CP (CePe)

0
52
Spread the love

Oleh Dian Ika Susanti, SP., MMPd.
Guru ATPH SMKN 1 Cikalongkulon

CP(CePe) adalah sebuah singkatan yang ketika Aku ditanya oleh  Bu Dosen tentang apa itu CP (CePe), di dalam benakku dan secara spontan Aku jawab adalah Cinta Pertama yang disambut riuh dan ditambah jawabannya dengan sangat berkesan. CePe tulisannya mungkin akan sama dengan nilai mata uang Mandarin yang berarti seratus, yang biasa disebut dalam bahasa gaul dengan Ce’Pe. Dengan jawaban yang sedikit nyeleneh tersebut Bu Dosen agak sedikit tersenyum, lalu beliau mengulangi kembali dengan pertanyaan yang sama, Apa yang dengan menyebutkan nama ketahui tentang CP?.

Ternyata CP disini adalah singkatan dari Capaian Pembelajaran.
Apa itu capaian pembelajaran?
Capaian pembelajaran adalah suatu ungkapan tujuan pendidikan (Membangun pelajar Indonesia yang memiliki jiwa Pancasila dan memiliki keterampilan abad 21), yang merupakan suatu pernyataan tentang apa yang diharapkan diketahui, dipahami, dan dapat dikerjakan oleh peserta didik setelah menyelesaikan suatu periode belajar (Dikti, 2015: 1). 

Capaian pembelajaran biasanya digunakan untuk menentukan tingkat kerangka kualifikasi, menetapkan standar kualifikasi, menjelaskan program dan kursus, mengarahkan kurikulum, dan menentukan spesifikasi penilaian. Selain itu capaian pembelajaran secara tak langsung akan mempengaruhi metode pengajaran, pembelajaran lingkungan dan praktik penilaian.

(ECFOP,2017:14). 


CP berfokus apa yang diharapkan pada siswa diakhir pembelajaran, hal ini sejalan dengan pendekatan student centered dalam dunia pendidikan. Kondisi ini juga ditegaskan oleh Kennedy et.al (2014:3) yang menyatakan bahwa trend internasional dalam pendidikan menunjukkan pergeseran dari tradisional pendekatan “berpusat pada guru” ke pendekatan “berpusat pada siswa”. Model alternatif ini berfokus pada apa yang diharapkan dari siswa yang harus dilakukan di akhir modul atau program.

Oleh karena itu, pendekatan ini biasa disebut sebagai pendekatan berbasis hasil. 

Dalam Keputusan Menteri Republik Indonesia Nomor 958 tahun 2020 Tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Dan Pendidikan Menengah dinyatakan bahwa Capaian Pembelajaran merupakan bentuk pengintegrasian kompetensi inti dan kompetensi dasar yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi yang meliputi: sekumpulan kompetensi dan lingkup materi. Sehingga CP memungkinkan setiap anak mendapatkankan pengalaman belajar sesuai dengan tingkat kompetensinya.
CP adalah acuan yang membimbing siswa untuk hasil yang diinginkan dari kegiatan pembelajaran yang direncanakan. CP juga menunjukkan dan mengarahkan para guru jalan yang harus diikuti dan menyadarkan siswa tentang apa yang akan mereka capai di akhir pembelajaran.


Tujuan capaian pembelajaran

Tujuan Capaian Pembelajaran PAUD

Pembelajaran di PAUD adalah pembelajaran yang mengintegrasikan semua aspek perkembangan anak dengan penekanan pada kesejahteraannya. Tujuan Capaian Pembelajaran di PAUD adalah memberikan arah yang sesuai dengan usia perkembangan anak (nilai agama, fisik-motorik, emosional, bahasa, dan kognitif) agar anak siap mengikuti jenjang pendidikan selanjutnya. 


Tujuan Capaian Pembelajaran Tingkat SD-SMA

Capaian pembelajaran menunjukkan kemajuan belajar yang digambarkan secara vertikal dari satu tingkat ke tingkat yang lain serta didokumentasikan dalam suatu kerangka kualifikasi. Selain itu, capaian pembelajaran juga harus disertai dengan kriteria penilaian yang tepat yang dapat digunakan untuk menilai bahwa hasil pembelajaran yang diharapkan telah dicapai. 


