Spread the love

Oleh Nenden Sukmawati
(Mahasiswi semester 3A STAI Al-Azhary Cianjur)

Kehadiran corona virus atau yang sering dikenal dengan covid-19 banyak mengubah tata kehidupan manusia, tidak terkecuali dalam bidang pendidikan. Semenjak merebaknya virus ini di Indonesia, pemerintah menerapkan kebijakan baru dalam kegiatan masyarakat untuk memutus mata rantai  virus dan menerapkan kebijakan social distancing. Keadaaan ini menjadikan kegiatan belajar mengajar harus dilaksanakan secara daring, sebagaimana dalam Surat Edaran Kemendikbud No 4 tahun 2020 di mana pembelajaran di masa darurat Covid-19 dilaksanakan dari rumah melalui daring /jarak jauh. Situasi ini tentunya menjadi suatu tantangan bagi beberapa pihak, baik itu guru, siswa, maupun orang tua dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang menjadi salah satu aspek penerapan kurikulum itu sendiri.

Kurikulum dalam dunia pendidikan merupakan elemen penting untuk menunjang terlaksananya proses belajar mengajar dan mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum yang diterapkan di Indonesia saat ini adalah kurikulum 2013. Rudi Ahmad dalam bukunya “Desain & Perencanaan Pembelajaran” mengungkapkan bahwa kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi, peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi kreativitas dan kemandirian. Dengan adanya penerapan belajar dari rumah, tentunya menjadi tantangan bagi berbagai pihak agar proses pembelajaran dengan kurikulum 2013 ini tetap berjalan efektif dan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Di masa pandemi ini proses belajar mengajar dilaksanakan secara online atau daring melalui aplikasi media pembelajaran online. Berbeda sekali dengan sebelumnya yang dilaksanakan secara langsung (indirect teaching). Meskipun demikian, guru tetap harus berusaha mengoptimalkan proses pembelajran. Keberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran daring dalam situasi covid-19 ini adalah kemampuan guru dalam berinovasi, merancang metode pembelajaran, dan aplikasi yang sesuai dengan materi dan metode yang akan digunakan.

Menurut Ai Ratnasari, M.Pd. salah satu staf pengajar di SMKN 1 Cikalongkulon saat ditemui pada Jum’at 21 Januari 2022, Ia mengungkapkan implementasi kurikulum dalam situasi pandemi harus tetap dijalankan agar pendidikan tetap berjalan. Pembelajaran daring meskipun menggunakan teknologi yang sudah canggih seperti saat ini  tidak dapat sepenuhnya menggantikan proses pembelajaran sebagaimana yang dilaksanakan pada saat luring.  Guru harus memiliki ekstra kesabaran, kreatif dan inovatif. Guru harus bisa kreatif dalam menerapkan metode yang digunakan pada saat pembelajaran. Jika satu metode yang digunakan dirasa tidak cocok, maka guru harus bisa mencari alternatif lain yang dapat menunjang pembelajaran.

“Dalam pelaksanaan pembelajaran daring memang kebanyakan anak-anak lebih pasif, tidak seperti pada saat luring. Siswa yang aktif hanya beberapa orang saja dan itupun orang yang sama. Tetapi sejauh ini siswa dalam pengumpulan tugas bagus, walupun memang mengumpulkan tidak tepat waktu. Sisi positif dari pembelajaran ini juga mengajarkan siswa agar melek teknologi, karena tidak semua siswa menguasai teknologi yang berkembang saat ini. Beberapa orang memang ada yang masih kesulitan dan tidak tahu bagaimana caranya menggunakan aplikasi-aplikasi yang bahkan, hampir semua orang sudah menggunakan aplikasi tersebut ,” katanya.

Menurut Ai Ratnasari, anak-anak tidak memperoleh pendidikan yang semestinya. Latar belakang masing-masing siswa sangat memengaruhi keberhasilan pembelajaran daring ini. Tidak sedikit siswa yang terkendala dalam hal jaringan yang kurang memadai, tidak mempunyai kuota, serta peran orang tua yang tidak semua orang tua dapat menyertai anaknya dalam proses pembelajaran. Orientasi nilai bukan lagi menjadi hal utama yang harus dicapai, tetapi dalam pembelajaran lebih difokuskan agar anak mampu memenuhi tugas-tugas yang ada, serta memiliki etika dan tata krama yang baik.

Melaksanakan pembelajaran dalam situasi pandemi memang tidak semudah yang dibayangkan, guru harus mampu mengoptimalkan sarana dan prasarana yang dapat menunjang proses belajar mengajar. Dengan memanfaatkan teknologi diharapkan mampu menjadi  solusi agar tujuan dari pendidikan  dapat tercapai. Adanya pemberlakuan belajar dari rumah tentunya bukan berarti pembelajran harus terhenti. Tetapi, semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan harus saling bersinergi dan bekerja sama untuk dapat menjawab tantangan dalam menghadapi situasi yang ada demi mengoptimalkan pencapaian proses pembelajaran dalam kurkulum 2013 yang diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi, peserta didik untuk berpartisifasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi kreativitas dan kemandirian.

DAFTAR PUSTAKA

Suryadi, Rudi Ahmad dan Mushlih, Aguslani. 2019. Desain & Perencanaan Pembelajaran. Edisi Cetakan ke 2. Yogyakarta: Deepublish Publisher.

Surat Edaran Kemendikbud No 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here