Ibu Hilang Aku Malang

0
85
Spread the love

Oleh: Siti Fety Fatimah (SMK PP Cianjur)

Dito namaku,… sekarang sudah beranjak remaja, aku hidup hanya dengan ayah, karena dari kecil aku tidak pernah di urus sama ibu, entah kemana ibu saat itu aku tinggal di salah satu kota di Jawa Barat .

Dari kecil tinggal bersama nenek dan adikku, ayah bekerja disalah satu perusahaan BUMN dulu ditugasakan di salah satu Kota utara di Jawa Barat dan akhirnya pada saat itu ayah bertemu dengan tambatan hatinya dan akhirnya ayah menikah lagi dengan seorang perempuan yang baik … pada saat itu, ayah memutuskan agar aku ikut bersama ibu baru seneng rasanya aku punya ibu sambung, mengapa?… ya aku kurang kasih saying ibu dan karena dia sangat baik dan perhatian kepadaku.

Seiring berjalannya waktu saat masuk usia sekolah dan aku di sekolahkan dari jenjang TK, SD, SMP sampai SMK, namun perjalanan hidupku tidak semulus apa yang dibayangkan, saat aku  bisa punya ibu baru itu yang aku rasakan beda banget namun aku berusaha untuk tetap bertahan bersama ayah dan ibu sambungku di Bandung.

Selama aku mengenal dia aku rasa ada yang aneh dengan pribadinya yang saat itu aku kenal dia baik ternyata …? Dia hanya memanfaatkan harta ayahku, awalnya,  si ibu baru itu diberi modal untuk membuka usaha kuliner dan Alhamdulillah sampai bisa berkembang pesat, namun apa yang terjadi? karena gaya hidupnya yang “glamour” dan manajemen dalam usaha nya tidak di kelola dengan baik akhirnya usaha kuliner yang dirintis dengan ayahku gulung tikar.

Dengan melihak kondisi usaha yang sudah gulung tikar ayah tidak tinggal diam. “Ayah berkata pada ibu sambung. “Sekarang kita rintis lagi usaha kuliner kita namun saya yang akan kelola keuangannya kamu kalau butuh uang tinggal bilang sama aku” ibu menjajawab: “Iya aku ikut aza gimana baiknya”.

Awalnya sih dia menerima saran yang diberikan sama ayah namun lama kelamaan karena sudah terbiasa megang uang dan sekarang dia kalo ada apa apa harus selalu minta sama suaminya mulailah terlihat aslinya, katanya?… dia sih sayang sama aku saking sayang nya dia selalu membiarkan aku dengan “gadget” … ya dari kecilmainanku adalah “Game on line”, karena ayah ibuku sibuk dengan urusannya sendiri sampai aku dibiarkan begitu saja… apakah ini yang dikatakan sayang… padahal udah jelas jelas “gadget” itu membahayakan bahkan bisa menyebabkan kecanduan.

Dan bukan hanya “gadget” yang menyebabkan ku kecanduan bahkan aku saat masuk sekolah tingkat SMP aku mulai kenal dan mencoba menghisap sebatang rokok  oleh teman temanku, bukan hanya itu akupun mulai kenal dengan yang namanya narkoba, hidupkupun mulai tidak karuan dari situ sekolah pun mulai sering ku tinggalkan aku lebih senang berada ditempat “Game On Line”  dibanding harus bejibaku dengan buku-buku disekolah aku lebih senang bertemu dengan teman teman nongkrongku,  dibanding bertemu dengan guru-guru ku dan teman disekolah.

Sampai pada suatu waktu ayah dipanggil ke sekolah karena ulahku, ya… aku yang sudah mulai kecanduan sampai aku sering meningalkan tempat belajar, tempat menimba ilmu sering ditinggalkan, bahkan bisa dikatakan aku tidak peduli dengan sekolahku.  Ayah berkali kali d panggil oleh pihak sekolah untuk lebih memantau, mengontrol dan mengarahkan anaknya. Dan sampai saatnya aku dipindahkan sekolah ke salah satu daerah yang ada di cianjur selatan tempt kelahiranku, aku ditipkan kembali kepada nenekku.

Akhirnya aku punya tempat  sekolah baru, apa aku harus senang atau gembira atau sedih denagn sekolah baru? Aaaah… entahlah aku tidak tahu ?…Aku bukan menjadi lebih baik malah menjadi tambah buruk sampai ayah dan nenek membiarkanku dan lebih membebaskan mendekati narkoba. “Tahu gak apa yang terjadi padaku saat itu?” efek dari Narkoba aku pernah mengalami kecelakaan dan mengalami luka serius di kepalaku saat aku mengendarai motor aku terjatuh sampai sekarang bekas kecelakaan itu masih berbekas di kepala namun apa yang terjadi padaku? Kejadian itu tidak menyebabkan aku menjadi kapok, justru  sebaliknya hidupku kudekatkan kembali kepada sipembawa bahaya sipembawa petaka dalam hidupku.

