BERBAHASA SEJAK LAHIR

0
57
Spread the love

Oleh SITI HALIMAH, M.Pd
SMKN 1 CUGENANG

“Terdapat banyak bukti bahwa manusia memiliki warisan biologi yang sudah ada sejak lahir berupa kesanggupan untuk berkomunikasi dengan bahasa khusus manusia dan itu tidak ada hubungannya dengan kecerdasan atau pemikiran.” Lennerberg, 1964

Berawal dari munculnya bahasa yang sudah ada sejak lahir. Pendidikan bahasa Indonesia di sekolah juga perlu ditingkatkan, terutama pembelajaran bahasa Indonesia. Setiap pembelajaran di sekolah pada umumnya memerlukan pengetahuan mengenai berbahasa Indonesia, bahkan diabad 21 ini pendidikan Bahasa Indonesia perlu disepakati keberadaannya, karena dengan berkembangnya zaman banyak bahasa dari berbagai wahana yang masuk, dan merusak bahasa aslinya, seperti belakangan ini timbul bahasa digital yang dipengaruhi oleh bahasa asing. Contohnya, kata download yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Nyatanya download mempunyai padanan kata dalam bahasa Indonesia yaitu unduh. Berdasarkan hal tersebut tanpa pendidikan bahasa Indonesia setiap pengguna kata download akan asing dengan kata “unduh”. Pendidikan bahasa Indonesia sudah sulit ditempatkan pada tempatnya. Hingga pada akhirnya perlu peran pendidik dalam memperkenalkan bahasa yang sudah jarang digunakan oleh pemakai bahasa. Terutama didunia sekolah.

Pendidikan bahasa Indonesia penting diterapkan untuk menjaga bahasa Indonesia sebab bahasa Indonesia adalah dasar untuk pendidik menyampaikan ilmunya pada murid, pun sebaliknya. Pendidikan Indonesia sangat memberikan sumbangsih agar setiap murid percaya diri untuk mengeluarkan ide kreatif dari pengetahuan lain yang dimiliki.

Sejak dini bahasa Indonesia senantiasa diterapkan, dari pendidikan usia dini yaitu guru mengajarkan setiap haruf serta pengucapan huruf dengan tidak disadari. Guru memperkenalkan Fonem atau satuan bunyi terkecil yang menunjukan kontras makna (misalnya fonem untuk membedakan makna), pengucapan arus dan harus jika tidak jelas maka akan melenceng maksudnya. Pengucapannya berbeda, maka maknanya pun akan berbeda sehinga dari hal ini anak bisa mengenal kata. Bahkan dalam pendidikan kanak-anak sudah mulai diperkenalkan dengan suku kata ataupun klausa agar bisa berbicara dengan baik.

Setelah jenjang pendidikan usia dini atau taman kanak-kanak melanjutkan lagi ke tingkat selanjutnya, sedangkan sejak Sekolah Dasar anak sudah lebih sering diperkenalkan dengan kalimat: diaplikasikan dengan membaca nyaring.

Kemudian menginjak Sekolah Mengengah Pertama anak diperkenalkan dengan hal yang baru, bukan lagi tentang mengenal kalimat melainkan pembelajaran bahasa Indonesia yang lebih cenderung dengan paragraf (teks), pada usia ini anak harus siap terampil membaca dengan rapi dan cermat.

Pada jenjang Sekolah Menegah Atas baru anak akan lebih jauh lagi mengenal bahasa Indonesia, sudah tidak dengan huruf, kata, klausa paragraf melainkan berbasis teks sampai menganalisis. bahkan dikurikulum nasional ini pembelajaran bahasa Indonesia sudah dikenalkan belajar berbasis teks dari tingkat Sekolah Dasar. Hingga pembelajaran bahasa Indonesia semakin kaya dan luas. Menginjak bangku kuliah semua hal yang diajarkan sejak lahir sampai dewasa akan lebih diperdalam sehingga menemukan ragam bahasa yang sudah ada sejak lahir.

Berdasarkan pemikiran dan pengalaman yang penulis uraikan, maka perlu adanya perhatian dalam berbahasa sejak lahir: dari keluarga, pendidik serta pemerhati pendidikan. Perlu perbaikan berbahasa dari setiap pendidik yang terlibat, dan lebih utama pendidik bahasa Indonesia dengan ditingkatkannya kompetensi pendidik bahasa Indonesia dengan mengadakan pelatihan rutin terkait pengembangan pendidikan bahasa Indonesia pada setiap jenjang, bahkan tidak hanya bahasa saja perlu juga dibubuhi sastra didalamnya.

Referensi Bacaan
Chaer, Abdul. 2012. Linguistik Umum (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta
—————-. Kamus Besar Bahasa Indonesia. [Online]. Tersedia di
kbbi.kemdikbud.go.id/entri/religius. Diakses 14 April 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here