Pengendalian Hama dan Penyakit dalam Penyimpanan Bahan Hasil Pertanian

0
99
Spread the love

SISKA NENGLIS FATMAWATI, SP
GURU SMKN 1 CIKALONGKULON

Bahan hasil pertanian merupakan bahan yang rentan sekali mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut bisa secara fisis, khemis, biologis, mekanis maupun  mikrobiologis. Dalam artikel ini akan membahas bagaimana cara mengendalikan kerusakan yang diakibatkan oleh hama dan penyakit yang menyerang bahan hasil pertanian. 

Penyimpanan hasil panen ataupun produk  olahan  hasil  pertanian  di  gudang dimaksudkan untuk menjaga kualitas bahan/produk tersebut sampai produk tersebut bisa dijual atau diolah menjadi produk setengah  jadi  atau  produk  jadi. Upaya untuk menjaga kualitas bahan/produk yang disimpan sangat berkaitan dengan upaya mencegah dari kerusakan akibat serangan hama dan penyakit dan juga dari kerusakan fisis, mekanis dan khemis.

Untuk mengetahui keberadaan serangan hama gudang dan penyakit pada bahan hasil pertanian bisa dilihat dari pengamatan secara fisik, contoh untuk mengetahui keberadaan tikus bisa dilihat dari keberadaan kotorannya, aroma urinenya, atau juga keberadaan sisa bahan yang dirusak, sedangkan untuk mengetahui keberadaan hama berupa serangga bisa dilihat dari keberadaan hama secara langsung atau  terjadi kerusakan fisik bahan biasanya bahan berupa biji bijian menjadi berlubang dan terdapat kotoran berupa serbuk atau penggumpalan bahan karena pembentukan jala-jala oleh serangga. Kotoran dan urine tikus, serangga mati dan kotorannya serta noda-noda bekas serangan cendawan jika tercampur pada komoditas pertanian yang dijual atau diekspor dapat menyebabkan penolakan dan klaim oleh pihak pembeli. Jika hal ini terjadi maka kerugian besar pasti akan dialami oleh penjual atau pemilik barang.  Kerugian tersebut jelas sangat membahayakan karena dapat menyebabkan kehilangan kepercayaan konsumen. Jika kepercayaan konsumen hilang maka apa pun yang dikatakan atau ditawarkan kepada mereka tidak lagi dipercaya.

Sedangkan untuk mengetahui keberadaan penyakit bisa dilihat dari hasil yang ditimbulkannya. Misal : adanya bakteri (buah menjadi busuk), adanya kapang (tumbuh misellium biasanya pada biji-bijian),  adanya khamir (buah menjadi melunak). Oleh karena itu, perlu adanya pengendalian  secara  tepat  agar  tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar dan merugikan produsen ataupun konsumen.

Nah, dalam hal ini diperlukan mekanisme pengendalian hama dan penyakit dalam penyimpanan. Berikut adalah cara pengendalian hama gudang :

  1. Preventif (mencegah terjadinya serangan) dengan Menutup semua akses masuknya hama, menggunakan kemasan yang kedap hama
  2. Pengendalian mekanis (contoh : jebakan lampu untuk  serangga)
  3. Pengendalian hayati (contoh : feromon)
  4. Pengendalian kimia (contoh : menggunakan bahan kimia berupa pestisida)

Cara praktis mencegah atau mengurangi serangan mikroorganisme (jasad renik) sebagai berikut :

  1. Membuat komoditas cukup kering sehingga Activity Water (Aw) nya lebih rendah dari pada Aw yang diperlukan bagi pertumbuhan jasad renik.
    1. Membuat komoditas tidak dapat ditumbuhi jasad renik karena mengandung bahan kimia anti jasad renik.
    1. Membuat kondisi udara sekeliling yang dapat menghambat pertumbuhan jasad renik.
    1. Sterilisasi pada komoditas lalu diikuti dengan kemasan hermetic (kedap udara).

Sekian artikel tentang Pengendalian Hama dan Penyakit dalam Penyimpanan Bahan Hasil Pertanian semoga dapat menjadi solusi bila di sekitar kita terdapat hama dan penyakit yang menyerang bahan hasil pertanian.

Daftar Pustaka:

  1. Anonim. 2014. Keamanan Pangan Kelas X Semester 2. Direktorat Pembinaan SMK, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Jakarta.
  2. Sinaga, Aab. 2013. Modul Menyimpan Dan Menggudangkan Bahan Hasil Pertanian.
  3. http://blogkuaabsinaga.blogspot.com/2013/06/modul-menyimpan-dan-menggudnagkan-bahan_25.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here