LEBARAN KEDUA DI MASA PANDEMI COVID 19

0
139
Spread the love

Oleh Yudi Rahman, S,Pd (Staff Pengajar SMKN 1 Cikalongkulon)

Lebaran tahun ini terasa agak sunyi karena pandemi covid 19 yang masih belum hilang dari negeri ini, bahkan mungkin dunia. Larangan mudik pun terpaksa menjadi pilihan bijak pemerintah demi memutus mata rantai penyebaran covid -19. Karena laju penularan covid -19 terus mengalami peningkatan akibat ketidakdisiplinan sebagian warga masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan. Idul fitri di tengah pandemi ini harus menggugah kesadaran kita semua, bahwa wabah ini harus di hadapi bersama dengan disiplin, seperti menjaga jarak dan kontak fisik, menjauhi kerumunan, dan menerapkan budaya hidup bersih dan sehat, dengan mengutamakan tetap tinggal dan menikmati kebersamaan dengan keluarga tercinta di rumah.

Kalaupun ada saudara atau sahabat yang tidak berkumpul bersama keluarga karena larangan mudik dari pemerintah tidak harus sedih ataupum berkecil hati, karena silaturahmi tetap bisa di lakukan secara virtual. Hal ini tentu saja sangat efektif karena bisa menjadi solusi alternatif sebagai pengganti mudik dengan memanfaatkan jejaring media sosial dan media komunikasi digital seperti smartphone. Silaturahmi virtual di era pandemi harus tetap berfungsi sebagai media perekat sosial kultural untuk dapat meneguhkan kebersamaan, persaudaraan dan persatuan umat dan bangsa. Nuansa lebaran ini harus memberikan aura kegembiraan dan kedamaian, karena itu nilai kesucian idul fitri idealnya dapat menumbuhkan kesadaran kekeluargaan dan kebangsaan untuk merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI.

Esensi dari lebaran ini adalah sikap terbuka dan legawa untuk bisa saling memaafkan satu sama lain. Meminta maaf dan memaafkan memang tidak harus menunggu momentum idul fitri. Akan tetapi, suasana kesucian idul fitri dinilai sangat tepat untuk saling memaafkan, mencairkan suasana penuh ketulusan hati, dan energi bahagia. Setelah menjalani ibadah ramadhan satu bulan full tibalah kita pada hari kemenangan ini. Umat islam di seluruh dunia bersuka cita dalam merayakan idul fitri. Antara lain dengan cara bertakbir, bertahmid, bertasbih, bertahlil dan melaksanakan shalat id. Di berbagai kebudayaan masyarakat muslim dunia termasuk indonesia, lebaran merupakan waktu berbagi angpau maupun hadiah kepada sana saudara ataupun yang lainnya. Kemudian idul fitri juga hadir dengan berbagai macam makanan khas nya. Misalkan di kita biasa menyantap opor ayam beserta ketupat dan berbagai jenis makanan khas lainnya. Sungguh moment yang indah dan mengharukan.

Merayakan idul fitri tidak harus dengan cara bertatap muka secara langsung karena kemajuan teknologi memberikan kemudahan kepada kita untuk bersilaturahmi di hari kemenangan ini. Maka perayaan hari raya idul fitri ini dapat di lakukan secara virtual, berlebaran secara virtual maksudnya merayakan hari lebaran menggunakan perangkat lunak komputer atau handphone berupa internet yang menyediakan aplikasi untuk berkomunikasi secara dalam jaringan (online). Misalnya melalui aplikasi zoom, google meet, telegram, skype dan whatsapp. Berlebaran dengan memanfaatkan fasilitas virtual ini di harapkan bisa mengobati rasa rindu saudara kita di luar sana yang tidak bisa berkumpul dengan keluarganya. Tapi apapun itu, hari kemenangan ini tetap harus di syukuri seraya berdoa agar kita masih di berikan umur untuk bisa bertemu lagi dengan ramadhan tahun depan. Aamiin ya robbal alamin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here