Pengembangan Karir dan Profesi Bidang Pertanian Melalui Jalur Wirausaha

0
53
Spread the love

Oleh : Safa’atun, SP,MM
(Guru SMKN 1 Cikalongkulon)

Pada suatu kesempatan, penulis bertemu sosok pemuda milenial yang mendedikasikan dirinya di dunia pertanian. Namanya Dedi Mulyadi, lulusan IPB ini membangun desanya dengan membudidayakan padi organik yang selanjutnya di kemas dengan merk dagang “Beras Organik Pringkasep”. Usahanya untuk mencapai seperti sekarang ini yaitu sebagai owner “Beras Organik Pringkasap” tentu tidak muncul tiba-tiba, melainkan dengan penuh perjuangan. Berawal ketika lulus SMK pertanian, Dedi mendapat kesempatan magang ke Jepang. Sepulang dari Jepang, Dedi dengan seleksi ketat masuk ke IPB dengan jalur beasiswa dengan persyaratan jika sudah lulus harus mengabdikan diri pada pembangunan desa khususnya di bidang pertanian.

Dedi Mulyadi, salah seorang generasi muda yang mau meniti karier di bidang pertanian. Padi organik dipilih karena semakin tumbuhnya animo masyarakat untuk hidup sehat,. Meskipun potensi daerah dengan luas sawah yang memadai dan produksi padi bisa hingga 3 kali dalam satu tahun  menjadi nilai lebih , tetapi kenyataannya keadaan perekonomian petani tidak meningkat, harga gabah rendah, biaya produksi tiap tahun terus meningkat serta timbulnya pencemaran lingkungan. Hal itulah yang mendorong Dedi Mulyadi beserta masyarakat sekitarnya terus berupaya meningkatkan nilai jual gabah hingga mewujudkan produk “Beras Organik Pringkasep”. Pertanian organik dipilih karena dapat mengembalikan kesuburan tanah, menyeimbangkan ekosistem, mengurangi biaya produksi serta tidak mencemari lingkungan.

Pada jaman sekarang ini tidak banyak generasi muda yang mau meniti karier di bidang pertanian seperti Dedi Mulyadi, karena mereka beranggapan bahwa pertanian identik dengan kotor, miskin dan kuno. Coba kita minta mendapat generasi muda tentang petani melalui suatu ilustrasi. Secara umum mereka akan menggambarkan sosok petani dengan caping di kepala sambil memegang cangkul. Hal itulah yang tergambar dalam benak sebagian besar generasi muda.  Mengapa belum tergambar oleh mereka petani berdasi dengan latar belakang mobil mewah, misalnya. Hal ini karena mereka masih memandang sempit bidang pertanian pada bercocok tanam saja. Padahal, usaha bidang pertanian sangat luas jika ditelurusi dari hilir ke hulu, dari persiapan benih, panen, pasca panen, hingga pengolahan serta bidang usaha yang menyertainya. Apalagi jika dipadukan dengan pertanian secara menyeluruh menyatu dengan peternakan, perikanan dan perkebunan dan sektor pertanian lain.

Berdasarkan keprihatinan tersebut, Kementerian Pertanian kian serius untuk melahirkan wirausaha milenial dari sektor pertanian. Setelah Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP), Kementan bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD) akan menciptakan wirausaha milenial tangguh dan berkualitas melalui Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS). Wirausaha sangat penting dalam pembangunan pertanian. Seperti diketahui bersama, nilai tambah ekonomi itu ada pada pengolahan (processing), bisa mencapai 100 persen. Makanya, kita harus mengedukasi generasi sekarang (milenial) bahwa berusaha di sektor pertanian sangat menguntungkan. Apalagi jika di hulu (budidaya) menggunakan pertanian modern dan di hilir (pengolahan) menggunakan teknologi canggih untuk pengemasan (packaging). Sehingga nilai komoditas tersebut naik 50-100%, bahkan 200%. Mengapa perlu adanya program YESS ?, karena :

  • Hampir 84% petani di Indonesia berusia lanjut sehingga diperlukan program Regenerasi Petani (Sensus Pertanian, 2013)
  • Jumlah petani terus menyusut rata rata 500.000 orang/tahun
  • Rendahnya lulusan pendidikan pertanian yang bekerja di sektor pertanian (termasuk sbg wirausahawan pertanian)
  • Usaha di sektor pertanian dengan sentuhan teknologi cukup menjanjikan
  • Regenerasi petani dengan inovasi teknologi (wirausahawan pertanian modern) menjadi alternatif

Dalam rangka sosialisasi pelaksanaan Program YESS (Youth Entrereneurship and Employment Suport Services) ini Kementan dan Polbangtan Bogor mengadakan kegiatan bertajuk “Orientasi Karier bagi Guru BK SMK Pertanian” yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Melalui guru BK dan guru pertanian ini diharapkan dapat membantu mengarahkan peserta didik sejak dini untuk mencintai dan bangga memilih pertanian sebagai karier dimasa depan . Tujuan strategis dari program ini adalah menghasilkan wirausaha muda pedesaan di bidang pertanian (job creator), dan menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di bidang pertanian (job seeker). Sedangkan tujuan pembangunan adalah peningkatan pendapatan pemuda melalui pekerjaan dan kewirausahaan di sektor pertanian. Lokasi sasaran program YESS adalah Kalimantan selatan, Sulawesi Selatan , Jawa Timur dan Jawa Barat . Jawa Barat sendiri meliputi 4 kabupaten yaitu, Subang, Cianjur, Sukabumi dan Tasikmalaya. Hal ini berdasar survey yang telah dilakukan bahwa kabupaten ini yang mempunyai potensi daerah yang masih potensi dikembangkan melalui tenaga muda guna mencetak petani-petani milenial. Adapun kreteria peserta YESS adalah pemuda pedesaan dengan kriteria berusia 19 s.d 39 tahun, telah /belum memiliki usaha dalam bidang pertanian baik dari hulu maupun hilir, memiliki penghasilan kurang atau sama dengan Rp 3,500,000, memiliki/tidak memiliki akses ke lembaga keuangan,berada di lokasi YESS, juga pengangguran dampak Covid-19,  serta pemuda putus sekolah.

Pemahaman tentang karier khususnya di bidang pertanian sangat diperlukan agar tidak hanya ada regerasi di bidang pertanian, tapi lebih dari itu akan memperkuat bidang pertanian dengan munculnya petani-petani milenial yang kompeten, tangguh, kreatif, serta memiliki jiwa wirausaha. “Setinggi apapun pangkat yang kita miliki anda tetap seorang pegawai, sekecil apapun usaha yang anda punya, anda adalah bosnya”. (Bob Sadino)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here