Spread the love

Oleh Tita Puspita Sari, S.Pd.
Guru SMK Negeri 1 Tanggeung

Menurut Sunita Almatsier, dalam bukunya yang berjudul “Prinsip Dasar Ilmu Gizi”, makanan
adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi dan atau unsur-unsur/ikatan kimia yang
dapat diubah menjadi zat gizi oleh tubuh, yang berguna bila dimasukkan ke dalam tubuh. Kata “gizi”
berasal dari bahasa Arab ghidza, yang berarti “makanan”. Secara klasik kata gizi hanya dihubungkan
dengan kesehatan tubuh, yaitu untuk menyediakan energy, membangun, dan memelihara jaringan
tubuh, serta mengatur proses-proses kehidupan dalam tubuh. Tetapi, sekarang kata gizi mempunyai
pengertian lebih luas disamping untuk kesehatan, gizi dikaitkan dengan potensi ekonomi seseorang,
karena gizi berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar, dan produktivitas kerja.
(2004 : 3-4) Berdasarkan penjelasan tersebut, makanan memiliki hubungan yang erat dengan
kesehatan manusia, kecerdasan, dan produktivitas manusia. Sehingga menjadi salah satu faktor
terpenting dalam mengembangkan kualitas sumberdaya manusia.

Makanan dengan kualitas yang baik serta gizi yang seimbang sangat diperlukan oleh tubuh
dalam menunjang kegiatan sehari-hari serta memperkuat sistem imunitas tubuh, terutama di masa
pandemi Covid 19 ini. Untuk mendapatkan makanan dengan kualitas yang bermutu diperlukan
bahan makanan yang bermutu dan proses pengolahan yang tidak merusak nilai gizi dari bahan
makanan tersebut.

Melalui Pelatihan Pengolahan Sosis dan Bakso yang dilaksanakan di SMKN 1 Cikalongkulon
pada hari Rabu, 16 Desember 2020 yang diikuti oleh peserta dari berbagai instansi pendidikan dan
lembaga masyarakat yang ada diwilayah Cianjur, diantaranya perwakilan dari Desa Cinangsi,
Kecamatan Cikalongkulon, SDN Cihurip, PGRI Kecamatan Cikalongkulon, SMKN 1 Cikalongkulon,
SMPN 3 Mande, Kantor Cabang Dinas 6 (KCD 6), SMK Al Ma’soem, SMKN Cijati dan SMKN 1
Tanggeung, dengan narasumber dari pelatihan ini adalah instruktur nasional yaitu Ibu Hj. Yayu
Mustika, S.T dan Ibu Lani Adriani, S.T.; peserta pelatihan diajarkan bagaimana cara memilih daging
merah ataupun putih yang cocok untuk diolah menjadi produk bakso dan sosis, menentukan alat dan
bahan serta meramu resep dari bakso dan sosis sesuai kebutuhan, serta belajar memproduksi
produk bakso dan sosis dengan baik.

Bahan baku yang digunakan dalam pengolahan sosis dan bakso adalah daging merah yang
berasal dari hewan ternak seperti kambing, domba, kerbau, sapi, dan babi; serta daging putih yang
berasal dari unggas seperti ayam, itik, kalkun, merpati, dan angsa. Dalam praktek pengolahan bakso
bahan dan alat yang digunakan adalah daging sapi dan daging ayam yang masih segar dan berwarna
cerah, tepung tapioka, kopta, garam, bawang putih, merica bubuk, kaldu ayam, bawang goreng, es
batu, timbangan, Chopper, Food Processor, panci/wajan, kompor, Vacum sealer, dan sendok.
Sedangkan bahan dan alat yang digunakan dalam proses pembuatan sosis adalah daging sapi dan
daging ayam yang masih segar dan berwarna cerah, tepung tapioka, ISP, minyak, es batu, garam,
bawang putih,merica, gula, abastol, kaldu sapi, bubuk pala, serat J, karagenan, pengenyal, beef
ekstrak, profit, enzim, smoke, pewarna makanan, timbangan, Chopper, Food Processor, panci/wajan,
kompor, Vacum sealer, dan alat pengisi sosis.

Mengikuti pelatihan Bakso dan Sosis, peserta mendapatkan wawasan, ilmu, dan
keterampilan yang diperoleh untuk dikembangkan kembali di tempat bekerja, terutama bagi guru
yang mengajar di jurusan APHP, menciptakan lahan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, serta mampu
mempraktekan di rumah dan memiliki keterampilan dalam membuat variasi makanan dari bahan
yang tersedia di rumah atau bahan yang ada di sekitar kita, sehingga kualitas makanan yang
dikonsumsi terjamin mutunya. Ada sebuah ungkapan yang penulis sukai yaitu “Didalam Tubuh yang
Sehat terdapat Jiwa yang Kuat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here