Spread the love

Oleh Undang Iman Santosa, S.TP, M.MPd
Kepala SMKN 1 Cikalongkulon Kab. Cianjur, SMK Pusat Keunggulan

Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan DUDI, Dirjen Vokasi Kemendikbud Ristek menyelenggarakan Workshop Penguatan Ekosistem SMK bagi Kepala SMK Pelaksana Program SMK Pusat Keunggulan Batch 1 Tahun 2021 di Hotel Alana Jogjakarta pada tanggal 28 September  sampai dengan 2 Oktober 2021. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Sekolah dari  97 SMK dari Jawa barat, DKI Jakarta, Jatim dan Banten yang menerima program bantuan SMK Pusat Keunggulan tahun 2021. Tujuan diadakannya kegiatan ini supaya para Kepala Sekolah dapat menjadi inspirator revolusi pendidikan bagi ekosistem disekolahnya untuk menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan di sekolah sehingga siswa lebih bersemangat untuk menggali potensi diri mereka.

Mengapa perlu revolusi pendidikan ? karena untuk membangun ekosistem pendidikan yang positif dan berfokus pada pengembangan karakter siswa diperlukan perubahan pola pikir guru, kepala sekolah, orangtua, dan pemangku kebijakan. Pentingnya perubahan pola pikir menuju paradigma Revolusi Industri 4.0 inilah yang melatarbelakangi Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) yang diprakarsai oleh Muhammad Nur Rizal dan istrinya Novi Poespita Candra. Dengan adanya GSM ini diharapkan siswa dapat menginternalisasi nilai-nilai kemanusiaan sebagai bekal menghadapi era Revolusi Industri 4.0.

Ada beberapa revolusi pendidikan Indonesia yang diwujudkan dalam Gerakan Sekolah Menyenangkan yaitu :

  1. Pendidikan tidak terobsesi dengan disiplin ilmu tertentu.
  2. Tidak ada pengujian standar. Kalaupun ada tidak, tidak menjadi kultur dominan. Ujian hanya alat bantu dalam mendiagnosa atau pemetaan proses.
  3. Fokus pada kolaborasi siswa, bukan mengkompetisikan. Jika siswa kesulitan belajar maka guru akan mendekati, membantu dan mendukung agar siswa tersebut menemukan solusi dari kesulitan belajar yang dialaminya.
  4. Memberi keleluasaan kepada sekolah untuk membuat kurikulum proses belajar berdasarkan kebutuhan, target dan capaian belajar sendiri.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan mulai dari pembelajaran diri dimana  Kepala Sekolah melaksanakan refleksi diri kemudian memaparkan inspirasi mereka kepada fasilitator Gerakan Sekolah Menyenangkan. Selanjutnya Project Based dan Design Thinking dengan kegiatan praktik model pembelajaran terkini untuk menggali minat dan bakat peserta didik. Dan yang terakhir perubahan manajemen dan budaya sekolah dengan pendekatan kepada seluruh warga sekolah untuk meningkatkan kualitas personal warga sekolah untuk menciptakan ekosistem yang menyenangkan.

Output dari kegiatan ini diharapkan para peserta workshop mampu memahami penerapan  GSM yang ditindaklanjuti dengan penyusunan strategi pelaksanaan untuk diterapkan di sekolah masing-masing sesuai karakteristiknya serta mampu mengembangkan contoh kegiatan dengan pelaksanaan kegiatan yang lebih komprehensif.

Mari kita wujudkan Gerakan Sekolah Menyenangkan agar mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 dengan potensi yang ada dalam diri mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here