Bekali Diri Menuju Ukhrawi

0
192
Spread the love

Oleh Siti Fety Fatimah, S.Pd (Guru SMKN PP Cianjur)

Kematian?

Akhir dari pada kehidupan itulah yang disebut kematian, ketiadaan nyawa dalam organisasi biologis merupakan akhir dari kehidupan. Setiap makhluk yang bernyawa akan mengalami kematian.

Firman Allah Ta’ala berikut ini (yang artinya) “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran : 185). Kematian merupakan takdir  yang sudah ditentukan Allah SWT. Untuk seluruh makhluk di muka bumi ini baik manusia ataupun jin, hewan serta makhluk-makhluk lainnya, lelaki atau perempuan, orang yang tua maupun muda,  orang sehat ataupun sakit. Karena pada prinsipnya, semua makhluk hidup di muka bumi ini, niscaya akan mati secara permanen baik karena penyebab alami seperti halnya penyakit atau penyebab tidak alami, seperti terjadinya kecelakaan.

Kematian tak bisa dihindari

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An-Nisa’ : 78). Artinya kita tidak bisa menolak kematian, kapan pun dan di mana pun pasti akan dijemput maut apabila ajal telah tiba. Walaupun berada di dalam sebuah istana yang kokoh dan jauh dari medan pertempuran atau medan perang. keniscayaan maut yang akan tiba pada setiap orang tanpa bisa menolak.

Sosok yang bersahaja dan berwibawa, santun  juga soleh yang selalu memberikan makna dalam setiap ruang pertemuan dalam pembinaan itulah Bapak Drs. Asep Suhanggan, M.M.Pd, Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan provinsi Jawa Barat. Siapa yang tak kenal beliau sosok  memimpin yang ramah, terbuka kepada siapapun. Kemampuan serta kredibilitiasnya yang memahami berbagai aturan-aturan tentang PTK untuk mengembangkan program dalam meinngkatkan mutu pendidikan  Senin, 17 Januari 2022 masih bisa mengikuti rapat Hari Jum’at, tanggal 21 Januari 2022 berita duka menyelimuti dunia pendidikan kehilangan sosok pejabat yang sangat menginspirasi, berita duka menghampiri dan tak bisa dihindari sosok besahaja itu kini telah tiada Ajal telah menjemputnya, namamu akan selalau ada kebaikanmu akan kami kenang selamat jalan Bapak surga menantimu Allah akan mencatat kebaikamu. Terima kasih selalu mau berbagi ilmu kebaikan untuk kami semua. Melalui penulis, kami keluarga besar SMKN PP Cianjur turut bela sungkawa. 

Kematian tak bisa dihindari kita sebagai manusia yang masih diberi kesempatan untuk bisa menghirup udara pagi hari membuka mata menggerakkan seluruh anggota tubuh masih bisa berucap dan bertutur kata, patutlah kita syukuri untuk bisa memberi serta melakukan hal-hal baik memberi manfaat kepada sesama memberi makna untuk Negara yang kita cinta.

Namun, kita masih lalai untuk selalau bersyukur dan memanfaatkan waktu di dunia ini sehingga ketika sudah dihadapkan dengan ajalnya tidak membawa amalan cukup untuk menghadap sang pencipta. Kematian bukan hal yang harus dicemasi karena ia sudah pasti datang. Namun, sebelum ajal menjemput, adakalanya menyiapkan diri sebaik mungkin.

Bekali diri Menuju Hidup Ukhrawi

4 hal yang harus disiapkan dalam menghadapi kematian:1) Tingkatkan Iman, Percaya bahwa keberadaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah keyakinan yang harus ditanamkan pada setiap jiwa manusia. Dengannya, kunci keselamatan dunia dan akhirat akan terjamin; 2. Tanamkan Ilmu, Ustadz Taufiqurrahman mengatakan segala sesuatu jika sudah mempunyai ilmunya, Insya Allah lancarkan kematian. Ilmu yang dimaksud di sini adalah, salat 5 waktu, sering membaca Al-Quran., selain itu berpuasa, jangan lewatkan sedekah jariyahselalu jaga silaturahmi karena Allah sangat mencintai hamba-Nya yang tidak memutus tali silaturahmi, dan bershalwatlah agar kita mendapat syafa’atnya di hari akhir nanti; 3) Tetaplah Istikamah, karena istikomah bukanlah hal mudah untuk kita lakukan karena banyak sekali godaan yang dihadap isaat akan meneguhkan pendirian, maka perbanyaklah ibadah dan lakukan kebaikan untuk bisa istikomah; 4) Senantiasa Bertobat, Allah berfirman dalam (QS. Az Zumar: 53) “Wahai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Berapapun besar dosa yang kita lakukan, Allah akan tetap membukakan pintu tobat selama hayat masih di kandung badan dan matahari belum terbit dari ufuk barat.

Melalui tulisan ini mengingatkan diri untuk mempersiapkan diri terus meningkatkan ibadah kita perbanyak amal kebaikan, tingkatkan ibadah dan selalulah bertaubat karena kematian tak bisa dihindari kita terus menjaga diri untuk selalu mensyukuri dan terhindar dari tipu daya duniawi yang aka mengakhiri kehidupan dunia menuju akhirat. Bekali diri dengan kebaikan-kebaikan menuju ukhrawi. (Siti Fety Fatimah/SMKN PP Cianjur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here