Spread the love

Oleh :Safa’atun, SP,MM

(Guru SMKN 1 Cikalongkulon)

PKL adalah suatu proses pembelajaran dan pelatihan secara praktis dalam bidang kompetensinya masing-masing, hal ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman nyata bagi peserta didik tentang lingkungan kerja, etos dan budaya kerja yang belum dapat disampaikan sepenuhnya di sekolah. Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah salah satu bentuk implementasi secara sistematis dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja secara langsung di dunia kerja untuk mencapai tingkat keahlian tertentu. Dari pengalaman Praktek Kerja Lapangan ini diharapkan peserta didik mendapatkan ketrampilan hidup yang akan berguna bagi perkembangan dirinya dimasa yang akan datang.

Pada kesemptan ini kami tim ATPH akan melakukan penjajakan PKL. Kegiatan PKL yang sempat tertunda karena pandemi,  harus tetap dilakukan meskipun dengan prosedur ketat. Kami yang tergabung di tim ATPH (Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura) menyusun rencana penjajakan. Penjajakan ini bukan sekedar mencari tempat untuk PKL, bagi tim kami ini merupakan wujud kebersamaan dan kekompakan tuk saling mendukung dan mengenal Industri dan Dunia Kerja (Iduka) yang bekerjasama dengan kami. Bukan hal yang asing juga bagi kami yang telah lama bergabung di tim ATPH, mengenal Iduka beserta pimpinan dan personil mereka, karena sebelumnya kami juga sudah ikut menjadi pembimbing PKL di berbagai tempat.

Mobil Kaprog menjadi sarana kami berkeliling penjajakan PKL dengan sasaran perusahaaan di Cipanas dan sekitarnya. Rata-rata perusahaan itu bukan rekanan baru, tapi kita sudah lama menjalin kerjasama. Jadi penjajakan ini juga sebagai ajang silaturahim dengan para pimpinan perusahaan beserta jajarannya. Ada 4 target perusahaaan yang akan kita kunjungi yaitu BUF, Alinda, P4S Agrofarm dan Saronge Farm (Direktorat Bisnis IPB University). Kami meluncur ke Alinda. Disana ditemui oleh perwakilan perusahaan, kami diterima dengan baik dan menyampaikan juga maksud tujuan untuk kerjasama link and match, dan sinkronisasi kurikulum. Adanya Link and match inidiharapkan peserta didik tidak hanya mendapat pendidikan berkualitas tetapi juga lulusannya  setelah peserta didik lulus dapat kesempatan kerja yang luas sesuai ketrampilan yang dimiliki. Alinda merupakan perusahaan pembibbitan tanaman hias, lahan yang luas dengan kondisi lingkungan yang mendukung , udara sejuk, tanah yang subur untuk tumbuh kembang tanaman hias, memungkinkan Alinda sebagai sarana pembelajaran praktek yang cocok di bidang tanaman hias. Bermacam tanaman hias yang diusahakan disana, demikian juga dengan perusahaan yang masih bergerak dibidang tanaman hias yaitu BUF, dengan tatanan lokasi yang artistik sangat memberikan semangat untuk melakukan PKL, belajar dan bekerja disana. Lingkungan pembibitan ditata indah terpadu serasi dengan kantor yang terdiri dari bangunan kayu terbuka, menjadikan suasana tenang.

Melanjutkan penjajakan ke lokasi yang tidak menjadi target tetapi memang sudah biasa kami pakai untuk tempat PKL yaitu P4S Tani Mandiri. Meskipun sudah berkali-kali datang ketempat ini nyatanya kita kesasar satu gang hingga membuat kita berputar, tetapi hal itu justru membuat canda dan keceriaan kami dalam perjalanan. P4S Tani mandiri merupakan perusahaan pembibitan sayuran, terutama cabe, tomat dan lainnya serta budidaya butternut. Tentunya sudah pada tahu ya seperti apa butternut ?

http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/71971/Budidaya-Labu-Madu–


Buterrnut atau tanaman labu madu (Curcubita moschata)  buah yang dikenal di luar negeri dengan nama pumpkin butternut merupakan tanaman berjenis labu yang mulai dikenal di Indonesia. Labu madu berbentuk unik  seperti lampu bohlam atau kacang tanah,  memiliki citarasa manis dengan tekstur yang lembut. Buah labu madu ini mengandung serat yang tinggi, anti oksidan, beta karoten, vitamin A dan B kompleks. Sehingga sangat baik jika digunakan sebagai Makanan Pendamping ASI untuk bayi (mpasi). Manfaat itulah yang kemudian membuat buah yang satu ini begitu diminati dan dikonsumsi. Pasar dari tanaman labu madu ini terdapat di pasar-pasar eksklusif seperti swalayan  dengan harga yang cukup tinggi. Meskipun sekarang mulai ada juga di pasar-pasar tradisional. Tingginya harga bukan disebabkan oleh kesulitan dalam budidaya, namun lebih kepada jumlah produk yang masih terbatas di pasaran. Sedangkan permintaan terhadap buah ini relatif cukup tinggi. Selain itu, tingkat kemanisan buah labu madu ini akan semakin meningkat setelah buah disimpan minimal 2 bulan.