Hubungan ayah dan ibu baruku semakin buruk membuat hidupku semakin kacau ibu baruku itu semakin menunjukkan keegoisannya dan dia hanya mementingkan hartanya dibanding dangan ayah, dalam benakku: “Kuberpikir jangan-jangan ayah itu diguna guna oleh ibu baruku “

Setelah lulus dari SMP aku masih punya mimpi untuk bisa melanjutkan pendidikan di jenjang SLTA aku pilih salah satu SMK yang ada di cianjur. Tapi aku masih tetap tidak bisa berhenti dari yang namanya “gadget” untuk main “game on line”, “ aku jauh dari ibadahaku selalu meninggalkan shalat”. “Pikirku untuk apa aku shalat toh ga bisa mengembalikan ibu”. “ya… ibu kandungku yang selalu kurindu, sebenarnya aku ini sangat membutuhkan sosok ibu..” Ibu yang selalu memperhatikan, memberikan kasih sayangnya, memberikan kelembutan hatinya untuk anak yang dicintainya. “Tapi….? “Tidak bagiku aku tidak bisa mendapatkannya aku tidak bisa merasakannya,” Aku butuh Ibu …

Ibu kandung yang sudah menikah lebih dahulu dari ayah. “ya… memang setahuku saat itu ibu tiba-tiba meninggalkan ayah”, karena memang sudah tergoda lagi dengan laki-laki lain sampai mau mengorbankan dan meninggalkan anaknya yang masih kecil-kecil. Ibuku hilang entah kemana dan dimana ibu tidak pernah memberi kabar. Sampai sekarangpun, “aku merasa bahwa aku hidup untuk apa?” ga ada yang tulus memperhatikanku dengan baik. Ayah satu-satu nya orang yang memang masih peduli denganku meski dia kadang sering bentrok dengan aku,  karena memiliki sifat yang sama, sama-sama egois dan suka acuh, ayahu hanya menjejaliku dengan materi padahal yang kubutuhkan bukan hanya itu aku butuh perhatian dan kasih sayang, aku jarang bertegur sapa dengan ayah, aku pulang langsung ke kamar asyik dengan mainanku ya..  “game on line” pagi pagi bangun berangkat sekolah hanya meminta uang jajan jarang sekali berkomunikasi dengan ayah.

Sampai di SMK pun masih  terbiasa aku meninggalkan sekolah sebelum waktunya bahkan aku suka juga tuh “Mabal” (dari rumah berangkat dan ke sekolah aku tidak sampai) itulah aku, aku sempat frustasi dengan keadaanku sekarang, ayah sudah mulai sering sakit bahkan harus menjalani operasi pengikatan pembuluh darah. Makanya kalau ayah dipanggil ke sekolah paling tidak suka karena tidak mau membuat ayah tambah sakit.

Sampai suatu waktu karena guruku sudah sering memanggilku dan aku masih belum ada perubahan akhirnya guruku menemui ayahku di kantornya karena kebetulan ayahku sekarang sudah pindah tempat kerjanya di wilayah selatan Jawa Barat. Yang sebelumnya aku tuh pernah curhat juga sama guru BK-ku sampai aku malu tidak mau bertemu dengan ibu BK-ku itu karena aku sempet nangis waktu itu, karena sudah tidak bisa menahan rindu terhadap sosok ibu. Aku benar benar kangen sosok ibu yang mau memperhatikanku mau berbagi suka dan duka denganku tapi aku tidak bisa mendapatkannya sampai saat ini

Ibu…. Seandainya ibu tahu apa yang aku rasakan saat ini aku kangen bu aku rindu belaian dan kasih sayang ibu aku butuh ibu aku ingin ibu ada disampingku saat aku menghadapi masalahku ini dengen ibu sambungku.  Saat ini ayahku yang sudah tidak bisa di perbaiki  lagi hubungannya dengan ibu sambung bahkan ayah sampai mau dituntut oleh ibu karena ada yang merusak bener di kedainya dan ibu itu menyalahkan bahkan menuduhku bahwa akulah pelakunya bahkan sampai mau dilaporkan ayahku ke pihak berwajib samakin ku terpuruk dengan keadaan hidupku

“Ibuku hilang aku yang malang”…,

kenapa…? ibu engkau tega kepadaku membuat anakmu menderita seperti ini anakmu tidak berdosa, kenapa engkau mencampakkan kami (aku dan adikku) butuh kasih sayangmu aku ingin bertemu dengan mu ibu tapi engkau tidak peduli dan sibuk dengan anakmu dari lelaki yang sudah merusak keutuhan keluargaku.

Aku sekarang sudah mulai meninggalkan narkoba karena ayah sakit itu akibat dari masa lalunya yang kurang baik, aku mulai berusaha lebih rajin lagi sekolah sekarang akupun lebih dekat dengan guruku aku lebih terbuka dengan keadaanku, dan ayah juga lebih sering berkomunikasi dengan guruku ayah mulai perhatian lagi akupun lebih semangat untuk belajar dan sekolah meski masih berharap dalam hatiku bisa bertemu dan berkumpul dengan ibuku, ibu yang sudah melahirkanku meski tidak mengurusku dari kecil tapi aku butuh engkau ibu semoga engkau bisa mendengarkan dan merasakan apa yang aku rasakan saat ini….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here