MERDEKA BELAJAR DI BULAN KEMERDEKAAN

0
77
Spread the love

Oleh Irfan Ahmad
Guru SMKN 1 Cikalongkulon

Tahun ajaran 2021-2022 sudah dimulai sejak bulan Juli 2021. Kegiatan pembelajaran masih banyak melalui daring atau online dikarenakan pandemi yang belum berakhir. Semangat pembelajaran untuk tahun ajaran baru terlihat disambut kurang antusias oleh peserta didik. Mengapa mereka merasa kurang antusias? Keputusan pemerintah menerapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) menjadi salah satu penyebabnya. PPKM level pertama yang dimulai sejak 03 Juli 2021 masih berlanjut hingga sekarang yaitu level 4 sampai 16 Agustus 2021. Pemerintah masih memperpanjang PPKM dikarenakan masih ingin tarsus menekan angka kenaikan pasien Covid-19. Penurunan jumlah pasien Covid-19 belum menunjukan angka yang signifikan. Jumlah pasien Covid-19 di Indonesia yang meninggal dunia bertambah 1.446 orang sejak Rabu (11/8/2021) hingga Kamis (12/8/2021) pukul 12.00 WIB (Kompas.com, 12/8/2021).

PPKM berkelanjutan terus diperpanjang di beberapa daerah di Indonesia terutama pulau Jawa dan Bali yang memiliki angka yang tinggi untuk jumlah pasien yang terpapar Covid-19. PPKM berkelanjutan ini dilakukan pemerintah demi menjaga kesehatan masyarakatnya, tetapi hal ini disambut sebaliknya oleh masyarkat pada umumnya. Masyarakat merasa kecewa khususnya mereka yang mata pencahariannya terganggu dengan adanya PPKM. Para pedagang misalnya mengeluh karena tidak adanya pemasukan sedangkan mereka penghasilannya hanya dari berdagang saja. PPKM berkelanjutan adalah solusi yang tepat untuk mengurangi jumlah pasien Covid-19, itu terlihat dari jumlah pasien Covid-19 di beberapa rumah sakit mulai berkurang. Namun, di sisi lain stabilitas ekonomi terganggu. Memang ini keputusan yang tepat karena bagaimana pun harus ada yang dikorbankan.

PPKM berkelanjutan juga dirasa merugikan di dalam dunia pendidikan dimulai dari tingkatan paling bawah seperti PAUD/TK hingga Perguruan Tinggi seperti mempunyai pertanyaan yang sama, yaitu kapan kah pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan? Hal ini tentu saja sangat wajar dipertanyakan, dikarenakan sudah hampir 2 tahun pembelajaran dilakukan secara daring atau online. Fase pembelajaran terasa ada jeda terutama untuk peserta didik yang sama sekali belum merasakan pembelajaran tatap muka dan belum mengenal gurunya sama sekali.

Para pendidik terasa kehilangan kedekatannya dengan peserta didiknya karena kendala pembelajaran selalu online, padahal pendidikan terutama pendidikan karakter harus dilakukan secara langsung karena ada interaksi antara pendidik dan peserta didik. Sekarang pembelajaran di sekolah dengan tatap muka terasa sangat mahal dilakukan, setiap sekolah diharuskan memenuhi berbagai persyaratan untuk bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka. Apabila ada salah satu syarat yang tidak terpenuhi tentu saja akan beresiko apabila melanggar aturan yang berlaku saat ini. Banyak sekolah yang ingin melaksanakan pembelajaran tatap muka langsung karena banyaknya desakan orang tua siswa. Namun, hal tersebut diurungkan kembali ketika melihat berbagai syarat yang harus dipenuhi sehingga banyak sekolah kembali melakukan pembelajaran daring.

Dalam perspektif pemerintah tentu saja menerapkan aturan pembelajaran secara online adalah juga pilihan sulit di tengah desakan juga dari masyarakat. Pemerintah di berbagai level dipaksa memilih dengan bijak antara mengutamakan pendidikan atau memilih kesehatan masyarakatnya, untuk saat ini memilih kesehatan masyarakat adalah pilihan utama hampir semua daerah di Indonesia.

Ada harapan baru ketika angka kematian menurun dan jumlah angka sembuh akibat Covid-19 mulai meningkat, ini terlihat dari mulai kosongnya beberapa tempat isolasi untuk yang dirawat positif Covid-19. Upaya pemerintah yang juga mulai gencar melakukan vaksinasi dimulai dari usia 12 tahun ke atas. Harapannya vaksinasi tersebut bisa menjangkau semua peserta didik di seluruh wilayah Indonesia dan memungkinkan pembelajaran kembali bisa dilaksanakan secara normal, sehingga para pendidik dan peserta didik bisa kembali ke sekolah dan merasa merdeka belajar di sekolah. Bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan, di bulan kemerdekaan ini semoga saja negara kita merdeka dari Covid-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here