BISNIS ONLINE

0
59
Spread the love

Oleh Ridha Rossiati, SP (Guru SMKN PP Cianjur)

Pandemi Covid 19 yang sudah berjalan di Negara kita dari awal tahun 2020, membuat pengaruh yang sangat besar di berbagai sector kehidupan termasuk pendidikan.Kebijakan yang dibuat pemerintah tentu saja di buat untuk melindungi masyarakat Indonesia agar penyebaran wabah ini tidak meningkat atau bahkan dapat dihentikan. Termasuk kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan

Social distancing kebijakan yang di ambil oleh pemerintah dalam mobiltas masyarakat untuk meminimalisir resiko pemaparan virus corona,sekaligus memberi pembatasan ruang dan waktu terhadap segenap kegiatan rutin dalam sistem pembelajaran pada setiap jenjang pendidikan, mulai pra sekolah, sekolah dasar dan menengah hingga pendidikan tinggi.

Kegiatan pembelajaran yang biasanya di lakukan secara tatap muka di kelas,menjadi hal yang pertama kali di pertimbangkan untuk di ganti dengan kegiatan pembelajaran tatap maya/ Daring ( dalam jaringan ) atau lebih di kenal dengan pembelajaran Online mengandalkan aplikasi-aplikasi pembelajaran untuk mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran dan tentu saja mempermudah siswa dalam memahami materi yang mereka sampaikan,seperti yang di terapkan di SMKN PP di antaranya melalui Goegle Classroom.Atau bahakan bisa menggunakan yang sangat sederhana yaitu Whatsapp grup yang bisa digunakan dalam berbagi materi dan pengumpulan tugas.

Pembelajaran daring menuntut guru untuk memilih metode dan strategi pembelajaran yang kreatif dan inovatif sehingga siswa dapat memahami kompetensi yang di sampaikan.begitu juga dalam mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan yang merupakan salah satu mata pelajaran produktif dan menuntut tidak hanya penyampaian teoritis tapi juga pembelajaran praktek.

Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan yang termasuk pelajaran produktif menuntut siswa untuk mampu melakukan perencanaan produksi,melakukan proses produksi sampai dengan melakukan pemasaran dan mencatat laporan keuangan sederhana dari kegiatan usahanya tersebut. Untuk kegiatan pembelajaran daring di masa pandemic ini yang menjadi kendala bagi mata pelajaran produk kreatif dan kewirausahaan adalah pelaksanaan proses produksi yang tidak bisa di lakukan di sekolah mengingat tatap muka siswa di sekolah dapat di bilang di hentikan sementara.Tapi meskipun pembelajaran daring “ruh” mata pelajaran Kewirausahaan masih bisa di dapatkan, karena kegiatan usaha untuk jaman sekarang justru mengandalkan media internet, terutama dalam memasarkan produk-produknya.

Bahkan banyak wirausahawan yang mengambil peluang usaha dari pandemic ini justru pengmebangan usaha nya dengan menggunakan “ bisnis online “ dimana kegiatan pemasaran secara tatap muka/langsung sangat di batasi.

Langkah awal mengidentifikasi siswa yang sudah memiliki bisnis online di kelas XI dan XII yang di ampu,kemudian membimbing secara online melalui komunikasi Whatsaap agar siswa dalam melakukan bisnis online nya dapat lebih terarah,agar kontinuitas usahanya lebih terjaga.Banyak teknik pemasaran yang mereka lakukan dalam berbisnis online,selanjutnya membimbing mereka dalam mencatatat hasil kegiatan usaha mereka secara sederhana, ternyata angkanya hanya mecapai 5% sangatlah sedikit.

Bagi siswa yang belum mempunyai bisnis online ini menjadi kendala tersendiri,karena kurangnya minat mereka dalam berbisnis online,mind set bahwa bisnis itu sulit dan membutuhkan modal,padahal dengan hanya kreatifitas mereka dalam menangkap peluang usaha mereka bisa memulai usaha.Tapi agar mereka mau “terjebur dalam kegiatan Bisnis Online mereka di “ haruskan “ mengupload produk yang sekiranya di butuhkan oleh konsumen dari temennnya yang sudah berjalan / memilki bisnis online.Mereka meng upload produk di aplikasi whatsapp mereka di status atau media social yang mereka gunakan lainnya. Setidaknya dari mereka mengupload pro produk di media social mereka bisa menerima respon calon konsumen yang memesan lalu selanjutnya terjadilah transaksi jual beli. Dari pengalaman ini di harapkan siswa yang belum pernah menjalani bisnis online menjadi terpaksa,dari terpaksa menjadi tertarik dan ketagihan untuk berjualan online.

Melatih siswa untuk peka terhadap peluang usaha dan membuat siswa berminat untuk melakukan bisnis online bukanlah hal mudah,tapi mudah-mudahan dengan cara seperti ini bisa efektif mendorong meningkatkan jumlah siswa yang berlaku sebagai wirausaha siswa,mengurangi fenomena bahwa SMK penyumbang pengangguran terbesar.

PROFIL PENULIS

Nama  lengkap penulis adalah Ridha Rossiati, SP Lahir di Banjar ,26 November 1974. Merupakan seorang seorang istri dan ibu dari empat  orang . Lulus dari Universitas Winaya Mukti( UNWIW ) Bandung Jurusan S-1 Akuntansi pada tahun 2002 mendorongnya untuk menjadi seorang tenaga pengajar. Dimulai dari mengabdi sebagai seorang tenaga pengajar di tahun 2000 dan sekarang tercatat sebagai salah satu tenaga pengajar di SMKN Pertanian Pembangunan Cianjur. Selama 21 tahun berprofesi sebagai seorang tenaga pengajar sudah menemui berbagai hal dalam kegiatan belajar mengajar membuat penulis tertarik untuk membuat artikel tentang kegiatan pembelajaran,yang mudah mudahan dapat menjadi bahan untuk perbaikan dan perkembangan dalam kegiatan belajar mengajar maupun profesinya sebagai tenaga pengajar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here