BELAJAR SERU MENGGUNAKAN JAMBOARD MELATIH KETRAMPILAN ABAD 21 SISWA

0
404
Spread the love

Oleh Etik Sukmawati
Pengajar Praktik Kab. Cianjur

Sore ini setelah selesai mengikuti diklat online saya mendapat kabar melalui Whatsapp dari bu Titis Kartikawati , instruktur sekaligus guru saya yang berasal dari SDN 09 Sanggau Kalimantan Barat. Bu Titis menceritakan kebahagiannya karena akhirnya beliau bisa menggunakan Jamboard sebagai media pembelajaran yang interaktif kepada siswa-siswanya kelas 5 SDN 09 Sanggau.

Jamboard adalah papan tulis digital yang didukung oleh Google Cloud sehingga dapat menghadirkan proses belajar mengajar pada  kelas maya menjadi seperti kelas nyata dengan adanya kolaborasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran secara real time. Jamboard bisa diakses dengan menggunakan personal komputer atau notebook, tablet maupun smartphone dengan dibagikan tautan.

Pembelajaran bu Titis kali ini mengangkat tentang ide pokok. Beliau melakukan pembelajaran secara daring menggunakan Google Meet dan Jamboard sebagai media pembelajaran. Sebelum pembelajaran dilaksanakan pada sore itu, pagi hari melalui grup Whastsapp bu Titis sudah mempersiapkan terlebih dahulu siswa siswinya untuk mengunduh aplikasi Jamboard di smartphone yang akan mereka gunakan untuk pembelajaran. Kemudian mereka juga diminta mempersiapkan sebuah cerita yang akan mereka sampaikan  pada pembelajaran dengan tema bebas bisa tentang kegiatan sehari-hari, hobby, makanan kesukaan, kegemaran, cita- cita atau hal lainnya tentang diri mereka pada sesi berbicara.

Sore itu kegiatan pembelajaran dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama menggali ide pokok dan membuat kalimat. Di awal sesi bu Titis menjelaskan kegiatan  pembelajaran dengan menggunakan tools stiky note pada Jamboard. Kemudian setiap anak diminta mengirimkan satu kata melalui stiky note ke board. Bu Titis mengambil 3 kata yang berbeda dari 3 anak dan mereka diminta berkolaborasi  menyusun kalimat dengan menggunakan 3 kata tersebut contohnya kata lapar, duduk dan mobil. Dari ketiga kata tersebut mereka susun menjadi kalimat “Ketika saya duduk di mobil, saya merasa lapar”. Dan disitulah keseruan terjadi karena ada anak yang bisa membuat sendiri dan ingin menuliskan di board, ada juga yang saling berdiskusi ketika membuat kalimat lalu menuliskannya di board, semua ingin mencoba menulis di Jamboard.  Dalam kegiatan belajar sesi ini terdapat beberapa nilai yang saya dapat ambil yaitu bagaimana bu Titis mengembangkan literasi digital siswanya dengan menggunakan Jamboard, dan membangun kolaborasi serta kreatifitas siswa  saat menyusun kalimat. Selain itu mereka juga diajak untuk menganalisis dan berpikir kritis untuk melihat apakah kalimat yang dibuat oleh teman-temannya yang lain sesuai dengan susunan kalimat yang benar atau tidak.

Setelah anak- anak anak memahami apakah yang dimaksud dengan ide pokok dan bagaimana ide pokok digunakan dalam menyusun kalimat maka selanjutnya di sesi kedua bu Titis memberikan kesempatan anak-anak untuk berbicara. Pada sesi ini setiap anak diberikan waktu 2 menit untuk bercerita tentang kegaitan atau diri mereka. Menurut bu Titis pada sesi berbicara kita bisa memetakan anak-anak yang sudah memiliki kepercayaan diri, menilai kemampuan anak untuk berbicara secara runtut dan detail juga  banyak kosakata yang sudah dimiliki oleh anak. Dan menurut pengalaman bu Titis, dari sesi bercerita ini juga akan didapat hal-hal baru diluar dugaan seperti pengalaman bu Titis tahun lalu ada salah satu siswanya yang rupanya suka menggambar dan membaca sains. Ketika siswa tersebut diminta berbicara 5 menit, dia menampilkan gambar hewan-hewan laut sambil menceritakan hewan-hewan laut yang hidup beribu-ribu kilometer dalam laut. Hal ini membuka pengetahuan baru bagi teman-temannya bahkan juga bu Titis sebagai gurunya, dan dari situ bu Titis bisa mengaitkan dengan Palung Parangtritis yang sering memakan korban karena ternyata pantai Parantritis di Jogyakarta dekat dengan palung Parangtritis. Saya takjub dengan cara bu Titis mengembangkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi melalui hal-hal yang mereka sukai sehingga siswa tidak merasa terbebani saat belajar.

Dari kegiatan belajar yang diceritakan oleh bu Titis kali ini saya belajar bahwa ketrampilan kolaborasi, berpikir kritis, kreatif, dan komunikasi yang harus dimiliki oleh siswa dalam menghadapi tantangan abad 21 ternyata bisa dilakukan dengan kegiatan pembelajaran yang sederhana dalam kelas maya dengan menggunakan fasilitas yang ada di Google  dan memberikan pengalaman belajar MERDEKA yang bermakna  bagi siswa maupun guru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here