Capaian pembelajaran –bersama dengan kriteria penilaian– hal tersebut mengidentifikasi capaian pembelajaran sebagai tujuan belajar yang terukur. Sehingga dapat disimpulkan bahwa capaian pembelajaran kedudukannya sangat penting dalam pelaksanaan dan penilaian.  Pencapaian CP hanya dapat diidentifikasi setelah siswa mengikuti proses pembelajaran melalui penilaian dan harus dapat didemonstrasikan dalam kehidupan nyata.

PrinsipPembelajaran
Dalam perumusannya, CP memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut :
 Terukur dan spesifik
CP harus dapat diukur dan spesifik, berdasarkan hierarki tahapan konseptual proses pembelajaran yang hasil belajarnya dapat digunakan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa, seperti yang dinyatakan oleh European Commission (2011) dalam (ECFOP, 2017:33), bahkan secara spesifik Mahajan (2017:65) menyebutkan bahwa CP harus ditulis berdasarkan Taksonomi Bloom karena telah terbukti relevan untuk untuk membantu mengembangkan hasil belajar. Konsep taksonomi Bloom sangat sederhana, yaitu:
Sebelum memahami konsepnya, ingatlah dengan baik,
Pahami sebelum anda menerapkannya,
Analisis proses sebelum anda mengevaluasinya. 

Dalam proses menerapkan prinsip terukur dan spesifik tersebut ada beberapa aspek yang yang diperhatikan, yaitu : Pemahaman dan pengetahuan 
Kata pemahaman sering digunakan sebagai salah satu luaran yang diharapkan dari suatu pembelajaran tetapi maknanya seringkali kurang dipahami. John Dewey (1933) merangkum ‘Pemahaman’  dalam  How We Think Understanding dengan menyampaikan bahwa (Pemahaman) adalah makna yang dikembangkan atau diproses dari fakta-fakta. Secara umum, pemahaman seringkali diidentikkan dengan pengetahuan. Padahal keduanya adalah dua hal yang sangat berbeda. Perbedaan kedua hal tersebut bisa dilihat dalam tabel berikut ini :
Praktis Bagaimana merancang dan melaksanakan eksperimen? Kata-kata yang umum digunakan adalah menunjukkan, menerapkan dll.

Keterampilan Generik eterampilan umum mencakup teknik pemecahan masalah, inti pembelajaran. Yang biasa digunakan kata-kata  menganalisis, membandingkan, dll.2. Fleksibel (sesuai proses dan tahap belajar siswa) Fleksibel ( sesuai proses dan tahap belajar siswa) Seringkali belajar dirasa sebagai sebuah perlombaan dan bukan proses. Kurikulum disusun sedemikian rupa sehingga siswa dijejali dengan berbagai materi yang hasil akhirnya berorientasi pada “sekadar tahu” dan bukan pemahaman atau penguasaan sedangkan siswa memerlukan waktu dan tahapan untuk mengupas konsep. 

Capaian pembelajaran membawa perubahan dalam pendekatan pembelajaran di kelas dari yang berfokus kepada guru menjadi fokus kepada siswa. Menurut Harden karakteristik CP sebagai berikut: Pengembangan CP jelas mendefinisikan hasil yang harus dicapai siswa pada akhir program pembelajaran. Desain kurikulum, strategi belajar, dan kesempatan belajar dilakukan untuk menjamin tercapainya CP. Proses penilaian disesuaikan dengan CP dan penilaian setiap individu siswa dilakukan untuk memastikan bahwa siswa mencapai target pembelajaran. Dengan demikian Capaian pembelajaran (CP) merupakan satu alternatif dalam mendeskripsikan kompetensi yang digunakan untuk mengukur pencapaian siswa.

 Materi CP ini diberikan pada saat In Hose Training (IHT) yang dilaksanakan selama 10 hari di satuan pendidikan SMK Negeri 1 Cikalongkulondan. Setelah diberikan penjelasann materi CP, Aku menjadi tahu dan mengerti apa itu CP. Terima kasih Bu semoga ilmu yang diberikan bermanfaat dan bernilai ibadah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here