BIRRUL WALIDAIN

0
39
Spread the love

Oleh : Ai Didah Hamidah, S.Pd.I, M.Pd
(Staf Pengajar SMKN 1 Cikalongkulon)

Birrul Walidain adalah bagian dalam etika Islam yang menunjukan kepada tindakan berbakti kepada kedua orang tua, yang mana berbakti kepada orang tua ini hukumnya fardu ‘ain bagi setiap muslim, meskipun seandainya kedua orang tua adalah non muslim. Setiap muslim wajib menaati setiap perintah dari keduanya selama perintah itu tersebut tidak bertentangan dengan perintah Allah. Birrul walidain merupakan bentuk silaturahmi yang paling utama.

Dalam Islam tidak saja ditekankan harus menghormati kedua orang tua saja, akan tetapi ada akhlak yang mengharuskan orang yang lebih muda untuk menghargai orang yang lebih tua usianya dan yang tua harus menyayangi yang lebih muda. Seorang ulama dalam bukunya juga menjelaskan hal yang serupa. Dalam segala kegiatan umat Islam diharuskan untuk mendahulukan orang-orang yang lebih tua usianya, penjelasan ini berdasarkan perintah dari Malaikat Jibril, karena dikatakan bahwa menghormati orang yang lebih tua termasuk salah satu mengagungkan Allah Swt.

Akhlak ini telah dilakukan oleh para sahabat, mereka begitu menghormati terhadap yang orang lebih tua meskipun umurnya hanya selisih satu hari atau satu malam, atau bahkan lahir selisih beberapa menit saja.

Ajaran Birrul Walidain dalam agama Islam menunjukan betapa mulianya sosok orang tua dihadapan Allah Swt. yang dimaksud Birrul Walidain adalah berbakti kepada orang tua.

Mengutip dari konsep Birrul Walidain karya Luky Hasnijar, secara luas arti Birrul Walidain adalah berbuat baik kepada orang tua, menunaikan hak orang tua dan (kewajiban terhadap) mereka berdua, tetap menaati keduanya, melakukan hal-hal yang membuat mereka senang, dan menjauhi berbuat buruk terhadap mereka.

Perintah untuk berbakti kepada orang tua ini tertuang dalam beberapa ayat Al-Qur’an, salah satunya surat Al-Luqman ayat 14 dan 15 yang berbunyi:

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ. ۝

وَاِنْ جَاهَدٰكَ عَلٰٓى اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوْفًا ۖوَّاتَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ اَنَابَ اِلَيَّۚ ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ۝

14.  Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180]. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu.

15.  Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, Kemudian Hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan.

[1180]  Maksudnya: Selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun.

Ayat tersebut menerangkan bahwa umat Islam wajib berbakti kepada orang tua selama itu tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Keutamaan Birrul Walidain

Husain Zakaria Fulaifil dalam Maafkan Durhaka Kami, Ayah Bunda menulis beberapa keutamaan berbakti kepada orang tua menurut Al-Qur’an dan Hadist, yaitu :

  • Berbakti kepada kedua orang tua lebih utama dari jihad (berjuang di jalan Allah).
  • Bakti kepada orang tua adalah kebaikan yang memediasi keterkabulan do’a kepada Allah.
  • Bakti kepada orang tua adalah karakteristik dasar para Nabi.
  • Ridha Allah terletak pada ridha kedua orang tua, dan kemarahan Allah terletak pada kemarahan orang tua.
  • Berbakti kepada orang tua menjadi sebab (kunci) untuk masuk surga.
  • Orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya doa’doanya dikabukan (diterima) Allah Azza Wa jalla.
  • Bakti kepada orang tua adalah kebaikan yang menghapus dosa-dosa besar.
  • Barang siapa yang berbakti kepada orangtuanya, kelak anak-anaknya akan berbakti kepadanya.
  • Bakti kepada orang tua melahirkan berkah rizki dan memanjangkan umur.
  • Do’a kedua orang tua mustajabah (dikabulkan Allah).
  • Orang yang berbakti kepada orang tuanya dalam naungan kasih saying Allah Azza Wa Jalla.

Amalan Birrul Walidain dalam kehidupan sehari-hari

Setelah mengetahui berbagai keutamaan dari Birrul Walidain, hendaknya umat Islam senantiasa berusaha memuliakan kedua orang tua. Berikut ini adalah beberapa penerapan Birrul Walidai dalam kehidupan sehari-hari :

  • Mendo’akan orang tua

Do’a kepada orang tua bisa menjadi bukti bakti seorang anak. Panjatkan do’a untuk orang tua seperti yang di contohkan oleh Rasulullah Saw berikut ini :

Artinya : “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (Ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil”.

  • Meringankan beban orang tua

Orang tua kita telah berjuang agar anak-anaknya memiliki kehidupan yang layak. Cara paling sederhana yang dapat dilakukan untuk orang tua adalah membantu pekerjaan rumah. Selain itu ketika kita telah memiliki penghasilan sendiri, hendaklah sebagian uang tersebut digunakan untuk merawat orang tua.

  • Tidak membentak orang tua

Semarah-marahnya kita kepada orang tua, jangan pernah sampai membentak mereka. Sesungguhnya Allah Swt mengutuk perbuatan tersebut.

Dalam surat Al-Isra’ ayat 23, Allah berfirman :

۞ وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا۝

23.  Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia[850].

[850]  mengucapkan kata ah kepada orang tua tidak dlbolehkan oleh agama apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here