MODEL GRASS ROOTS DALAM MANAJEMEN SEKOLAH

0
360
Spread the love

Oleh : Hj. RENI HERMAYATI, S.Pd., M.Si.
Kepala Sekolah SDN Cihurip Cikalongkulon- Cianjur

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah telah menetapkan  bahwa ada lima Dimensi kompetensi kepala sekolah/madrasah  yaitu  Kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial.

Dalam hal ini penulis hanya akan mengupas salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh Kepala Sekolah yaitu Kompetensi Manajerial.  Kompetensi Manajerial dapat diartikan  yakni kemampuan Kepala Sekolah dalam mengelola sekolah diantaranya yaitu mampu menyusun perencanaan sekolah untuk berbagai tingkatan perencanaan, seperti menguasai teori perencanaan dan seluruh kebijakan pendidikan nasional sebagai  landasan dalam perencanaan sekolah, baik perencanaan strategis, perencanaan  oprasional, perencanaan tahunan, maupun Rencana Kegiatan dan Angaran  Sekolah. 

Untuk mendukung hal tersebut kunci utamanya adalah peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, maka dibutuhkan kepala sekolah yang kuat tangguh serta mampu mengefektifkan MSDM  nya.

Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan pengakuan pentingnya tenaga pendidik dan kependidikan pada sekolah sebagai sumber daya manusia yang paling utama,  MSDM yang handal dapat memberikan sumbangan terhadap tujuan sekolah,  memanfaatkan fungsi dan kegiatan yang menjamin bahwa sumber daya manusia dimanfaatkan secara efektif dan adil demi kemaslahatan individu, sekolah, dan masyarakat.  

Berdasarkan hal tersebut dalam   Manajemen Sekolah maka  Model Grass Roots akan lebih efektif digunakan  dalam mengelola  Sekolah.

Model Grass roots berkembang dalam sistem pendidikan yang desentralisasi. Model akar rumput ini dikembangkan oleh Smith, Stanley & Shores pada tahun 1957. Model akar rumput atau disebut dengan the grass roots model.  Misalnya model ini diawali oleh guru dan warga sekolah dengan mengedepankan metode pembuatan keputusan kelompok secara demokratis. Model akar rumput ini bersifat desentralisasi.  Hal ini memungkinkan terjadinya kompetisi dalam meningkatkan mutu pendidikan, yang pada gilirannya akan menghasilkan manusia-manusia yang mandiri dan kreatif.

Model grass roots berasumsi bahwa Manajemen Sekolah hanya dapat diterapkan secara berhasil apabila guru dilibatkan secara langsung dengan proses pembuatan dan pengembangannya,, selain itu murid, orang tua, anggota masyarakat atau stakeholder dimasukkan untuk berpartisifasi  dalam proses program sekolah.

Selain itu tenaga pendidik dan kependidikan dinyatakan memiliki nilai kontribusi kepada sekolah apabila kehadirannya dapat menuangkan ide dan gagasannya termaktub dalam program sekolah, memiliki nilai tambah terhadap produktivitas sekolah dan kegiatannya berada dalam mata rantai keutuhan sistem sekolah itu.

Tingkat keberhasilan manajemen sumber daya manusia dalam satu sekolah dapat dikaji dari ketepatan melaksanakan fungsi-fungsi MSDM. Kemaslahatan seorang tenaga pendidik dan kependididkan harus dilihat dari kepentingan dan kebermaknaan bagi dirinya sendiri, produktivitas sekolah dan pihak-pihak yang memperoleh jasa layanan sekolah

Maka Model Akar Rumput ( grassroots ) dalam manajemen sekolah adalah terbentuknya program sekolah yang dibuat berdasarkan usulan dari bawah dengan  pengikutsertaan semua komponen sekolah dari kepala sekolah, guru, siswa bahkan orang tua siswa. Sehingga semua komponen bertanggung jawab untuk menyukseskan program yang dibuat bersama.

Hanya Kelemahan model ini adalah menerapkan metode partisipasi yang demokratis bahwa peran dasar pemikiran satu suara,  tidak atau belum tentu menghasilkan sesuatu yang terbaik dalam suatu situasi, terkadang otoritas tertentu amat diperlukan. Namun perlu diingat bahwa model ini lebih memberikan konstribusi awal dalam memperkuat landasan pembuatan keputusan  dan dalam hal itu model ini bertanggung jawab terhadap keinginan-keinginan masyarakat.

Model Grass roots dalam Manajemen Sekolah  adalah ketercapaian program sekolah melalui aspirasi tatanan dari bawah (at the bottom) dengan orientasi ke Manajemen Berbasis Sekolah yang inovatif dan strategis ke arah peningkatan mutu pendidikan.

Dengan model akar rumput (Strategi Grass Roots), program yang dibuat akan menjadi komitmen bagi semua pihak untuk menyukseskan program sekolah yang telah disepakati.

Semoga Bermanfaat

Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional. 2012. 5 ( Lima ) Dimensi Kompetensi Kepala Sekolah ( Bahan Belajar Mandiri KKKS/ M ). : Jakarta :  CV. Media Pustaka Mandiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here