Spread the love

OLEH OLIS AISAH, S.Pd.

(GURU SMKN 1 CIKALONGKULON)

Coronavirus atau lebih terkenal dengan sebutan Covid-19 belum juga berakhir dari
Indonesia, penyakit yang disebabkan oleh virus ini memiliki gejala klinis seperti demam,
batuk filek, letih lesu, sakit tenggorokan dan gangguan pernapasan. Bahkan ada juga
orang yang terpapar dan dinyatakan positif tetapi tanpa merasakan gejala atau OTG.
Penularan Covid 19 sangat mudah, bisa melalui cairan droplet ketika seseorang batuk
atau bersin, bersentuhan fisik seperti bersalaman, dan menyentuh benda yang ada virus
di atasnya lalu menyentuh mulut, hidung atau mata.

Penularan Covid 19 tidak bisa dianggap enteng dan perlu diwaspadai oleh seluruh
masyakat karena satu saja yang terpapar, maka semua orang yang pernah kontak
dengan yang bersangkutan perlu diawasi karena besar kemungkinan tertular.

Di Indonesia angka kasus Covid 19 hingga saat ini terus mengalami peningkatan bahkan
dua bulan terakhir penularan Virus Corona menunjukkan gejolak cukup tinggi dan cukup
signifikan dibandingkan dengan pelunaran bulan-bulan sebelumnya yang melandai.
Masyarakat termasuk juga para peserta didik terus dihimbau untuk tetap berada di
rumah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Namun, pada kondisi tertentu
kita tetap harus keluar rumah untuk melakukan aktivitas yang sangat penting dan
mendesak. Agar tetap aman saat harus pergi keluar rumah, pemerintan tak pernah bosan
mengingatkan masyarakat baik secara langsung melalui Satgas Covid maupun secara
tidak langsung melalui iklan layanan masyarakat di televisi atau media sosial untuk
selalu mengikuti protokol kesehatan. Protokol kesehatan dibuat dengan tujuan agar
masyarakat tetap dapat beraktivitas secara aman dan tidak membahayakan keamanan
atau kesehatan diri sendiri dan orang lain. Menerapkan protokol kesehatan di tengah
pandemi Corona merupakan suatu ikhtiar yang dapat dilakukan agar tidak terpapar dari
virus mematikan ini. Banyak kalangan yang mendukung seruan tersebut dengan
mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Apa saja protokol kesehatan, yang tak boleh kendur untuk dilakukan di era
pandemi Covid 19 ?

Berikut paparan protokol kesehatan yang harus dilaksanakan di masa pandemi Covid 19.

Mencuci tangan sesering mungkin menggunakan sabun dan air mengalir, jika tangan
terlihat kotor.
Ikuti tahapan mencuci tangan yang baik, meliputi punggung tangan, bagian
dalam, sela-sela jari dan ujung jari, tetapi jika tangan tidak terlihat kotor dapat dibersihkan
dengan menggunakan handsanitizer.

Menghindari menyentuh wajah. Di era pandemi ini sangat tidak dianjurkan untuk
menyentuk mulut ,hidung dan mata, sebelum mencuci tangan. Tangan yang kotor sangat
mungkin membawa virus setelah seseorang beraktivitas, jika menyentuh mulut, hidung
dan tangan maka dengan mudah virus masuk ke dalam tubuh.

Menggunakan masker. Setiap orang yang pergi keluar rumah/bertemu dengan orang lain
harus menggunakan masker. Pemakaian masker yang benar dapat menghindarkan
pemakainya tertular virus Corona. Dengan memakai masker, seseorang sudah berusaha
melindungi diri sendiri dan orang lain.

Physical distancing atau Jaga jarak dapat membuat seseorang terhindar dari paparan
virus Corona yang menjadi pandemi sampai saat ini, Menjaga jarak dengan orang lain
minimal 1,5 meter sangat perlu untuk dilakukan. Physical distancing atau jaga jarak ini
diimbau agar masyarakat tidak mendatangi kerumunan.
https://www.kompas.com/tren/read/2020/05/18/103200465/simak-panduan-protokolkesehatan-pencegahan-covid-19-untuk-sambut-new?page=all

Sampai saat ini melaksanakan protokol kesehatan secara ketat diyakini ampuh
seseorang bisa terhindar dari paparan Covid-19, selain menjaga imun tubuh, istirahat
cukup, minum vitamin, berolah raga, dan memperbanyak makan buah serta sayuran,
tentunya.

Banyak kalangan yang mendukung imbauan pemerintah tersebut dengan menerapkan
protokol kesehatan secara ketat. SMKN 1 Cikalongkulon di bawah pimpinan Undang
Iman Santosa,S.TP., M.MPd. selalu siap memerangi Covid-19 dengan melaksanakan
protokol kesehatan. SMKN yang terkenal dengan nama Chicalo ini yang berada di bawah
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, terus gencar membenahi sarana dan prasarana
untuk menyambut penerapan tatap muka di Era New Normal agar peserta didik dan
semua warga sekolah bisa tetap sehat dan tidak terpapar Covid-19.

Sedikitnya sudah ada dua bilik disinspektan yang disiapkan untuk mensterilkan siapaun
yang masuk ke SMKN 1 Cikalongkulon, satu terletak didekat pintu gerbang dan satu lagi
terletak di depan pintu masuk kantor, ada puluhan wastapel beserta sabun pencuci
tangan untuk mencuci tangan dan juga stok masker bagi yang lupa tidak memakai
masker, penyemprotan disinspektan di ruangan dilakukan secara berkala. Bukan hanya
itu, orang yang masuk ke SMKN Chicalo pun dibatasi jumlahnya.

Semoga usaha yang dilakukan membuahkan hasil yang maksimal yaitu mata rantai
penularan Covid 19 benar-banar terputus, sehingga pada waktunya nanti Indonesia
bebas dari virus Corona. Seluruh sekolah terbebas dari Corona sehingga harapan orang
tua, peserta didik, guru dan seluruh stekholder sekolah dapat tercapai yaitu:
pembelajaran tatap muka yang sudah 10 bulan ditiadakan dapat dilaksanakan kembali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here