MENGINTIP PESONA KAMPUNG EKOWISATA SARONGGE

0
160
Spread the love

Oleh Solihin, M.P
(Guru SMKN 1 Cikalongkulon)

Sarongge merupakan sebuah perkampungan yg terletak di kaki gunung Gede, tepatnya di Desa Ciputri Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Penulis adalah salah satu penduduk  yang tinggal di wilayah ini, dari tempat tinggal penulis ke Kampung Wisata Sarongge, sekitar 1 kilometer ke arah barat menuju jalur pendakian  gunung Gede Pangrango.

Kampung Sarongge menjadi kawasan ekowisata di kaki Gunung Gede. Lalu, dari mana asal nama kampung yang menganut warisan Sunda yang berasal dari nenek moyangnya? Dikisahkan, kampung ini dulunya pertama kali dijejaki kakek bernama Sartawi berasal dari Desa Marongge di Sumedang. Beliau yang pertama kali membangun kampung sampai akhirnya banyak penduduk lain pindah ke kampung itu, para penduduk yang tinggal bersama Aki Sartawi menjuluki kampung itu Sarongge yang didapat dari singkatan nama Sartawi asal Marongge. Nama itu akhirnya masih dipertahankan hingga kini yang juga tak asing di telinga wisatawan. https://travel.okezone.com/read/2014/10/01/408/1046732/kisah-historis-penamaan-desa-sarongge

Dengan suasana yang sejuk dan asri, pemandangan hijau membentang, tempat ini bisa menjadi  destinasi liburan yang tepat bagi siapapun yang ingin melepas lelah dari dunia perkotaan. Mencari hawa yang sejuk dan tenang di dekat Ibu Kota (Jakarta) untuk mengisi waktu liburan akan membawakan jawaban yang sama bagi setiap orang. Cianjur selalu menjadi alternatif yang paling mungkin tersedia dibanding Garut ataupun Bandung yang masih satu rumpun berada dalam payung Jawa Barat. Selain jarak yang tak jauh, biaya yang dikeluarkan pun tidak besar.

Ada banyak program yang ditawarkan untuk wisatawan yang mencoba melepas penat dari kesemerawutan kota. Kegiatan seperti menanam pohon, memanen sayur, budidaya ulat sutera, kebun strawbery, kebun bunga, kebun teh, kebun kopi Sarongge hingga camping ground menjadi pilihan yang tepat untuk keluarga bahkan ada tempat menginap yaitu di Saung Sarongge, Wisma Sarongge ataupun di Sarongge Valley.

Salah satu andalan ekowisata di Sarongge adalah pertanian organiknya. Pertanian organik di Sarongge awalnya didirikan oleh Green Initiative Foundation. Pertanian ini menempati lahan seluas 1.600 meter persegi, produksi Pertanian Organik Sarongge meliputi 20 jenis sayuran. Sambil mengenalkan kembali pangan lokal kepada masyarakat urban bukan perkara mudah. Kebanyakan justru cenderung tahu menahu, ironinya tetap saja gempuran fast food kembali menjadi primadona. Belum lagi label petani menjadi profesi yang kurang menarik bagi pemuda.
Petani di kampung ini mengembangkan pertanian organik yang bebas pestisida dan menggunakan pupuk alami. Sehingga di tempat ini pengunjung bisa membeli sayuran segar langsung dari petaninya. Selain sayurnya yang masih segar, harganya juga relatif lebih murah dan langsung dapat dipetik dari kebunnya.

Program yang diprakarsai oleh The Green Initiative Foundation ini telah melakukan promosi sejak tahun 2009, dan program ini guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi penduduk sekitar, dan memaksimalkan potensi daerah tersebut, bahkan setiap tahun selalu diadakan event yang dikenal dengan Festival Sarongge, dimana pada event tersebut diperkenalkan kebudayaan lokal, adat istiadat, dan perekonomian masyarakat sekitar.

Penulis sering melakukan wisata bersama keluarga ke Kampung Sarongge ini, karena bagi penulis tidak perlu perjalanan jauh untuk melakukan wisata jika di sekitar tempat tinggal masih ada tempat tujuan wisata yang luar biasa untuk dikunjungi. Mari berwisata sambil belajar bersama keluarga anda di Kampung Ekowisata Sarongge Cianjur!…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here