Spread the love

Oleh: Olis Aisah, S.Pd.

Guru SMKN 1 Cikalongkulon

Masa pandemi yang sudah berlangsung lama menimbulkan berbagai kebiasaan baru dalam kehidupan
masyarakat. Kebiasaan baru yang sering terekspos kamera media saat ini yaitu berkebun. Berkebun telah
melanda masyarakat terutama ibu-ibu. Ada ibu-ibu yang memiliki hobbi berkebun sayura-sayuran dan
juga yang hobbi berkebun bunga. Berkebun di saat pandemi covid-19 sangat bermanfaat untuk
mengobati rasa bosan dan setres karena harus selalu berada di rumah.

Berkebun sebagai kebiasaan baru yang digandrungi ibu-ibu ternyata mengusik penulis untuk mengikuti
jejak mereka . Untuk berkebun awalnya penulis memanfaat halaman yang tidak luas di depan rumah
untuk menanam cabai dan kakung. Alhambulilah walau tidak banyak cabainya sudah berbuah dan
bermanfaat di situasi harga cabai yang meroket seperti sekarang.

Karena pandemi berkelanjutan penulis akhirnya melirik tanaman lainnya yaitu bunga atau tanaman hias
terasa lebih memikat hati dan membuat penulis nyaman sehingga betah berlama-lama di rumah.

Ada beberapa jenis bunga yang penulis tanam di pot dan disimpan di halaman rumah, seperti aglonema,
kaladium,monsera dan anggrek. Dari keempat jenis tanaman hias yang penulis pelihara, anggrek adalah
bunga yang sudah lama penulis sukai karena menurut penulis anggrek itu bunga yang sangat mempesona.
Pesona anggrek tetap abadi di hati penulis dan tidak tergeser dengan bunga lain yang viral akhir-akhir ini
dengan harga fantastis.

Belum lama ini penulis melakukan perjalanan ke Cidaun , sebuah kecamatan yang ada di Kab. Cianjur
untuk bertaziah ke rumah kerabat. Perjalanan Cianjur-Cidaun via Ciwidey tentu sangat melelahkan
apalagi penulis harus pulang-pergi dalam satu hari. Memasuki daerah Ciwidey kira-kira pukul 7.30, hawa
sejuk dengan pemandangan eksotis kebun teh terbentang di depan mata, membuat kantuk penulis
segera terbang tergantikan rasa takjub yang sukar di lukiskan. Setelah melintasi area kebun teh, jalan
mulai menurun dan akhirnya penulis dan keluarga tiba di sebuah warung nasi sederhana yang ada di
pinggir jalan yang dilalui. Untuk melepas lelah dan makan pagi kami berhenti di warung tersebut.

Di sebrang warung itu ada sebuah rumah dengan sebuah bangunan gubuk atau saung, disekelilingnya
berjejer bungan-bunga yang ditanam di pollibag dan di sebuah papan bercatat putih terlihat tulisan
“dijual”. Seorang lelaki umur 50 tahunan sedang mengurus bunga-bunga itu. Rasa penasaran memaksa
penulis melangkah untuk mengunjungi tempat itu. Mata penulis tertuju pada sebuah keladi joker yang
sudah seminggu ini ingin dimiliki. Setelah ditanya harganya cukup murah dan penulis katakan kepada
penjual untuk membeli tanaman itu, selanjutnya penulis menuju gubuk dan ternyata disini terdapat
beberapa anggrek hutan, yang membuat penulis ingin bertanya lebih banyak. Rupanya lelaki itu tidak
mengetahui nama anggrek yang dijualnya hanya mengatakan yang ini bunganya begini, itu begini. Ada
beberapa anggrek hutan yang sudah menampakkan knop atau bakal bunganya. Penulis putuskan membeli
tiga jenis anggrek hutan dan satu keladi joker. Setelah dihitung harganya di luar dugaan… sangat murah
walaupun itu anggrek hutan yang di dapat di hutan di daerah itu.

Belakangan setelah penulis berseluncur di geogle diketahui anggrek yang penulis beli itu salah satunya
bernama anggrek bibir berbulu. Kini bunganya sudah mekar dan indah walaupun dalam satu tanggkainya
hanya memiliki dua bunga dan tidak sebesar dan sebanyak bunga anggrek bulan. Rasa lelah menempuh
perjalanan panjang terobati dengan pesona anggrek hutan.

Anggrek ini asli dari Indonesia dengan nama latin Coelogyne speciosa, bunga ini tumbuh di hutan hujan
tropis sehingga tersebar merata di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Nusa Tenggara.

Kenapa anggrek ini disebut bibir berbulu? Bagian labellum-nya yang besar dan berbulu membuatnyaterlihat seperti bibir yang berbulu. Warna dasar dari labellum-nya putih hingga hijau muda dengan warnacokelat di bagian tengah dan warna putih di ujungnya. Menarik banget, kan?

https://www.rukita.co/stories/budidaya-anggrek-khas-indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here