Spread the love

Oleh :
UNDANG IMAN SANTOSA*)

*)Pendidik & Penggerak Literasi Kabupaten Cianjur
*) Ketua Yayasan Muslim Adzikri

Selama pandemi Covid-19 berlangsung, banyak orang memiliki hobi baru, salah satunya
mengurus tanaman di rumah. Dari banyaknya tanaman hias yang laris di pasaran selama pandemi
ini, tanaman fenomenal yang bernama indah “janda bolong’ (Monstera) dengan warna dan
bentuk daun yang menarik menjadi primadona masyarakat Indonesia.
Tanaman Monstera berasal dari daerah beriklim tropis, khususnya di Amerika Selatan dan
Tengah. Tanaman ini termasuk ke dalam Familia Aracae. Ada beberapa jenis yang populer
seperti Monstera deliciosa, Monstera adansonii dan Monstera obliqua

Di alam, janda bolong merupakan tumbuhan semi epifit atau tumbuhan yang akarnya tetap
sampai tanah, merambat, dan menempel pada tumbuhan lain, pada intensitas cahaya yang
rendah. Pada lingkungan dengan kelembaban tinggi, tumbuhan ini dapat berbunga sepanjang
tahun, namun umumnya berbunga pertama kali saat usianya mencapai tiga tahunan.
Keindahan janda bolong terletak pada daunnya yang memiliki lubang. Khusus pada jenis
Variegata ini, tanaman memiliki warna unik pada daun yaitu hijau putih, yang diprediksi
membuat harganya melambung tinggi. Sebenarnya peningkatan atau naiknya harga yang drastis
bukan akibat dari sulitnya teknik budidaya yang dilakukan, ini hanya sebatas dari permainan
dagang atau harga untuk tanaman hias. Fenomena ini pernah terjadi pada 2007 saat kenaikan
harga Anthrium Gelombang Cinta. Jika sudah banyak yang produksi tanaman ini, maka
kemungkinan besar harga di pasaran juga akan menurun drastis.
Keunikan Tanaman Janda Bolong
Tanaman Monstera merupakan tanaman merambat, yang membuatnya cocok untuk digantung.
Tanaman ini tetap akan terlihat sempurna tidak peduli di mana pun diletakkannya.
Karena akarnya menempel pada tanah atau bahkan batu sebagai penyangga, semua tanaman
Monstera epifit membuatnya menyenangkan untuk dibudidayakan.
Lubang – lubang pada daun janda bolong sebenarnya terbentuk karena mekanisme alami. Karena
pada habitat aslinya di alam, tumbuhan ini hidup semi epifit, di mana kanopi pohon besar yang
lain menutupinya. Akibat dari kanopi pohon besar yang menutupinya, menjadikan tanaman janda
bolong berusaha untuk bertahan hidup dengan menangkap bintik matahari atau berkas kecil sinar
matahari yang menembus kanopi. Strategi yang dilakukan tumbuhan janda bolong agar sinar
matahari dapat terserap efektif, adalah dengan membentuk lubang-lubang pada daunnya tersebut.
Adanya lubang-lubang pada daun menjadikan luas penampang daun menjadi kecil, sehingga
dapat mengefektifkan dan mengefisiensikan sinar matahari yang diterima, dibandingkan apabila
luas penampang daus besar atau tidak bolong.
Tak main-main, untuk membeli satu pot tanaman hias ini, bisa merogoh puluhan hingga ratusan
juta rupiah. Harga janda bolong kian meroket apabila jumlah daun yang bolong itu banyak dan
besar, serta dipadukan warna hijau, putih, hingga kuning yang bisa memanjakan mata.
Cara Merawat Tanaman Janda Bolong
Tanaman yang begitu unik dan harga yang fantastis ini tentunya harus dirawat dan dijaga dengan
baik. Ada beberapa bagian yang penting dalam merawat tanaman Janda Bolong, yaitu tanah, air,
kelembaban, hingga sinar matahari.
Tanah
Janda Bolong membutuhkan tanah yang memiliki drainase yang baik. Tanah harus memiliki
drainase akan tanaman tidak disiram secara berlebihan dan memungkinkan kelebihan air
mengalir ke dasar tanah. pH tanah harus berkisar antara 5,5 pH dan 7,0 pH. Ini berarti itu harus
netral tetapi sedikit asam juga tidak menjadi masalah.
Pupuk
Pemupukan dilakukan pada saat tanaman aktif tumbuh dengan pupuk yang 100% larut dalam air
dan menggunakan pupuk dengan konsentrasi nitrogen tinggi (misal NPK Mutiara Sprinter)
Cahaya
Monstera adansonii membutuhkan banyak sinar matahari atau cahaya buatan. Karena ini adalah
bentuk tumbuhan yang memiliki lebih sedikit klorofil dibandingkan tumbuhan lain.
Warna putih atau kuning pada daun tidak memungkinkannya menyerap banyak cahaya
dibandingkan dengan tanaman hias lainnya. Tanpa cahaya itu, tanaman Monstera harus bekerja
dua kali lebih keras untuk melakukan fotosintesis. Jadi, banyak cahaya sangat penting.
Akan tetapi, hindari sinar matahari langsung jika memungkinkan. Daunnya akan hangus di
bawah sinar matahari yang terlalu banyak. Tempatkan tanaman Monstera adansonii Anda di
jendela yang menghadap ke utara atau timur. Ini memastikannya mendapat cukup cahaya tanpa
sinar matahari yang menyinari daun.
Pengairan
Tanaman Janda Bolong membutuhkan tanah yang lembab setiap saat. Ini tidak berarti Anda
harus menjenuhkan tanah, sebab tanaman ini mudah menyerap air karena akarnya yang epifit.
Tanah yang jenuh menyebabkan beberapa masalah, yang terburuk adalah akar busuk.
Penyiraman bisa 2 kali sehari pada musim kemarau dan dikurangi pada waktu musim hujan.
Temperatur
Kisaran suhu terbaik untuk tanaman Janda Bolong adalah antara 65F (19oC) hingga 80F (26oC).
Tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Suhu di bawah 65F (19oC) akan sedikit memperlambat
pertumbuhan.
Sebagai catatan bagi anda yang ingin membeli atau mulai mengoleksinya, perlu mengedepankan
kehati-hatian. Sebab, tanaman janda bolong ini mengandung racun. Racun tersebut bersumber
dari kalsium oksalat pada getah yang ada di daunya. Jika daun tersebut sobek dan mengeluarkan
getah, kemudian getah tersebut tertelan, bisa mengakibatkan muntah, iritasi pada mulut dan
saluran pernafasan, hingga kesulitan menelan atau bernafas. Tentunya peringatan ini bila di
rumah kalian ada anak kecil yang belum tahu bahaya dari kalsium oksalat.
Demikian informasi mengenai Tanaman Janda Bolong yang sangat fenomenal. Semoga artikel
ini bermanfaat
Referensi :
https://www.kompas.com/
https://inet.detik.com/
http://www.biologi.lipi.go.id/
https://www.cnbcindonesia.com/
https://tirto.id/

“Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain”
(HR. Bukhori)

Kunjungi Youtube #UIS_Channel
https://www.youtube.com/c/UndangImanSantosa/
e-mail : [email protected]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here