Spread the love

Oleh Azis Syamnurdin SPt. MM
( Pengajar SMKN 1 Cikalongkulon )

Pembelajaran secara daring yang diterapkan pemerintah akibat pandemi sudah berbulan – bulan dilaksanakan. Diawali  tahun ajaran 2019 / 2020 hingga saat ini, awal tahun ajaran 2020 / 2021. Belum ada informasi yang pasti apakah pembelajaran secara daring tersebut akan terus berkelanjutan hingga akhir tahun 2020 / 2021 atau tidak. Semua tergantung dari perkembangan kasus Pandemi Covid – 19.

Di tengah situasi pandemi covid – 19 yang belum berakhir dan program vaksinasi nasional yang tengah berjalan, SMK – PK SMKN 1 Cikalongkulon Cianjur atau yang dikenal dengan sebutan Chicalo melaksanakan gebyar vaksinasi yang tertuang dalam kegiatan ” Program Vaksinasi Siswa Siswi SMK – PK SMKN 1 Cikalongkulon”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin 30 Agustus 2021 dimulai pukul 07.00. Diikuti oleh 1200 siswa siswi calon penerima vaksin.

Diawali dari bentuk kepedulian kepala sekolah Bapak Undang Iman Santosa, STP., MMPd, yang begitu besar   terkait keinginan siswa untuk  pembelajaran tatap muka atau PTM dan turut berperan serta menekan penyebaran covid – 19 maka dengan dukungan dari semua warga sekolah kegiatan gebyar vaksinasi di bumi Chicalo bisa terlaksana. Adapun vaksin yang dipergunakan adalah Sinovac sebanyak 1200 dosis. Buah kolaborasi antara Polres Cianjur, dinas pendidikan wilayah VI Provinsi Jawa Barat dan SMKN 1 Cikalongkulom Cianjur.

Kehadiran Bapak Kapolres AKBP Doni Hermawan, SH., S.I.K.,M.Si sekaligus yang membuka kegiatan dengan jajaran aparat setempat turut mewarnai suka cita pelaksanaan gebyar vaksinasi dengan target 1200 penerima vaksin. Kedatangan para siswa calon penerima vaksin di lakukan sesuai sesi yang sudah ditentukan sebelumnya . Berkat kerjasama dari kepanitiaan yang cekatan dan sentuhan para wali kelas yang tiada lelah maka kegiatan gebyar vaksinasi berjalan sesuai harapan semua pihak.

Pelayanan vaksinasi virus corona yang dilaksanakan di SMKN I Cikalongkulon dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan, yang meliputi pengaturan ruangan, waktu pelayanan, jumlah peserta persesi, dan ketersediaan tim medis.

     Adapun alur proses pemberian vaksinasinya sebagai berikut :

     1. Meja Pertama

     Petugas pendaftaran atau verifikasi. Langkah pertama dilakukan dengan pemanggilan peserta vaksinasi sesuai nomor urut kedatangan. Di meja ini dilakukan verifikasi dengan menunjukkan nomor tiket elektronik ( e – tiket ) KTP atau KK.

     2.  Meja Kedua

     Petugas melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kesehatan calon penerima vaksin, serta melakukan pemeriksaan fisik sederhana. Pemeriksaan meliputi suhu tubuh dan tekanan darah.

     3. Meja Ketiga

     Pada meja ketiga pelaksanaan suntikan vaksinasi yang dilakukan oleh vaksinator kepada penerima vaksin. Di sini vaksin Covid -19 akan diberikan melalui suntikan lengan sebelah kiri sesuai prinsip penyuntikan aman. Kemudian petugas menuliskan nama sasaran, NIK, nama vaksin dan nomor batch vaksin pada sebuah memo. Memo akan diberikan kepada sasaran untuk diserahkan kepada petugas di meja 4.

       4. Meja Keempat

 Petugas menerima memo yang diberikan oleh petugas meja 3 dan memasukan hasil vaksinasi yaitu jenis vaksin dan nomor batch vaksin. Petugas kemudian memberikan kartu vaksinasi serta penanda kepada sasaran  yang telah mendapatkan vaksinasi. Kartu tersebut ditandatangani dan diberi stempel lalu diberikan kepada sasaran sebagai bukti bahwa sasaran telah diberikan vaksin.

Vaksinasi atau disebut juga imunitas adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tersebut. Vaksinasi Covid -19 merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menangani masalah Covid -. 19. Pemberian vaksinasi Covid -19 dilakukan oleh tim medis yang terdiri dari  dokter, perawat, atau bidan yang berkompeten.

      Manfaat yang bisa diperoleh jika Kita mendapat vaksin Covid -19, di antaranya :

      1. Menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid -19. Vaksin Covid -19 dapat memicu sistem imunitas tubuh untuk melawan virus corona. Dengan demikian, risiko untuk terinfeksi virus akan jauh lebih kecil.

      2. Mendorong terbentuknya kekebalan kelompok ( herd immunity ). Vaksin Corona – 19 yang diberikan secara massal  mampu mendorong terbentuknya kekebalan kelompok ( herd immunity ) dalam masyarakat. Artinya, orang yang tidak bisa mendapatkan vaksin, seperti lansia, bayi yang baru lahir atau orang yang memiliki riwayat penyakit yang tidak memungkinkan untuk divaksin, bisa mendapatkan perlindungan dari orang – orang di sekitarnya.

      3. Meminimalkan dampak ekonomi dan sosial. Manfaat vaksin Covid – 19  tidak hanya untuk kesehatan, tetapi juga untuk ekonomi dan sosial. Jika sebagian besar masyarakat sudah memiliki sistem kekebalan tubuh maka kegiatan sosial dan  ekonomi masyarakat akan semakin membaik.

“Dalam hal pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan telah divaksinasi Covid – 19 secara lengkap, maka pemerintah pusat, pemerintah daerah, kantor wilayah Kementrian Agama provinsi, kantor Kementrian Agama kabupaten / kota sesuai dengan kewenangannya mewajibkan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi di wilayahnya menyediakan pembelajaran tatap muka terbatas dan pembelajaran jarak jauh.  ” Berdasarkan kutipan di atas SMK Negeri 1 Cikalongkulon  siap melaksanakan PTM terbatas selaras dengan keantusiasan siswa –  siswi   Chicalo yang merindukan Pembelajaran tatap muka dan lingkungan sekolah tercintanya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here