PERAN ASESOR DALAM UJI KOMPETENSI SISWA PADA TINGKAT SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)

0
121
Spread the love

Oleh Solihin, M.P
(Guru Produktif SMKN 1 Cikalongkulon)

Pada konteks pelaksanaan uji kompetensi atau Penilaian Berbasis Kompetensi, mensyaratkan
tersedianya Asesor Kompetensi (Workplace Assessors) sebagai salah satu komponen utama dalam proses penilaian. Penilai memiliki posisi dan peran yang strategis karena akan sangat menentukan kualitas uji kompetensi yang dilakukan.

Pembuktian dari hasil asesmen menjadi salah satu jaminan mutu bahwa proses asesmen atau uji kompetensi yang dilakukan oleh suatu LSP telah memenuhi kriteria dan standar yang ditetapkan. Juknis Pelatihan Asesor Kompetensi Dan Recognition Current Competency (RCC) / Sertifikasi Ulang Tahun 2019.

Apa sih Asesor Kompetensi itu? Apa juga Fungsi dan Tugas seorang Asesor? Bagaimana Prosedur dan Persyaratan untuk menjadi seorang Asesor Kompetensi bersertifikat dari BNSP? Fungsi dan Wewenang Asesor dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan Lisensi yang telah diberikan oleh BNSP.

Sertifikasibnsp.com – Fungsi dan wewenang Asesor  dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan Lisensi yang telah diperolehnya dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) adalah sebagai berikut:

Fungsi Asesor

Fungsi Asesor.  Asesor memiliki fungsi untuk melaksanakan proses uji kompetensi terhadap peserta uji (orang yang dinilai) berdasarkan tugas yang diberikan oleh LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) atau BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Wewenang Asesor

Wewenang Asesor.  Wewenang seorang asesor adalah menilai dan memutuskan hasil uji kompetensi bahwa peserta uji telah memenuhi bukti yang dipersyaratkan untuk dinyatakan kompeten atau belum kompeten pada unit kompetensi yang dinilai serta merekomendasikan hasil tersebut kepada LSP atau BNSP.

Pemerintahan Indonesia menghendaki bahwa tenaga kerja yang bekerja dan atau yang ingin bekerja harus memiliki sertifikasi kompetensi yang sesuai bidangnya dan diterbitkan oleh lembaga yang memiliki otoritas yakni Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang Bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Pembentukan LSP di SMK maupun di lembaga diklat Kemendikbud merupakan upaya penguatan pendidikan vokasi yang diamanatkan Presiden. Pembentukan LSP tersebut juga menjadi salah satu wujud implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing SDM Indonesia. pembentukan lsp di smk – Bing

Untuk menjawab tantangan tersebut, Tenaga kerja yang ada di Indonesia diharapkan mempunyai sertifikasi kompetensi profesi, khususnya untuk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan. Hal ini bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas dan mutu kerja. Dalam melakukan proses sertifikasi, dibutuhkan asesor kompetensi yang bertugas untuk melakukan asesmen terhadap suatu kompetensi yang sesuai. Asesor kompetensi ini merupakan orang yang akan menilai dalam pembuatan sertifikasi.

Seorang asesor kompetensi yang mempunyai lisensi BNSP akan membuat kredibiltas dirinya meningkat. Karena tingkat kredibilitas seseorang bukan hanya dilihat dari kualifikasi kemampuan yang ia miliki, namun juga pengakuan dari BNSP. Menjadi seorang asesor ini juga dapat dikatakan sebagai seorang independen yang bekerja untuk BNSP melalui LSP atau Lembaga Sertifikasi yang resmi. Bagi anda yang ingin menjadi asesor, maka dapat menentukan untuk bekerja menjadi full asesor kompetensi atau menjadikan posisi asesor kompetensi sebagai pekerjaan sampingan

Sumber: https://www.kompasiana.com/sindaharjaya/5e1d59ac097f363c772e03b2/materi-diklat-metodologi-asesor-kompetensi-sertifikasi-bnsp?page=2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here