Ditengah melanjutkan perjalanan ada WA masuk dari Umi Ratih, teman sejawat di sekolah yang rumahnya di Cipanas. “Sudah sampai cipanas silahkan mampir dulu. Ini sudah dekat dengan rumah saya, kapan lagi,” chat yang ditulis umi Ratih. Ya kapan lagi ada kesempatan untuk berkunjung , kadang yang tidak terencana malah terealisir. Kami putuskan mampir dulu ke rumah umi Ratih. Subhanallah. Rumah yang terbilang jauh dari lokasi sekolah. Salut untuk Umi Ratih yang dengan semangat tinggi setiap hari harus hadir ke sekolah, belum lagi kalau cuaca tidak bersahabat, hujan, licin. Luar biasa perjuangan umi Ratih. Umi Ratih di rumah mengembangkan juga tanaman hias, beragam tanaman hias yang lagi hits dia kembangkan, dan dijual baik melalui online maupun off line. Silaturahmi ke Umi ratih, melihat lihat koleksi tanaman hiasnya dan menikmati suguhan dari tuan rumah, ikut sholat duhur , kemudian kita lanjut pada sasaran penjajakan PKL selanjutnya.

P4S Agrofarm menjadi kunjungan berikutnya, bapak Santoso sebagai pimpinan telah menunggu kedatangan kami. “ Wah formasi lengkap turun semua nih,” kata- kata sambutan dari bapak Santoso melihat kami satu tim lengkap. “He.. he.. iya pak, mumpung ada kesempatan silaturahim bersama”, jawabku mewakili.

“Sepertinya di masa pandemi ini bu Parida dan bu Safa makin subur saja, “ lanjut basa-basi pak Santoso. Saya dan bu Parida memang yang paling sering menjadi pembimbing di P4S Agrofarm ini, jadi sudah biasa dengan beliau. Pertemuan dilanjutkan dengan sinkronisasi kurikulum dan rencana untuk mengadakan webinar bersama, dan pak Santoso menyambut baik rencana tersebut. Usaha di P4S Agrofram ini selain budidaya tanaman sayuran, khususnya yang spesial disini adalah budidaya tanaman Zukini , juga packing sayuran untuk dikirim ke jakarta dan restoran Jepang. Zukini merupakan sayuran buah mirip mentimun biasanya berwarna hijau gelap dan lebih panjang. Daging berwarna putih, tapi tidak serenyah mentimun pada umumnya. Warna hijau gelap zukini menandakan tingginya kandungan vitamin, mineral dan manfaat lainnya yang penting untuk tubuh. Berbeda dengan mentimun yang tumbuh merambat dan perlu ajir untuk menopang tanaman, maka zukini tidak merambat, pohonya perdu dan buah keluar diantara batang pohon.

Selesai dari P4S tani Mandiri, kami mengisi perut dengan membeli bakso Cigombong yang terkenal. “ Burasnya jangan lupa,” celoteh salah satu dari kami. He..he.. emak-emak kalau pergi kemana-mana tidak lupa bebekelan komplit, dari stelan buras dan gorengan serta makanan di rumah angkut semua. Kami menikmati bakso panas disaat yang tepat, sebenarnya sedikut terlambat, perut meronta menagih untuk diisi. Urusan isi perut selesai masih ada satu tempat lagi yang harus kami kunjungi yaitu Sarongge Farm Pasir ( Direktorat Bisnis IPB University) yang dulu bernama ADC (Agribusiness Development Center) yaitu merupakan agribisnis terpadu yang mengintegrasikan produk dan pemasaran dalam satu paket kegiatan. Disana ternyata sedang ada renovasi fisik bangunan dan pergantian kepengurusan juga. Tapi kami tetap diterima dengan baik untuk melalukan PKL dan kerjasama lainnya.

Penjajakan kami selesai, dari target empat tempat, tercapai lima tempat, selebihnya sudah di lakukan penjajakan melalui email dan kontak langsung lewat Whatsapp. Sebelum meluncur pulang kami sempatkan mampir ke rumah Akang. Salah satu tim ATPH yang sedang sakit. Akang begitu kami memanggilnya merupakan satu-satunya pesonil laki-laki selain teknisi kami. Bagaimanapun  kondisi Akang, kami emak-emak rempong tetap tenang dengan adnya Akang di tim ATPH. Kami selalu berdoa agar Akang diberi kesehatan dan tim ATPH tetap kompak dalam segala situasi. Sebagai oleh-oleh kegiatan kami sebuah video kami buat buat selama perjalanan kami.

https://drive.google.com/file/d/1daOuqOBT3Vxbx7LqZvuhB_iZMI3qdUGB/view?usp=sharing

“Solidaritas dalam tim kerja lebih penting dibanding kekuatan pribadi, maka perlu saling menghargai dan saling kerjasama satu sama lain”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here