Spread the love

Oleh : Dian Ika Susanti, SP., MMPd
(Guru SMKN 1 Cikalongkulon)

Bulan ke tujuh dari dua belas bulan dalam hitungan tahun. Entah mengapa di bulan Juli ini banyak kisah atau cerita yang dirasakan dalam kurun waktu yang cukup lama yaitu dua puluh empat tahun. Kisah berawal dari hari pernikahan yang jatuh pada bulan Juli. Dimana kami disatukan oleh cinta dan kasih sayang antara dua keluarga dari suku yang berbeda. Abaikan suku atau ras diantara kita, karena kebhinekaan kita sebagai warga Indonesia. Satu tahun berjalan alam ikatan pernikahan pada bulan Juli dan secara kebetulan pada tanggal yang sama bapak mertua meninggalkan dunia ini. Selang beberapa hari pada bulan yang sama yaitu Juli ibu mertua pun meninggalkan dunia yang fana ini.

Tahun berganti,  selama tiga tahun penantian kami untuk mendapatkan keturunan terkabulkan oleh Tuhan. Pada bulan Juli dua puluh satu tahun yang lalu lahirlah putra pertama kami yang secara kebetulan lagi juga bertepatan dengan hari lahir Kabupaten Cianjur. Banyak suka yang kami terima, kami sangat bersyukur Tuhan telah mempercayai kami untuk mengasihi dan menyayangi amanah yang sudah Tuhan berikan kepada kami. Walaupun sampai saat ini kami baru diberi kepercayaan satu anak manusia yang harus di didik dengan penuh kasih sayang dan kami sangat bersyukur karena tidak sedikit dari teman atau sahabat yang belum diberi keturunan.

Tak terasa tahun terus berganti sampai tahun dua ribu dua puluh dimana kita bukan saja kita sebagai warga dari Negara Indonesia namun seluruh dunia diberi cobaan dengan adanya pandemic covid19. Dan pada bulan Juli di tahun yang sama pun kami kehilangan kakak ipar yang pertama dari sepuluh bersaudara. Selang satu tahun berjalan tepatnya pada tahun dua ribu dua puluh satu dan pada bulan yang sama yaitu bulan Juli kakak ipar yang ke dua pun meninggalkan dunia yang fana ini akibat covid-19.

Ada cerita yang menarik sebelum berita duka tersampaikan kepada kami. Bertepatan dengan anniversary kami yang ke dua puluh empat, kami mendapat musibah dan cobaan. Awal cerita pada tahun dua ribu sebelas kami baru mempunya sebuah sepeda motor yang selama sepuluh tahun di pergunakan untuk kendaran operasional dari tempat tinggal kami di Ciwalen  ke tempat bekerja kami di SMK Negeri 1 Cikalongkulon. Suatu sore di hari anniversary kami, putra kami berboncengan dengan adik sepupu untuk membeli kue di Cianjur. Belum saja sampai ke tempat tujuan putra kami mengalami musibah yaitu adik sepupu terjatuh dari motor saat berboncengan, karena terkejut dan di depannya ada sebuah motor yang membuat putra kami terkejut. Karena panik dan keadaan ramai sehingga putra kami hanya fokus kepada adik yang terjatuh tersebut, sampai dibawa ke rumah sakit daerah dengan menggunakan angkutan kota. Sang penolong bicara bahwa sepeda motor di simpan di bank terdekat dengan lokasi kejadian. Mungkin karena panik dijawab iya saja, tanpa memperhatikan orang yang bicara. Bukti bahwa kita percaya dengan orang lain yang menolong tapi tenyata sang penolong tidak amanah, mengambil kesempatan dikala orang terkena musibah. Akhirnya hadiah terindah kami adalah sepeda motor yang selama sepuluh tahun bersama kami kini aman berada di sang penolong. Semoga bermanfaat sepeda motornya bagi dirinya dan keluarganya. Dan tidak lupa juga di bulan Juli pun masa masuk sekolah atau pergantian tahun ajaran baru pendidikan berlaku, serta satu tahun  yang lalu pada bulan yang sama yaitu bulan Juli terjadi pergantian kepala sekolah kami SMK Negeri 1 Cikalongkulon. Pada dasarnya semua hari, minggu, bulan dan tahun adalah baik, tidak ada hari, minggu, bulan dan tahun yang tidak baik. Semua baik dan bagaimana kita bisa menyikapinya, hanya bisa  dengan  bersyukur dan berdoa. Sepenggal cerita di bulan Juli.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here