BAHAGIA BERSAMA MU

0
165
Spread the love

oleh:
Asri Fadillah Qurotuaini, S.Pd.
(Guru SMKN 1 Cugenang)

Cerita Kisah remaja SMA (Sekolah Menengah Atas) yang di dasari 2 pasangan yang sedang jatuh cinta, karena pertama kalinya mereka merasakan jatuh cinta, dan baru pertama kali merasakan pacaran, singkat cerita kisah remaja itu saling berkomitmen untuk menjaga selama 5 tahun, sampai sama-sama sudah lulus sekolah pun masih berkomitmen untuk saling jaga perasaan satu sama lain, laki-laki melanjutkan untuk kerja sedangkan perempuan melanjutkan untuk berkuliah. Pada usia pacaran 5 tahun atau pertengahan kuliah ada niatan untuk berkomitmen kejenjang serius yaitu pertunangan, tapi ternyata Qadrallah Allah tidak merestui untuk menjalani kejenjang serius, karena ada satu lain hal. Apakah 2 pasangan itu sakit hati? Iya pasti sakit hati apalagi perempuan itu merasakan dikhianati sampai akhirnya perempuan itu sakit lahir dan batin, lantas bagaimana dengan laki-laki itu? mungkin laki-laki itu sudah merasakan jatuh cinta lagi dengan perempuan lain, tetapi perempuan itu tidak patah semangat untuk
menyembuhkan luka lahir batinnya dengan cara menyibukkan kuliah dan main dengan teman teman kuliah, sampai pada akhirnya perempuan itu lulus Kuliah. Perempuan itu sempat berpikir lebih baik tidak usah kenal dengan laki-laki dan tidak mau berkomitmen dengan siapapun, karena sudah cukup merasakan sakit hati .

Dua tahun kemudian perempuan itu sudah sembuh dengan sakit hatinya dan sudah mulai bekerja di salah satu perusahaan, perempuan itu semangat untuk bekerja dan tidak berpikiran untuk berkomitmen dengan siapa pun karena hidup nya sudah dengan kehidupan yang sekarang, selang beberapa bulan perempuan ada yang mendekati yaitu seorang laki-laki teman kerja perempuan tersebut. Laki-laki itu merupakan senior di perusahaan itu, karenanya perempuan itu minta arahan dan bimbingan dalam bekerja. Perempuan itu bekerja di perusahaan tersebut selama 1 tahun. Tidak lama perempuan itu mendapatkan kesempatan untuk pekerjaan yang lebih
baik sehingga memutuskan untuk pindah. Selama 3 bulan perempuan itu bekerja diperusahaan yang baru, laki-laki itu mulai mendekatinya kembali, dengan cara basa-basi menanyakan kabar dan menanyakan masalah pekerjaan, ternyata laki-laki itu bermaksud ingin pendekatan. Pendekatan berlangsung selama 3 bulan lebih hingga bertanya untuk mendapat kepastian, “Apakah siap untuk menikah?” Perempuan itu menjawab “Siap kalau ada jodohnya”. Qadarallah, Allah mentakdirkan perempuan itu menikah dengan laki laki yang baik agamanya
dan baik prilakunya.

Menjadi bagian dari perjalanan sisa hidupnya adalah mimpi yang selalu perempuan itu doakan dalam setiap sujud. Memintanya pada sang pemilik hati, bersama hingga di penghujung senja menua dan bahagia bersama, mengikhlaskan masa lalu, dan menutup memori masa silam dengan mereka yang pernah ada di dalam hati. Menggantinya dengan lembaran-lembaran baru kisahnya, kini hatinya tertulis namanya, terukir dalam keabadian cinta dan menetap sanubari kuharap rasamu pun sama. Menjadikan ratu dalam istana cinta tanpa bayang-bayang masa lalu. Membangun masa depan dengan penuh kasih, kelak bersama buah hati mengarungi lika-liku kehidupan, mengajarkan segala makna hidup menjadi manusia beriman bersamanya segala harap bahagia bersamanya yang selalu perempuan itu panjatkan pada-Nya berharap malaikat mengaminkan doa tulus atas segala niat baik yang selalu pinta tentang perempuan dan laki-laki dalam menuju kebahagiaan sejati bersama dengan saling menjadi penawar satu sama lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here