsung efektif dan optimal.

  • Penghubung

Guru mampu menghubungkan atau memfasilitasi peserta didik dengan sumber-sumber yang beragam, baik di dalam maupun di luar sekolah. Dengan peran ini, diharapkan nantinya guru mampu menyiapkan peserta didik untuk memiliki kecakapan abad 21, yakni 4C: Critical Thinking (berpikir kritis dan analitis), Creative and Innovative (kreatif dan inovatif), Communicative (komunikatif), dan Collaborative (kolaboratif).

Selamat Hari Ulang Tahun ke 76 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2021

Selamat Berekspresi Berkreasi dan Berdedikasi.

Referensi :

https://www.quipper.com/id/blog/info-guru/peran-guru/ diakses pada tanggal 22 November 2021.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here