PENGUKURAN KEMAMPUAN SISWA DENGAN ASESMEN MANDIRI

0
283
Spread the love

Oleh Wandi Suandi, S.E (Ketua Kompetensi Keahlian OTKP SMKN 1 Cikalongkulon)

Asesmen mandiri adalah proses mengumpulkan bukti dan membuat penilaian apakah seseorang telah mencapai kompetensi tertentu atau belum.  Penilaian/asesmen meliputi rekaman pembelajaran yang sudah didapat atau sudah dimiliki siswa. Pemilihan metode asesmen tergantung pada´ bagaimana bukti akan dikumpulkan dan kriteria capaian pembelajaran atau kriteria kompetensi yang akan diases.

asesmen  mandiri adalah sebagai proses untuk mendapatkan informasi dalam bentuk apapun yang dapat digunakan untuk dasar pengambilan keputusan tentang siswa baik yang menyangkut masalah kurikulum, program pembelajaran, sarana prasarana,  iklim sekolah maupun kebijakan-kebijakan dan dukungan lainnya sekolah. Keputusan tentang siswa ini termasuk bagaimana guru mengelola pembelajaran di kelas, bagaimana guru menempatkan siswa pada program- program pembelajaran, tingkatan tugas-tugas untuk siswa yang sesuai dengan kemampuan dan berbeda, tingkatan tugas-tugas untuk siswa yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing, bimbingan dan penyuluhan, dan saran untuk studi lanjut. Keputusan tentang kurikulum dan program sekolah termasuk pengambilan keputusan tentang efektifitas program dan langkah-langkah untuk meningkatkan kemampuan siswa dengan pengajaran remidi (remidial teaching). Keputusan untuk kebijakan pendidikan meliputi; kebijakan di tingkat sekolah, kabupaten maupun nasional. Pembahasan tentang kompetensi untuk melaKriteria Unjuk Kerjaan asesmen tentang siswa akan meliputi bagaimana guru mengkoleksi semua informasi untuk membantu siswa dalam mencapai target pembelajaran dengan berbagai teknik asesmen, baik teknik yang bersifat formal maupun nonformal, seperti teknik paper and pencil test, unjuk kerja siswa dalam menyelesaikan pekerjaan rumah, tugas-tugas di laboratorium maupun keaktifan diskusi selama proses pembelajaran. Semua informasi tersebut dianalisis untuk kepentingan laporan kemajuan siswa. Asesmen secara sederhana dapat diartikan sebagai proses pengukuran dan non pengukuran untuk memperoleh data karakteristik peserta didik dengan aturan tertentu. Dalam pelaksanaan asesmen pembelajaran, guru akan dihadapkan pada 3 (tiga) istilah yang tata kala di pusingkan denagn pengertiannya, atau bahkan sering pula digunakan secara bersama yaitu istilah pengukuran, penilaian dan test. Untuk lebih jauh bisa memahami pelaksanaan asesmen pembelajaran secara keseluruhan, perlu dipahami dahulu perbedaan pengertian dan hubungan di antara ketiga istilah tersebut, dan bagaimana penggunaannya dalam asesmen pembelajaran.

Proses pembelajaran diawali dengan merancang kegiatan pembelajaran. Salah satu aspek yang harus ada dalam perencanaan tersebut adalah tujuan pengajaran sebagai target yang diharapkan dari proses belajar mengajar dan cara bagaimana tujuan dan proses pembelajaran tersebut dapat dicapai dengan efektif. Kemudian berdasarkan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan dilaksanakan kegiatan pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran selalu muncul pertanyaan, apakah kegiatan pengajaran telah sesuai dengan tujuan, apakah siswa telah dapat menguasai materi yang disampaikan, dan apakah proses pembelajaran telah mampu membelajarkan siswa secara efektif dan efisien. Untuk menjawab pertanyaan tersebut perlu dilaKriteria Unjuk Kerjaan asesmen pembelajaran. Asesmen pembelajaran merupakan bagian integral dari keseluruhan proses pembelajaran, sehingga kegiatan asesmen harus dilaKriteria Unjuk Kerjaan pengajar sepanjang rentang waktu berlangsungnya proses pembelajaran. Itulah sebabnya, kemampuan untuk melaKriteria Unjuk Kerjaan asesmen merupakan kemampuan yang dipersyaratkan bagi setiap tenaga pengajar. Hal ini terbukti bahwa dalam semua referensi yang berkaitan dengan tugas pembelajaran, selalu ditekankan pentingnya kemampuan melaKriteria Unjuk Kerjaan asesmen bagi guru dan kemampuan ini selalu menjadi salah satu indikator kualitas kompetensi guru. Untuk menghindari kesalahan persepsi dan agar guru dapat mempersipakan dan melaKriteria Unjuk Kerjaan asesmen dengan benar perlu dijelaskan tentang apa sebenarnya pengertian dari asesmen pembelajaran dan bagaimana kesalahan pengertian tersebut biasa terjadi di sekolah.

Pembelajaran pada siswa dapat diartikan sebagai kegiatan atau upaya yang dilaKriteria Unjuk Kerjaan untuk memberikan angka-angka pada suatu gejala atau peristiwa, atau benda, sehingga hasil pengukuran akan selalu berupa angka. Alat untuk melaKriteria Unjuk Kerjaan pengukuran ini dapat berupa alat ukur standar. Dalam proses pembelajaran siswa harus melaKriteria Unjuk Kerjaan pengukuran terhadap proses dan hasil belajar yang hasilnya berupa angka-angka yang mencerminkan capaian dan proses serta hasil belajar tersebut maka diperoleh dari hasil pengukuran proses dan hasil pembelajaran tersebut bersifat kuantitatif dan belum dapat memberikan makna apaun, karena belum menyatakan tingkat kualitas dari apa yang diukur.

Dalam kegiatan asesmen mandiri pada siswa tentu saja bahwa kita sebagai guru harus telibat dalam membuat format-format asesmen pada pembelajaran produktif yang khususnya pembelajaran produktif Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran, berarti kita harus :

  1. Guru menyiapkan instrument asesmen yang dibutuhkan
  2. Guru memberikan instrument yang dibuat kepada siswa
  3. Guru memberikan teknis atau cara pengisian
  4. Siswa mengisi asesmen tersebut untuk mengukur kemampuan dibawah bimbingan guru
  5. Menilai kesesuaian bukti / dokumen pendukung dengan mata pembelajaran yang akan diakui berdasarkan kompetensi dari siswa dan menginterpretasikan bukti-bukti yang relevan dan membuat keputusan penilaian, harus sahih, cukup, otentik dan terkini
  6. MelaKriteria Unjuk Kerjaan wawancara dengan siswa sebagai pemberi rekomendasi;
  7. Mendokumentasikan keterpenuhan dokumen terhadap capaian pembelajaran.
  8. Mangajukan pertanyaan lisan atau memberikan soal tertulis, pada saat dokumen tidak memenuhi atau tidak ada
  9. Melalui Kriteria Unjuk Kerjaan klarifikasi untuk memvalidasi pengalaman kerja
  10. Memberikan penugasan untuk melaKriteria Unjuk Kerjaan kegiatan praktik selanjutnya
  11. MelaKriteria Unjuk Kerjaan observasi / penilaian terhadap pelaksanaan kegiatan praktikum

 Demikian tulisan ini semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here