PANCASILA PEMERSATU BANGSA

0
37
Spread the love

Oleh SINTA SETIAWATI (e-mail: sintasetiawati1912@gmail.com)
Guru SMKN 1 Cikalongkulon

Pancasila adalah sebuah landasan  hidup  karena menurut penulis Pancasila sebagai pemersatu bangsa maka selalu diperingati setiap tahun agar masyarakat memahami sejarah bangsa dan bagaimana Pancasila sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan negara. Tepat  pada setiap tanggal 01 juni di mana pada tanggal ini diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. Lahirnya Pancasila ini membuat kita mengetahui bahwa makna Pancasila tersebut sangat sakral dan penting sebagai landasan hidup. Dengan mengingat hari lahir Pancaila ini menumbuhkan rasa cinta tanah air dan saling menghargai. Jika kita sudah mengimplementasikan makna dan isi dari Pancasila tersebut tentu saja kita bisa merasakan makna dari pancasila.

Pancasila juga selalu dibacakan ketika menjalankan upacara bendera yang dilakukan seluruh sekolah di Indonesia. Bukan tanpa alasan, pengulangan ini dilakukan agar para siswa hapal dan mampu memahami isi dari ideologi bangsa ini. Memperingati lahirnya Pancasila ini tidak hanya diingat saat hari ini saja, tetapi harus diingat dalam kehidupan sehari .

Pancasila  merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila 1 Juni 1945 yang dikemukakan dalam sebuah pidato oleh Ir. Sukarno, piagam Jakarta 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila 18 Agustus 1945. Perumusan ini adalah ide besar dari para Founding Fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita.” (Presiden Joko Widodo, 1 Juni 2017)

Diketahui bahwa Indonesia selalu memperingati dua peringatan terkait Pancasila dalam satu tahun yakni pada 01 Juni sebagai hari kelahirannya dan 01 Oktober yang ditetapkan sebagai hari kesaktiannya. Dikutip dari beberapa sumber, beberapa kali perjuangan Indonesia mencoba diganggu oleh berbagai golongan yang anti terhadap prinsip-prinsip falsafah Pancasila. Tidak sedikit pula usaha dilakukan untuk mempertahankan Pancasila hingga akhirnya diakui sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Pancasila pun pada hakikatnya merupakan suatu jalan pikiran dan dasar falsafah hidup bangsa Indonesia. Nilai yang tercakup di dalamnya tidak dapat dipisahkan, sebab telah menjadi kepribadian bangsa Indonesia sejak dulu dan terus berkembang hingga kini. Maka alasan dibalik kesaktian tersebut memiliki makna penting bahwa Pancasila adalah dasar negara yang tak boleh diubah oleh siapapun.

Mengapa hari lahir Pancasila begitu penting untuk diperingati?

Sangat penting karena tidak dapat dipungkiri, selama ini Pancasila hadir menjaga keutuhan negeri kita meskipun banyak tantangan berbeda dari zaman ke zaman, sekarang kita ada di sini harus berdiri tegak dan berdaulat. Seperti halnya kita menyambut hari lahir orang-orang yang dicintai, hari lahir Pancasila juga sangat penting untuk diperingati. Mungkin sulit untuk sepenuhinya dihayati, tapi paling tidak kita mengerti bahwa 01 Juni bukan sekadar seremonial upacara hormat bendera dan lelah berdiri di tengah lapang bisa lebih dimaknai. Beruntungnya kita punya pondasi rakyat dapat berlindung di bawah naungan lima sila dasar negara. Seperti cita-cita Founding Fathers saat merumuskan dasar negara, mari jaga negara Indonesia agar terus berdiri kekal dan abadi.

Butir – butir pengamalan Pancasila

Berdasarkan Ketetapan MPR No.II/MPR/1978

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

  1. Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  2. Hormat menghormati dan bekerja sama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
  3. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
  4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

  1. Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
  2. Saling mencintai sesama manusia.
  3. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
  4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
  5. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
  6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  7. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

3. Persatuan Indonesia

  1. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
  2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
  3. Cinta tanah air dan bangsa.
  4. Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia.
  5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan

  1. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
  2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
  5. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
  6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

  1. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.
  2. Bersikap adil.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak-hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
  6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak bersifat boros.
  8. Tidak bergaya hidup mewah.
  9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
  10. Suka bekerja keras.
  11. Menghargai hasil karya orang lain.
  12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.


Maka dari itu dengan memaknai hari lahirnya Pancasila  semoga dapat merubah pola pikir masyarakat Indonesia dan jangan lagi ada pihak yang ingin memecah belah bangsa ini contohnya adanya terorisme yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Terorisme tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, yang sangat mengedepankan persatuan Indonesia dan persatuan bangsa. Hal yang berkaitan dengan teroris bukan Pancasila. Oleh karena itu, bagi semua kaum milenial jangan mudah terhasut dengan ideologi yang menyesatkan. Kita harus bisa memaknai secara mendalam nilai-nilai Pancasila. Untuk para pemimpin, janganlah ada pembedaan perlakuan di masyarakat karena derajat seseorang karena ideologi kita mengatakan kalau kita semua sama.

Referensi : Artikel TribunJabar.id
Sumber: https://mediaindonesia.com/opini/163965
Sumber: ^ “Jadi Hari Libur Nasional, Inilah Keppres Penetapan 1 Juni Sebagai Hari Lahir Pancasila”, Sekretariat
Kabinet Republik Indonesia, (diakses pada 01 Oktober 2016)
Sumber: ^ Suwarno, P.J. Pancasila Budaya Bangsa Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here