Jangan Remehkan Infeksi Selulitis

0
8
Spread the love

Oleh Parida, SP
(Guru Produktif ATPH SMKN 1 Cikalongkulon)

Terkadang kita suka menganggap remeh jika ada luka kecil di tubuh kita. Belajar dari pengalaman suami yang pernah mengalami infeksi selulitis. Waktu itu suami akan berangkat ke kantor, ada bisul kecil kalau kata orang sunda cenang di kaki karena merasa sakit dan agak terganggu bisul kecil itu dipecahkan, kemudian langsung memakai kaus kaki dan sepatu bot. Suami saya langsung berangkat ke kantor. Sorenya pulang dari kantor merasa kesakitan di bagian kaki memerah dan membengkak. Dan tidak bisa berjalan, harus merangkak, karena saking nyerinya di bagian kaki. Dikira waktu itu bengkak di kaki suami saya dari penyakit asam urat, karena memang sebulan yang lalu kadar asam uratnya sedang tinggi. Sehingga kami melakukan penanganan dengan menggunakan obat asam urat. Tapi ternyata bengkak di kaki suami saya semakin memerah dan membesar serta agak sedikit bernanah, malam ketiga suami saya sama sekali tidak bisa tidur karena merasa sakit yang luar biasa di kaki bengkak tersebut. Akhirnya kami memutuskan langsung berobat ke dokter bagian dalam. Ternyata hasil lab darah suami saya normal, kadar asam urat dan gula suami normal. Hasil pemeriksaan dokter suami menderita infeksi selulitis. Istilah itu baru kami dengar tapi penyakit serupa ini pernah diderita oleh tetangga saya. Beliau juga berawal dari luka kecil di bagian kaki.

Selulitis adalah infeksi bakteri di kulit dan lapisan yang ada di bawahnya. Kondisi ini dapat menyebabkan kulit terlihat kemerahan, bengkak, terasa lembut atau lembek, dan sakit saat ditekan. Selulitis lebih sering terjadi di kulit tungkai bawah, tetapi juga bisa muncul di wajah, lengan, mata, dan perut.

Selulitis bisa dialami oleh semua kelompok usia, termasuk anak-anak dan lansia. Selulitis tidak menular, tapi infeksinya bisa menyebar dan berbahaya jika tidak segera ditangani. Selulitis bisa disebabkan oleh infeksi bakteri dari golongan Streptococcus dan Staphylococcus. Kedua jenis bakteri ini dapat tumbuh dan berkembang pada kulit yang terluka, seperti luka operasi, luka gores, dan gigitan serangga. Salah satu jenis bakteri Staphylococcus yang bisa menyebabkan selulitis adalahStaphylococcus aureus. Selain kedua bakteri di atas, ada beberapa bakteri lain yang bisa menyebabkan selulitis, yaitu Hemophilus influenzae, Pasteurella multocida, Aeromonas hydrophillia, Vibrio vulnificus, atau Pseudomonas aeruginosa.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita selulitis, yaitu:
 Pernah mengalami selulitis
 Menderita obesitas
 Mengalami gangguan aliran darah di lengan, tangan, tungkai atau kaki
 Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat penyakit HIV/AIDS, atau leukimia
 Menderita diabetes
 Mengonsumsi obat-obatan
 Mengalami limfedema
 Menderita penyakit kulit lain, seperti tinea pedis, eksim, atau psoriasis

Gejala Selulitis
Infeksi dan peradangan pada selulitis bisa menyebabkan beragam keluhan dan gejala pada kulit, yaitu:
 Kulit berwarna kemerahan
 Bengkak
 Terasa lembut dan hangat jika disentuh
 Kulit melepuh
 Kulit bernanah atau berair
 Demam

Selulitis juga bisa ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening yang ada di sekitar kulit yang terinfeksi atau munculnya bintik-bintik kemerahan di kulit.

Pengobatan Selulitis

Pengobatan selulitis akan disesuaikan dengan tingkat keparahan infeksi serta kondisi pasien. Pengobatan selulitis bertujuan untuk mengatasi infeksi, meredakan gejala, dan mencegah terjadinya komplikasi. Beberapa tindakan pengobatan yang dapat dilakukan oleh dokter untuk mengatasi selulitis adalah:

Pemberian obat antibiotik

Dokter akan memberikan obat antibiotik golongan penisilin, sefalosporin, makrolid, atau clindamycin. Obat-obatan ini umumnya diminum selama waktu 5–14 hari.

Obat-obat lain, seperti paracetamol atau ibuprofen, bisa diberikan untuk mengatasi nyeri dan demam yang dialami oleh penderita selulitis.

Jika kondisi pasien tidak kunjung membaik setelah 10 hari pengobatan atau gejala justru memburuk, pasien mungkin akan dianjurkan untuk menjalani perawatan di rumah sakit agar antibiotik dan obat-obatan lainnya dapat diberikan melalui suntikan.

Operasi

Dokter hanya akan menyarankan operasi jika ditemukan nanah atau abses. Operasi dilakukan untuk mengeluarkan nanah atau abses dan membersihkan jaringan yang mati guna mempercepat proses pemulihan.

Penderita selulitis juga disarankan untuk melakukan beberapa cara berikut untuk mempercepat pemulihan:
 Menggerakkan anggota tubuh yang terinfeksi secara rutin agar tidak kaku
 Mengonsumsi air putih yang cukup agar tidak dehidrasi
 Meninggikan bagian tubuh yang mengalami selulitis dengan menggunakan alas yang lembut sebagai penyangga, untuk mengurangi pembengkakan
 Tidak menggunakan stoking kompresi untuk sementara waktu sampai selulitis benar benar sembuh

Komplikasi Selulitis
Jika tidak ditangani, selulitis dapat dapat menyebabkan komplikasi berupa:
 Infeksi aliran darah
 Sepsis
 Infeksi tulang
 Limfadenitis
 Gangrene
 Penyebaran infeksi ke lapisan kulit terdalam atau fascial lining

Pencegahan Selulitis
Anda dapat menurunkan risiko terjadinya selulitis dengan melakukan beberapa langkah berikut:
 Menjaga kebersihan dengan rutin mencuci tangan dengan sabun dan air
 Menjaga kelembapan kulit
 Membersihkan luka dengan menggunakan air mengalir dan sabun
 Menggunakan alas kaki saat berada di luar rumah
 Memotong kuku kaki dan tangan dengan berhati-hati untuk menghindari luka
 Menjaga berat badan ideal, salah satunya dengan berolahraga, untuk mengurangi risiko terjadinya limfedema dan obesitas
 Melakukan kontrol rutin ke dokter jika Anda menderita penyakit yang bisa melemahkan sistem imun, seperti diabetes, leukemia, atau HIV/AIDS

Penderita diabetes atau gangguan aliran darah perlu lebih berhati-hati untuk mencegah terjadinya luka pada kulit. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah memeriksa kaki secara rutin, menjaga kelembapan kulit, serta menggunakan alas kaki yang lembut dan nyaman. Jika menemukan luka atau tanda-tanda infeksi, segeralah periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Mengingat penyakit ini termasuk penyakit yang serius kita harus selalu berhati-hati dan menjaga kebersihan tubuh, serta tidak menganggap remeh luka sekecil apapun karena dari luka itu bisa menyebabkan bakteri penyebab selulitis masuk. Sungguh penyakit ini dapat menggangu aktivitas kita. Akibat penyakit ini suami saya harus istirahat di rumah sampai dua minggu lebih. Semoga tulisan ini bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here