MENGAPA MENJADI GURU?

0
17
Spread the love

Ditulis OlehꓽIsmi Ajeng R., S.Pd., M.I.L
(Guru SMKN 1 Cugenang)

Salah satu profesi yang mudah dilihat namun dirasa masih sulit dijalankan adalah menjadi seorang guru. Jika profesi lain memiliki standar keberhasilan dan kesuksesannya sendiri, sedangkan profesi menjadi seorang guru sulit untuk ditentukan standar keberhasilannya. Semua profesi bisa mengajarkan ilmu baru tetapi tidak semua profesi bisa membentuk karakter suatu individu. Dengan kata lain setiap orang bisa menjadi seorang pengajar, tetapi tidak setiap orang mampu untuk mendidik. Salah satu profesi yang masih dapat mempertahankan hal tersebut adalah profesi sebagai guru.

Pekerjaan seorang guru ibarat musim yang mempersiapkan hujan untuk menyuburkan tanaman yang gersang dan hampir mati. Bahkan lebih dari itu, dimana seorang guru memiliki tanggung jawab untuk membekali ilmu kepada anak didiknya, menumbuhkan kepercayaan diri mereka dan menjadikan mereka mampu untuk memutuskan hal yang penting yang menjadi tujuan hidupnya. Semua itu dilakukan dengan tujuan agar bisa memanusiakan manusia lewat pendidikan.

Yang menjadi pertanyaan adalah “mengapa menjadi guru?,” hal ini akan menimbulkan reaksi dan penjelasan yang berbagai macam dan tidak terbatas. Adapun mengajar dan mendidik merupakan profesi yang mulia, penting dan dihormati. Meskipun seorang guru mungkin memiliki tantangan selama menjalankan profesinya. Seorang guru harus mampu menghadapi dan menyelesaikan segala hal yang dirasa menghambat selama menjalankan tugasnya. Bahkan menghadirkan solusi untuk setiap permasalahan yang muncul.

Menjadi seorang guru tidak membuat seseorang menjadi kaya ataupun terkenal, tetapi dengan menjadi seorang guru dapat mentransfer energi positif yang dapat berpengaruh terhadap kehidupan seseorang. Mengawal tumbuh dan berkembangnya cara berfikir seseorang untuk dapat mengarahkan pada inovasi dan perubahan masa depan. Untuk dapat mewujudkannya seorang guru harus mampu menginspirasi, mengikuti perkembangan dan perubahan zaman untuk mencapai potensi yang diinginkan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 10 ayat (1), kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan atau keterampilan guru mengelola proses pembelajaran atau interaksi belajar dengan peserta didik. Kompetensi kepribadian berkaitan dengan karakter guru, yang wajib dimiliki agar menjadi teladan bagi peserta didik. Selain itu setiap gur harus mampu mendidik para muridnya agar membantu mereka kepribadian yang baik. Kompetensi selanjutnya adalah kompetensi profesional adalah kemampuan atau keterampilan yang harus dimiliki guru agar tugas-tugas keguruan dapat diselesaikan dengan baik. Keterampilan ini berkaitan dengan hal-hal yang teknis dan berkaitan langsung dengan kinerja guru. Kompetensi terakhir yan harus dimiliki seorang guru adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependididkan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

Dengan empat kompetensi yang harus dimiliki dan dikuasai oleh guru tersebut diharapkan muncul generasi penerus yang siap membangun dan memajukan negara di masa depan, terbentuk sifat siap bersaing dengan bangsa luar dan membentuk karakter dan pribadi bangsa yang cinta tanah air. Artinya seorang guru harus terus belajar dan berusaha untuk mengupgrade setiap kompetensi yang melekat pada dirinya.

Saya percaya bahwa menjadi seorang guru merupakan bentuk cinta dan bela terhadap tanah air. Dengan menjadi seorang guru menjadikan seseorang mampu mengeksplorasi diri untuk terus berkembang meningkatkan potensi dan kemampuannya guna mencerdaskan generasi penerus bangsa. Seorang guru dengan segala pengorbanan dan keikhlasan nya rela berbagi tidak hanya ilmu, tetapi semangat dan impian. Negara ini membutuhkan banyak guru yang dapat mendidik dengan hati sehingga mampu menghadirkan generasi yang paham jati dirinya dan tujuan hidupnya. Guru yang dapat menginspirasi tidak hanya dengan ucapan,
melainkan dengan perilaku dan impactful kepada kehidupan anak-anak didiknya.

Saya meyakini bahwa menjadi guru merupakan profesi yang penting di tengah kehidupan zaman yang canggih dan modern seperti saat ini. Pada abad ke-21 ini, dimana kita hidup berdampingan dengan internet, masyarakat kita lebih dikenal dengan generasi milenial sehingga masyarakat lebih banyak paham teori dibandingkan praktik dan berpengalaman secara langsung. Dari hal tersebut kita membutuhkan peran guru untuk bisa mengarahkan anak-anak didiknya untuk menemukan minat dan bakatnya yang bisa dikerahkan untuk jadi potensi terbaiknya. Jika ada pekerjaan yang paling sulit sekalipun karena kecanggihan zaman bisa digantikan oleh mesin maupun robot, tetapi pekerjaan mendidik tidak bisa digantikan oleh keduanya. Menjadi guru tetap menjadi profesi yang tidak bisa digantikan oleh teknologi terbaru dan tercanggih yang ada di belahan bumi ini.

Selain seorang dokter, seorang guru pun bisa diibaratkan pemegang nyawa manusia setiap hari. Siswa seperti batu tulis kosong dan guru memiliki kesempatan unik untuk menulis, menggambar, mewarnai dan melukis, serta merancang pikirannya untuk mempengaruhi dunia masa depan. Seorang guru mampu menampung beragam impian anak didiknya dan membuka kunci untuk mereka mampu mewujudkan satu per satu impiannya. Banyak cita-cita dan profesi baru yang terlahir dari tangan dingin seorang guru.

Walaupun ditengah keterbasan para guru, dan pengorbanan luar biasa yang belum diakui sepenuhnya oleh Pemerintah. Tak sedikit bahwa para guru yang harus rela menempuh jarak yang sangat jauh untuk tiba di sekolah, melewati hutan dan akses jalan yang sulit dilewati terutama para guru di daerah pedalaman yang terpencil. Meskipun gaji yang mereka terima tidak sebanding dengan perjuangan mereka untuk tetap berangkat dan melaksanakan kewajibannya untuk bisa mengajar, mendidik anak-anak didiknya. Bahkan mereka sering berbagi semangat satu sama lain. Semua hal akan dilakukan demi bertemu dengan anak didiknya.

Betapa besar jasa dari seorang guru sehingga setiap tahun di tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Melansir laman bone.go.id, Hari Guru Nasional ditetapkan Presiden Soeharto pada tanggal 25 November 1994 dengan Keputusan Presiden Nomor 78 tahun 1994. Sejarah hari guru di Indonesia berawal dari adanya Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). PGHB merupakan organisasi perjuangan para guru pribumi pada masa pemerintahan Hindia-Belanda yang berdiri pada tahun 1912. Hari Guru Nasional bukan merupakan hari libur resmi dan dirayakan dalam bentuk upacara peringatan di sekolah-sekolah dan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah.

Selamat Hari Guru Nasional bapak dan ibu guru se-Indonesia. Tetaplah bersemangat mengajar, mendidik dan menginspirasi putra putri terbaik bangsa ini. Terima kasih untuk semua jasa dan pengorbanmu, para pahlawan tanpa tanda jasa. Semoga Allah membalas semua yang engkau persembahkan untuk negeri ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here