BANGKITKAN GAIRAH SEKS DIUSIA MENOPOSE

0
414
Spread the love

Penulis : Iis Nurhasanah, S.Pd
SMK NEGRI 1 CUGENANG

Menopause adalah berakhirnya siklus menstruasi secara alami, yang biasanya terjadi saat wanita memasuki usia 45 hingga 55 tahun. Seorang wanita dikatakan sudah menopause bila tidak mengalami menstruasi lagi, minimal 12 bulan.

Tidak hanya berhenti menstruasi, banyak perubahan lain terjadi dalam tubuh wanita yang menopause, mulai dari penampilan fisik, kondisi psikologis, hasrat seksual, hingga kesuburan. Wanita yang sudah menopause tidak bisa hamil lagi. Perubahan ini bisa terjadi secara bertahap atau tiba-tiba, dan disebut sebagai gejala menopause. Masa terjadinya perubahan tersebut dinamakan masa perimenopause, yang dapat berlangsung selama beberapa tahun sebelum menopause, dan umumnya dimulai saat usia 40 tahun atau bisa juga lebih awal.

Saat kondisi ini terjadi, kebanyakan wanita tidak ingin melakukan hubungan seksual. Bukan itu saja, ini yang terjadi saat wanita sudah memasuki masa menopause:
 Berisiko mengalami osteoporosis, karena menurunnya kadar hormon estrogen dalam tubuh.
 Lemak dalam tubuh akan meningkat, sehingga beberapa wanita kerap mengalami obesitas.
 Sering merasakan panas yang cukup mengganggu, meski berada di dalam ruangan. Rasa panas muncul karena adanya perubahan hormon dalam tubuh.
 Susah sekali tidur dan sering terbangun pada malam hari.
 Berpeluang mengalami infeksi menular seksual atau infeksi pada vagina, meski mengalami penurunan gairah seksual.

Gairah seksual pada wanita menopause umumnya disebabkan karena adanya perubahan kadar hormon dalam tubuh. Saat menopause, hormon estrogen yang memegang peranan penting terhadap fungsi seksual akan mengalami penurunan. Hal tersebut akan berdampak sulitnya terangsang dan mengalami orgasme.

Berikut cara tingkatkan gairah seksual saat menopause!

  1. Melakukan Kegel
    Latihan kegel atau latihan dasar panggul dipercaya dapat meningkatkan kekuatan otot untuk membantu meningkatkan gairah seksual dan orgasme pada wanita yang telah memasuki masa menopause. Gerakan kegel dapat dilakukan dengan cara mengencangkan otot-otot panggul, seperti menghentikan aliran urine. Kemudian tahan selama beberapa detik, dan ulangi gerakan yang sama. Untuk hasil yang maksimal, lakukan gerakan ini sebanyak tiga kali sehari. Manfaatnya sendiri dapat dirasakan sekitar 4-6 minggu kemudian. Jika manfaat tidak dapat dirasakan, bisa jadi gerakan yang kamu lakukan salah.
  2. Konsumsi Makanan Sehat Bergizi Seimbang
    Dari sebuah studi yang dilakukan, para peneliti menemukan korelasi antara kolesterol tinggi dan wanita yang mengalami kesulitan dalam gairah seksual dan orgasme. Setelah kolesterol menumpuk di arteri, hal tersebut akan membatasi sirkulasi darah ke daerah panggul, sehingga menyebabkan penurunan sensasi vagina, serta lebih sulit mencapai orgasme. Untuk menjaga agar kadar kolesterol dalam tubuh seimbang, konsumsi makanan sehat bergizi seimbang dianjurkan. Makanan yang direkomendasikan adalah biji-bijian, kentang, jamur, ikan, tahu, serta kacang.
  3. Konsumsi Vitamin dan Mineral
    Meningkatkan gairah seksual saat menopause selanjutnya dapat dilakukan dengan mengonsumsi vitamin dan mineral, seperti vitamin B. Vitamin ini berfungsi mencegah pecahnya dopamin dan serotonin, sehingga membantu tubuh tetap berenergi. Selain itu, zinc dibutuhkan untuk membantu meningkatkan produksi testosteron dan mencegah berubahnya
    testosteron menjadi estrogen.
  4. Yoga
    Yoga menjadi salah satu cara meningkatkan gairah seksual saat menopause. Selain membantu menjadi lebih sehat, yoga juga bisa menjadi penguat libido bagi wanita atau pria. Bukan itu saja, pose yoga juga dapat membantu meningkatkan orgasme dengan meningkatkan sirkulasi darah ke organ seksual.
  5. Istirahat dengan Cukup
    Langkah terakhir dalam meningkatkan gairah seksual saat menopause adalah dengan istirahat yang cukup. Cukup tidur dapat membantu meningkatkan respons insulin, mengontrol kadar kortisol, serta meningkatkan produksi estrogen, testosteron, dan progesteron. Semakin tinggi tingkat hormon seksual dalam tubuh, maka akan semakin tinggi pula gairah seksual seseorang.

Kamu tidak perlu khawatir menopause dapat mengurangi gairah seksual. Kamu dapat mengatasinya dengan mencari tahu dan mencoba sesuatu yang baru pada saat berhubungan intim, seperti memulai untuk mencoba posisi seks yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Jangan lupa juga untuk mempertimbangkan faktor usia. Mencoba posisi baru sah-sah saja, tetapi faktor kenyamanan jangan dilupakan, ya! Karena usia tidak bisa bohong, maka gunakanlah bantal sebagai penyangga tulang agar lebih nyaman saat berhubungan intim.

Seiring berjalannya usia, intensitas untuk mengalami orgasme pun berubah. Mungkin saat masih muda, kamu dapat melakukan orgasme dengan mudah. Beda halnya ketika kamu sudah tidak lagi muda. Saat dalam atau setelah masa menopause, kamu perlu berusaha lebih keras untuk mendapatkan “titik klimaks” tersebut. Namun tidak perlu khawatir, karena hal itu merupakan hal yang wajar terjadi di saat menginjak masa-masa menopause.

Banyak wanita dari usia 45 sampe 50 tahun, yang berhasil menunda gejala menopause dini mereka. Mereka menikmati bebebrapa tahun lebih lama untuk tampil cantik,muda, sehat dan subur kandungan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here